- iStockPhoto/.shock
Mengadakan Munggahan Sebelum Puasa Ramadhan, Bagaimana Hukumnya dalam Agama Islam?
Dalam ajaran agama Islam, tidak ada dalil maupun hadis atau tuntutan khusus untuk melakukan munggahan. Apalagi urusan ziarah kubur, hal ini menjadi pengingat akan adanya kematian serta melembutkan hati agar semakin mengingat kepada Allah SWT.
Dalam hal ini, Buya Yahya justru mengajak umat Muslim mempertahankan budaya munggahan. Selama tujuannya tidak keliru, tradisi tersebut akan melembutkan hati, menumbuhkan rasa syukur, dan sebagainya.
"Itu untuk mempertemukan hati, sehingga yang biasanya sering cemberutan menjadi hilang, itu mukadimah untuk menghidupkan Ramadhan dengan keindahan. Apalagi diiringi dengan permohonan maaf," bebernya.
Menurut penuturan Buya Yahya, suasana munggahan menciptakan keakraban dan interaksi sosial yang semakin kuat.
Lantas, bagaimana ada pesan khusus munggahan yang melampaui batasan? Buya Yahya lebih menekankan setidaknya tetap berpegang teguh dengan syariat agama Islam agar tidak menciptakan kekeliruan.
"Secara umum budaya itu kalau memang sudah mengakar di masyarakat tapi ada pesan kebaikannya, maka kita pangkas hanya keyakinan yang tidak baik saja, tapi kegiatannya tetap dilaksanakan," katanya.
(hap)