news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi Silaturahmi.
Sumber :
  • freepik

Naskah Khutbah Jumat 27 Maret 2026: Saat Maaf Sudah Terucap, Apakah Silaturahmi Terjaga usai Lebaran Pergi?

Rekomendasi tema naskah khutbah Jumat untuk sesi ceramah shalat Jumat, dengan judul "Saat Maaf Sudah Terucap, Apakah Silaturahmi Terjaga usai Lebaran Pergi?".
Jumat, 27 Maret 2026 - 05:10 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Silaturahmi merupakan salah satu tradisi yang berlangsung pada momentum Lebaran. Di Hari Raya Idul Fitri, umat Islam saling bersalaman hingga bermaafan.

Tujuan silaturahmi saat Lebaran tidak hanya menggugurkan dosa, tetapi juga dapat memperkokoh Ukhuwah Islamiyah setelah Ramadhan berlalu hingga seterusnya.

Maka dari itu, tvOnenews.com akan membagikan rekomendasi tema naskah khutbah Jumat singkat terbaru yang menarik untuk sesi ceramah dalam pelaksanaan shalat Jumat, 27 Maret 2026, dengan judul "Saat Maaf Sudah Terucap, Apakah Silaturahmi Terjaga usai Lebaran Pergi?".

Naskah Khutbah Jumat: Saat Maaf Sudah Terucap, Apakah Silaturahmi Terjaga usai Lebaran Pergi?

Ilustrasi Silaturahmi
Sumber :
  • Ilustrasi/istockphoto

Khutbah I

إِنَّ الْحَمْدَ لِلّٰهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَاهَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ اَمَّا بَعْدُ، فَيَااَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، اِتَّقُوْااللهَ حَقَّ تُقَاتِه وَلاَتَمُوْتُنَّ اِلاَّوَأَنـْتُمْ مُسْلِمُوْنَ فَقَدْ قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: ‎وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

Jemaah Jumat yang dibahagiakan Allah,

Pertama-tama, marilah kita mengucapkan Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, segala puji tercurahkan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala Maha Pemberi nikmat iman, Islam, hingga kesempatan bagi kita dapat berkumpul kembali menjalani shalat Jumat di bulan Syawal.

Tak lupa, marilah kita menggetarkan sholawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW. Beliau merupakan sosok teladan terbaik terutama dalam urusan menjaga ukhuwah dan silaturahmi.

Jemaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah,

Marilah kita istiqomah meningkatkan ketakwaan dan keimanan kepada Allah SWT melalui terus menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Pada kesempatan hari ini, khatib akan membahas seputar momentum Lebaran. Hal ini mengingat kita masih berada dalam suasana di mana kita kembali mendapat fitrah setelah beribadah puasa di bulan Ramadhan.

Kita mengetahui Idul Fitri telah berlalu. Di momen itu, kita sudah mengucapkan ucapan permohonan maaf. Dalam pembahasan ini, untuk memaparkan tentang munculnya pertanyaan penting yang sering terjadi, "Apakah silaturahmi kita masih berlanjut atau hanya musiman?".

Dalam agama Islam, tindakan memaafkan merupakan bagian dari akhlak mulia. Memaafkan tentu sangat dianjurkan apalagi dalam momentum Idul Fitri.

Melalui dalil Al-Quran dari Surat An-Nur Ayat 22, silaturahmi mengajarkan betapa pentingnya memberikan maaf dan berlapang dada, Allah SWT berfirman:

وَلْيَعْفُوْا وَلْيَصْفَحُوْاۗ اَلَا تُحِبُّوْنَ اَنْ يَّغْفِرَ اللّٰهُ لَكُمْ ۗوَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

Artinya: "Hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak suka bahwa Allah mengampunimu? Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. An-Nur, 24:22)

Ibadallah,

Memaafkan tidak hanya ucapan "mohon maaf lahir dan batin" saja. Memaafkan menunjukkan momentum yang dilahirkan dari hati yang tulus dan ikhlas.

Dengan cara ini sebagai awal dari memperbaiki hubungan, bukan akhir yang menggambarkan sebuah interaksi terhadap sesama. Setelah Ramadhan pergi, hati kita yang bersih justru menjadi acuan bagaimana kita bisa mempererat silaturahmi, bukan pilih melupakannya.

Silaturahmi merupakan salah satu bagian perintah agama Islam. Meski sederhana, aktivitas ini tidak memiliki batasan waktu. Maka dari itu, melalui hadis riwayat yang menekankan pentingnya silaturahmi, Rasulullah SAW bersabda:

وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

Artinya: "Dan barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi." (HR. Bukhari)

Dalam hadis lain, silaturahmi tidak hanya memperkuat ukhuwah, tetapi juga dapat melapangkan rezeki hingga memanjangkan umur.

Sayangnya realita yang kerap terjadi di Indonesia, banyak hubungan terhadap keluarga, saudara, hingga kerabat kembali renggang setelah halal bihalal di momentum Lebaran usai.

Banyak faktor yang menyebabkan hubungan renggang, misalnya akibat kembali sibuk berakvitias dalam urusan dunia. Padahal, memutus silaturahmi sangat berdampak hilangnya keberkahan hidup, bahkan menyebabkan sulit mendapat ampunan dari Allah SWT.

Khutbah II

Ma'asyiral muslimin rahimakumullah,

Melalui khutbah Jumat ini, marilah kita menjaga silaturahmi yang sudah dikokohkan pada hari yang fitri. Setidaknya ada beberapa langkah sederhana mempertahankan hal ini, di antaranya menjaga komunikasi, menghindari sifat ego, gengsi, dendam lama, menyempatkan waktu kembali berkumpul bersama keluarga, hingga memanfaatkan penggunaan teknologi dan digital menjadi jembatan silaturahmi.

Mengenai silaturahmi, Rasulullah SAW saja mengajarkan kepada umat Islam, bahwa kita harus mempertahankan dan menyambung silaturahmi yang bukan sekadar membalas kebaikan saja, namun juga tetap menjalin hubungan walaupun sempat terputus sebelumnya.

Saudaraku sidang Jumat yang dibahagiakan Allah,

Demikianlah khutbah pertama disampaikan pada hari ini. Marilah kita merenungkan "Apakah silaturahmi kita hanya hidup saat Lebaran, selepas itu mati tanpa tersisa?".

Sesungguhnya salah satu ciri orang beriman adalah orang mukmin yang tidak memutus tali persaudaraan di setiap keadaan.

Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala senantiasa melembutkan hati kita, memperkokoh ukhuwah Islamiyah, serta memasukkan kita ke dalam golongan hamba yyang istiqomah mempertahankan silaturahmi. Aamiin ya Rabbal Aalamiin.

Penutup Doa

اللهم ألف بين قلوبنا وأصلح ذات بيننا

Artinya: "Ya Allah, satukanlah hati kami dan perbaikilah hubungan di antara kami."

(hap)

Sumber Referensi: Quran Kemenag RI, NU Online, Rumaysho, dan berbagai sumber lainnya.

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

00:43
01:51
03:52
00:58
02:11
02:23

Viral