news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi hubungan intim suami istri.
Sumber :
  • iStockPhoto

Suami Istri Hubungan Intim di Malam Takbiran Jelang Idul Fitri, Bagaimana Hukumnya? Ini Kata Ustaz Abdul Somad

Saat ditanya Olla Ramlan, Ustaz Abdul Somad (UAS) bongkar hukum suami istri hubungan intim saat malam takbiran atau waktu itikaf sebelum Hari Raya Idul Fitri.
Sabtu, 14 Maret 2026 - 21:45 WIB
Reporter:
Editor :

Artinya: "Dihalalkan bagimu pada malam puasa bercampur dengan istrimu. Mereka adalah pakaian bagimu dan kamu adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwa kamu tidak dapat menahan dirimu sendiri, tetapi Dia menerima tobatmu dan memaafkanmu. Maka, sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah bagimu." (QS. Al-Baqarah, 2:187)

UAS menuturkan tafsir ayat tersebut. Ia membandingkan bahwa, ibadah puasa orang zaman dahulu sebelum datangnya agama Islam dinilai sangat berat.

Melalui tafsir ayat ini, ibadah puasa orang-orang terdahulu membuat mereka harus benar-benar menahan syahwatnya. Artinya, mereka mendapat ujian berat untuk berjima selama bulan Ramadhan.

"Ketika datang agama Islam, maka puasa yang turun pada syariat Nabi Muhammad SAW dibolehkan," ungkap UAS.

Ia menambahkan, keistimewaan setelah datangnya agama Islam. Suami istri dipermudahkan untuk saling bercampur atau berjima, baik di malam takbiran maupun di waktu itikaf mencari malam Lailatul Qadar.

Lantas, bagaimana suami istri yang tidak mandi junub setelah hubungan intim di tengah waktu itikaf maupun malam takbiran?

Ia memaparkan, orang yang tidak mandi dan hanya bekal mengambil air wudhu sebelum tidur diperbolehkan menggetarkan dzikir. Namun kondisi tersebut tetap membuat suami istri dalam keadaan hadas besar.

"Dalam keadaan hadas besar hanya tidak boleh baca Quran. Kalau berdzikir tetap boleh, bersholawat tetap boleh," jelasnya.

Hanya saja, kata dia, sebaiknya suami istri langsung mandi besar. Hal ini guna menjaga kesucian untuk hari esoknya.

"Yang paling afdhol, dia mandi. Kalau dia tidak mandi, maka dia berpikir (masih tidak suci)," terangnya.

Itikaf dan Perbanyak Amal Ibadah Disarankan

Lebih lanjut, UAS menyampaikan bahwa, suami istri sebaiknya menahan syahwatnya. Menurutnya, itikaf lebih penting ketimbang hubungan intim.

Ia menjelaskan keistimewaan dari itikaf. Akvitias ini merupakan salah satu cara untuk semakin memperbanyak amalan dan ibadah di malam terakhir Ramadhan.

Dalam hal ini, UAS menyarankan sebaiknya suami istri berjimah setelah Ramadhan usai. Adapun dalil tentang itikaf telah diterangkan dalam bagian Surat Al-Baqarah Ayat 187.

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:55
01:48
03:02
04:57
01:21
02:42

Viral