- Pexels/Thirdman
H-9 Ramadhan 2026: Tiga Amalan Penting Sebelum Masuk Bulan Suci Ramadhan Menurut Ustaz Adi Hidayat
tvOnenews.com - Ramadhan bukanlah bulan yang datang secara tiba-tiba tanpa persiapan.
Dalam sejarah Islam, para sahabat justru menyambut Ramadhan dengan hati yang lapang, jiwa yang luas, dan kesiapan ibadah sejak jauh hari.
Inilah yang membuat Ramadhan benar-benar menjadi bulan perubahan, bukan sekadar rutinitas tahunan.
Ustaz Adi Hidayat menegaskan bahwa sunnah Nabi Muhammad SAW adalah menyiapkan Ramadhan sejak bulan Sya’ban, bukan menunggu hari pertama puasa.
Persiapan ini bukan sekadar wacana, tetapi diwujudkan dalam amalan nyata.
- Ilustrasi AI
Menurut UAH, setidaknya ada tiga amalan penting yang harus disiapkan sebelum memasuki bulan suci Ramadhan.
“Siapkan dari sekarang, sunnah Nabinya menyiapkan dari sejak Sya’ban. Singkatnya ada tiga hal.
1. Memperbanyak Doa Agar Dipertemukan dengan Ramadhan
Amalan pertama yang paling ditekankan Ustaz Adi Hidayat adalah memperbanyak doa.
Sebab, tidak ada satu pun manusia yang bisa memastikan dirinya akan sampai ke bulan Ramadhan dalam keadaan hidup, sehat, dan kuat iman.
“Memperbanyak doa agar disampaikan di bulan Ramadhan dalam keadaan sehat dan kuat iman,” tutur Ustaz Adi Hidayat.
UAH menjelaskan bahwa niat dan rencana kebaikan saja sudah bernilai pahala di sisi Allah.
Bahkan jika seseorang sudah berniat kuat untuk beribadah di Ramadhan namun wafat sebelumnya, Allah tetap memberikan pahala atas niat tersebut.
“Kalau kita niatkan, rencanakan ibadah, itu sudah dicatat satu pahala,” ujarnya.
Karena itu, doa menjadi kunci awal untuk membuka pintu keberkahan Ramadhan.
- Pexels/Thirdman
2. Melatih Diri dengan Puasa Sunnah Sejak Sya’ban
Amalan kedua adalah membiasakan diri dengan puasa sunnah sebelum Ramadhan, khususnya di bulan Sya’ban.
Ini bukan sekadar anjuran, tetapi teladan langsung dari Rasulullah SAW.
“Saya tidak pernah melihat Rasulullah SAW banyak menunaikan siyam sunnah kecuali di bulan Sya’ban.” (HR. Al-Bukhari, dari Aisyah RA)
Menurut Ustaz Adi Hidayat, puasa sunnah berfungsi sebagai latihan fisik dan mental agar tubuh dan jiwa tidak kaget ketika memasuki Ramadhan.
Ibadah yang dibiasakan akan terasa lebih ringan saat diwajibkan.
“Kalau sudah dibiasakan, akan semakin biasa nanti. Itu namanya tarhib,” katanya.
Inilah bentuk kesiapan sejati menyambut Ramadhan, bukan sekadar euforia tanpa latihan ibadah.
- Ilustrasi AI
3. Merencanakan Amalan Ramadhan dengan Serius
Amalan ketiga yang justru disebut Ustaz Adi Hidayat sebagai yang paling penting adalah merencanakan ibadah Ramadhan secara konkret.
Ramadhan tanpa perencanaan berisiko berlalu begitu saja tanpa hasil maksimal.
*“Yang ketiga, ini yang paling penting, merencanakan amalan Ramadhan yang nanti akan dilakukan,” kata UAH.
Perencanaan ini mencakup target ibadah seperti interaksi dengan Al-Quran, memperbanyak sedekah, serta memperkuat muhasabah atau introspeksi diri.
“Ramadhan itu bulan Al-Quran, perbanyak interaksi dengan Al-Quran, perbanyak sedekah, dan perbanyak muhasabah,” tambahnya.
Tak hanya itu, Ustaz Adi Hidayat juga menegaskan bahwa kualitas lebih utama daripada kuantitas.
“Yang diinginkan hadis itu bacaan yang benar, bukan sekadar banyak menghatamkan,” ujarnya.
Menurut Ustaz Adi Hidayat, menyambut Ramadhan bukan hanya dengan ucapan Marhaban ya Ramadhan, tetapi dengan kesiapan hati dan amal nyata.
Memperbanyak doa, melatih diri dengan puasa sunnah, serta menyusun rencana ibadah adalah bentuk keseriusan menyambut bulan suci.
“Tarhib itu artinya kita harus sudah serius menyiapkan dari sekarang, melapangkan hati dan meluaskan jiwa,” kata Ustaz Adi Hidayat.
Dengan persiapan yang benar, Ramadhan bukan hanya datang dan pergi, tetapi benar-benar meninggalkan bekas perubahan dalam iman dan kehidupan. (gwn)