- Tangkapan Layar YouTube Al Bahjah TV
Benarkah Dosa Zina Tidak Diampuni Selama 40 Tahun atau 7 Turunan? Ini Penjelasan Tegas Buya Yahya
tvOnenews.com - Di tengah masyarakat, masih beredar berbagai anggapan mengenai dosa zina dan proses taubat pelakunya.
Salah satu yang kerap terdengar adalah klaim bahwa dosa zina tidak akan diampuni selama 40 tahun, bahkan ada yang menyebut hingga tujuh keturunan.
Pernyataan seperti ini sering membuat seseorang yang ingin bertaubat merasa putus asa dan kehilangan harapan akan rahmat Allah SWT.
Padahal, dalam Islam, pintu taubat selalu terbuka bagi hamba yang benar-benar menyesali perbuatannya dan kembali kepada Allah.
Dalam salah satu kajian, Buya Yahya menjelaskan bahwa anggapan dosa zina tidak diampuni selama puluhan tahun merupakan informasi yang tidak benar.
Meski demikian, Buya Yahya menegaskan bahwa zina tetap termasuk dosa besar yang sangat tercela dan harus dijauhi oleh setiap Muslim.
"Zina adalah dosa besar dan kehinaan. Zina adalah kehinaan diri dan keluarga. Semua dosa begitu mudahnya dihapus, kecuali zina," ujar Buya Yahya.
Beliau melanjutkan bahwa zina merupakan perbuatan yang merendahkan martabat seseorang.
"Maka zina adalah hina, hina, dan hina. Tidak ada yang berzina kecuali manusia yang terhina," lanjutnya.
- Tangkapan Layar YouTube Al Bahjah TV
Kisah Hindun yang Dijelaskan Buya Yahya
Dalam ceramahnya, Buya Yahya mengisahkan tentang Hindun, seorang wanita yang pernah sangat membenci Hamzah bin Abdul Muthalib hingga menyuruh Wahsyi untuk membunuhnya.
Bahkan setelah Hamzah gugur, Hindun disebut mengambil dan memakan hatinya.
Namun kemudian Hindun memeluk Islam. Setelah masuk Islam, ia bersama para wanita lainnya diminta Rasulullah SAW untuk berjanji tidak menyekutukan Allah, tidak mencuri, dan tidak melakukan berbagai perbuatan terlarang.
Ketika diminta berjanji untuk tidak berzina, Hindun merasa keberatan bukan karena ingin melakukannya, melainkan karena tidak bisa membayangkan dirinya melakukan perbuatan tersebut.
Sebagai wanita merdeka dan terhormat, ia menganggap zina sebagai sesuatu yang sangat hina.
Dari kisah itu, Buya Yahya menjelaskan bahwa orang yang menjaga kemuliaan dirinya akan sangat sulit terjerumus ke dalam perzinaan.
Namun, bagi mereka yang pernah terjatuh dalam dosa tersebut, masih ada kesempatan untuk kembali menjadi pribadi yang mulia melalui taubat yang sungguh-sungguh.
Benarkah Dosa Zina Tidak Diampuni Selama 40 Tahun?
Buya Yahya secara tegas membantah anggapan tersebut.
"Tidak benar, kalau orang zina tidak diampuni dosanya selama 40 tahun. Itu adalah berita bohong," tegas Buya Yahya.
Menurut beliau, seseorang yang melakukan zina lalu benar-benar bertaubat kepada Allah SWT dapat memperoleh ampunan tanpa harus menunggu puluhan tahun.
"Asalkan ia menyesal, menangis, taubat yang sesungguhnya. Semua kesan-kesan yang mengingatkan tentang perzinaannya dilupakan," kata Buya Yahya.
Namun Buya Yahya mengingatkan bahwa yang menjadi persoalan adalah ketika seseorang mengaku sudah bertaubat, tetapi masih mempertahankan hal-hal yang berkaitan dengan perzinaan yang pernah dilakukan.
"Yang menjadi masalah adalah bohong tobatnya. Sudah tobat tapi masih menyimpan hadiah dan orang yang menzinainya, itu tobat bohong namanya," lanjut Buya Yahya.
Ciri Taubat yang Sungguh-Sungguh
Buya Yahya menjelaskan bahwa taubat yang benar ditandai dengan penyesalan mendalam dan kebencian terhadap perbuatan dosa yang pernah dilakukan.
Seseorang yang benar-benar bertaubat tidak lagi merasa bangga atau nyaman mengingat masa lalunya.
Bahkan tempat yang pernah digunakan untuk berbuat maksiat pun akan dibenci karena mengingatkannya pada dosa tersebut.
Jika taubat dilakukan dengan sungguh-sungguh, maka Allah SWT dapat mengampuni dosanya saat itu juga.
"Kalau sudah bertaubat, hari itu juga Allah ampuni, tidak menunggu sampai 40 tahun. Itu berita bohong," kata Buya Yahya.
Tidak Perlu Menceritakan Dosa Zina kepada Orang Lain
Buya Yahya juga mengingatkan bahwa dosa zina termasuk dosa yang harus ditutupi.
Seseorang yang ingin bertaubat cukup mengadu kepada Allah SWT tanpa harus menceritakan kesalahannya kepada manusia.
Semakin seseorang menjaga aib dirinya, maka Allah SWT akan menjaga dan menutupi aib tersebut di hadapan manusia.
Karena itu, seseorang yang memiliki masa lalu kelam tidak perlu mengungkapkan perbuatan zinanya kepada calon pasangan, teman, maupun orang lain.
Taubat adalah urusan antara dirinya dengan Allah SWT.
Buya Yahya juga menganjurkan seseorang untuk berhijrah dari lingkungan yang dapat mengingatkan atau membuka kembali aib masa lalunya.
"Maka hanya orang bodoh yang bercerita tentang perzinaannya. Semoga Allah mengampuni kita semua," tutur Buya Yahya.
Hadis tentang Tidak Diampuni 40 Tahun atau Tujuh Keturunan Disebut Tidak Benar
Di akhir penjelasannya, Buya Yahya kembali menegaskan bahwa berbagai kabar yang menyebut dosa zina tidak diampuni selama 40 tahun atau berdampak hingga tujuh keturunan merupakan informasi yang tidak memiliki dasar yang benar.
"Bohong, hadits palsu. Nggak ada itu. Anak seoran pezina pun bisa jadi waliyullah," tutup Buya Yahya.
Menurutnya, informasi semacam itu memang sering disebarkan dengan tujuan menakut-nakuti orang agar tidak berzina.
Namun jika bersumber dari hadis palsu atau informasi yang tidak benar, maka tetap tidak boleh disebarkan. (gwn)