- Canva
Jadwal Tanggal 1 Syaban 1447 H dan Nisfu Syaban 2026, Lengkap dengan Amalan dan Keutamaannya
Jakarta, tvOnenews.com - Bulan Syaban merupakan salah satu bulan paling mulia. Syaban sediri jatuh pada bulan kedelapan dalam kalender Hijriah.
Bulan Syaban memiliki keistimewaan dan keutamaannya. Sebab, bulan ini merupakan langkah persiapan penting untuk menyambut bulan Ramadhan.
Dalam menjelang Ramadhan, bulan Syaban mempunyai satu hari penting, yakni Nisfu Syaban. Maka dari itu, mulai banyak umat Muslim bertanya-tanya, "kapan tanggal 1 Syaban 2026 dan Nisfu Syaban 2026?".
Dua pertanyaan ini muncul karena sebentar lagi bulan Rajab 1447 Hijriah akan berakhir. Sementara, Nisfu Syaban jatuh pada hari ke-15 dalam bulan Syaban, sekaligus mendekati momentum bulan suci Ramadhan.
Kapan 1 Syaban 2026?
- iStockPhoto
Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi dan Klimatologi (BMKG), penentuan awal bulan Hijriah termasuk 1 Syaban 2026/1447 Hijriah, melalui metode pelaksanaan hisab dan rukyat Hilal.
Adapun penentuan tanggal 1 Syaban 1447 H terjadi setelah Matahari terbenam pada Senin, 19 Januari 2026. Hal tersebut merupakan dari astronomis pelaksanaan rukyat Hilal.
Sementara, perhitungan awal bulan Syaban 1447 H melalui metode hisab, maka harus memerlukan perhitungan dari berbagai kriteria ketika matahari terbenam pada tanggal 19 Januari 2026.
Dari hasil kesimpulan rincian metode rukyat Hilal BMKG, dalam kalender Hijriah melalui terbitan Kementerian Agama (Kemenag), 1 Syaban 1447 H jatuh pada Selasa, 20 Januari 2026.
Dalam keterangan resmi Nahdlatul Ulama (NU) lewat Almanak Tahun 2026, awal Syaban masih diprediksi jatuh pada tanggal 20 Januari 2026. Hal ini masih memiliki keselarasan dengan pemerintah.
"Posisi hilal belum memenuhi kriteria imkanurrukyah, sehingga 1 Syaban 1447 H diprediksi jatuh pada Selasa Pahing, 20 Januari 2026," demikian bunyi keterangan resminya.
Melalui Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), Muhammadiyah juga menunjukkan ciri yang sama. Penetapan 1 Syaban 1447 H jatuh pada tanggal 20 Januari 2026.
Jadwal Nisfu Syaban 2026
- Ilustrasi/istockphoto
Nisfu Syaban memiliki arti tengahnya atau dua pekan sejak memasuki awal bulan Syaban. Jika merujuk dari tanggal 1 Syaban dirilis Kemenag, maka jadwal Nisfu Syaban jatuh pada tanggal 15 Syaban 1447 H, tepatnya pada Selasa, 3 Februari 2026.
Namun untuk malam Nisfu Syaban 2026 akan jatuh pada Senin, 2 Februari 2026 pada malam hari.
Keutamaan dan Amalan Malam Nisfu Syaban
- Ilustrasi/Freepik
Malam Nisfu Syaban menjadi salah satu momentum sangat populer di tengah umat Islam. Pada waktu ini, dianjurkan untuk memperbanyak doa, istighfar, shalat sunnah, hingga introspeksi diri.
Menurut pengasuh LPD Al-Bahjah, KH Yahya Zainul Ma'arif alias Buya Yahya mengatakan, pada malam Nisfu Syaban, Allah sedang memantau seluruh hamba-Nya. Hal itu telah diterangkan melalui sejumlah hadis shahih.
"Allah melihat semua yang terjadi pada hamba-Nya, dan Allah melihat kita kapan pun dan setiap waktu. Namun, jika kita memperhatikan saat kalimat khusus dan pesan khusus mengulanginya, ditarik benangnya kalau di situ ada pandangan khusus dari Allah," ujar Buya Yahya dilansir tvOnenews.com dari kanal YouTube Al-Bahjah TV, Minggu (18/1/2026).
Ia mengambil hadis riwayat tersebut melalui Imam Ibnu Hibban yang dijelaskan oleh Imam Thabrani mengenai perawi hadis itu.
Hal ini serupa dengan almarhum Syekh Ali Jaber. Di semasa hidupnya, ia menyampaikan hadis riwayat shahih menjelaskan tentang keistimewaan malam Nisfu Syaban.
"Hadis yang dishahihkan Albani rahimahullah yang terbaik sedunia yang sudah diakui sebagai ulama ahli hadis," ucap Syekh Ali Jaber dilansir dari kanal YouTube Jejak Wali.
Syekh Ali Jaber mengambil hadis riwayat dari Mua'dz bin Jabal RA, Rasulullah SAW bersabda:
يَطَّلِعُ اللَّهُ إِلَى جَمِيعِ خَلْقِهِ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ لِجَمِيعِ خَلْقِهِ إِلَّا لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ
Artinya: "Allah mendatangi seluruh makhluk-Nya pada malam Nisfu Sya’ban. Dia pun mengampuni seluruh makhluk kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan."
Syekh Ali Jaber menjamin, melalui penjelasan hadis riwayat tersebut, malam Nisfu Syaban memiliki keutamaan untuk menghapus segala dosa.
"Kecuali dua orang yang pertama, yang berbuat syirik itu tidak diampuni Allah. Kalau dia tabuat, ya jelas dengan taubat maka itu Allah ampuni. Yang kedua, seorang dendamnya atau termasuk juga orang-orang yang suka menyebar fitnah adu domba," tuturnya.
Selain malam Nisfu Syaban, bulan Syaban juga memiliki keistimewaan terbarik. Jika mengacu dari filosofinya, bulan ini dikenal sebagai bulan menyiram (Syahr as-Saqy).
Kenapa bulan Syaban dikenal bulan menyiram tanaman kebaikan? Hal ini untuk melanjutkan persiapan dari bulan Rajab yang dikenal sebagai bulan menanam. Puncak untuk memanen amal saleh, terletak pada bulan Ramadhan.
(hap)