- Antara/Pertamina Patra Niaga
Teks Khutbah Jumat: Kedudukan Lingkungan Hidup dalam Agama Islam
Jakarta, tvOnenews.com - Setiap 5 Juni, dunia internasional memperingati hari lingkungan hidup sedunia. Pada 2026, peringatan ini jatuh pada Jumat, 5 Juni 2026.
Adapun peringatan hari lingkungan hidup sedunia pertama kali digagas oleh Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP). Kemudian, Majelis Umum PBB resmi menetapkan tanggal 5 Juni sebagai peringatan ini pada 1972.
Adapun hari lingkungan hidup sedunia pertama kali dirayakan pada 5 Juni 1973. Hingga kini, peringatan ini sebagai salah satu platform penting di dunia.
Melalui teks khutbah Jumat singkat terbaru untuk pelaksanaan shalat Jumat, 5 Juni 2026, penting untuk memahami kedudukan lingkungan hidup dalam agama Islam.
Teks Khutbah Jumat: Kedudukan Lingkungan Hidup dalam Agama Islam
- Gambar ilustrasi AI
Khutbah I
اَلْحَمْدُ لِلهِ وَاسِعِ الْفَضْلِ وَالْاِحْسَانِ، وَمُضَاعِفِ الْحَسَنَاتِ لِذَوِي الْاِيْمَانِ وَالْاِحْسَانِ، اَلْغَنِيِّ الَّذِيْ لَمِ تَزَلْ سَحَائِبُ جُوْدِهِ تَسِحُّ الْخَيْرَاتِ كُلَّ وَقْتٍ وَأَوَانٍ، العَلِيْمِ الَّذِيْ لَايَخْفَى عَلَيْهِ خَوَاطِرُ الْجَنَانِ، اَلْحَيِّ الْقَيُّوْمِ الَّذِيْ لَاتَغِيْضُ نَفَقَاتُهُ بِمَرِّ الدُّهُوْرِ وَالْأَزْمَانِ، اَلْكَرِيْمِ الَّذِيْ تَأَذَّنَ بِالْمَزِيْدِ لِذَوِي الشُّكْرَانِ. أَحْمَدُهُ حُمْدًا يَفُوْقُ الْعَدَّ وَالْحُسْبَانِ، وَأَشْكُرُهُ شُكْرًا نَنَالُ بِهِ مِنْهُ مَوَاهِبَ الرِّضْوَانِ
أَشْهَدُ أَنْ لَااِلَهَ اِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ دَائِمُ الْمُلْكِ وَالسُّلْطَانِ، وَمُبْرِزُ كُلِّ مَنْ سِوَاهُ مِنَ الْعَدَمِ اِلَى الْوِجْدَانِ، عَالِمُ الظَّاهِرِ وَمَا انْطَوَى عَلَيْهِ الْجَنَانِ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَخِيْرَتُهُ مِنْ نَوْعِ الْاِنْسَانِ، نَبِيٌّ رَفَعَ اللهُ بِهِ الْحَقَّ حَتَّى اتَّضَحَ وَاسْتَبَانَ. صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الصِّدْقِ وَالْاِحْسَانِ. أَمَّا بَعْدُ، أَيُّهَا الْاِخْوَانُ أُوْصِيْكُمْ وَاِيَايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ، بِامْتِثَالِ أَوَامِرِهِ وَاجْتِنَابِ نَوَاهِيْهِ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
Ma'asyiral muslimin rahimakumullah,
Pertama-tama, marilah kita meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT. Kita dapat memperbanyak ketaatan hingga menjauhi segala larangan-Nya, salah satunya kemaksiatan.
Marilah kita mengucapkan rasa syukur atas kehadirat Allah SWT yang Maha Pemberi kenikmatan. Hingga kini, kita dapat berkumpul di masjid yang mulia ini.
Marilah kita juga melimpahkan sholawat dan salam sebanyak-banyaknya kepada Baginda kita, Nabi Muhammad SAW. Berkat beliau kita masuk golongan yang berada di jalan Allah SWT.
Jemaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Pada kesempatan khutbah Jumat hari ini, khatib akan membahas tentang lingkungan hidup. Setiap 5 Juni, seluruh dunia memperingati Hari Lingkungan Hidup.
Maka dari itu, hari ini menjadi momen penting meningkatkan kesadaran serta kepedulian seluruh manusia, termasuk kita agar menjaga kelestarian lingkungan.
Di momen ini, masyarakat mendapat ajakan senantiasa menjaga kebersihan. Selain itu, kita juga diajak mengurangi pencemaran, menghemat sumber daya alam hingga menunjukkan peran aktif melestarikan bumi.
Dengan adanya seruan ini, kita dapat menjaga lingkungan selalu sehat, lestari hingga berkelanjutan.
Dalam ajaran agama Islam, salah satu kedudukan yang sangat penting adalah lingkungan hidup. Pasalnya, kelestarian hidup merupakan bagian dari ciptaan Allah SWT yang wajib kita jaga.
Contoh sederhananya menunjukkan manusia bukanlah pemilik bumi, namun manusia diciptakan untuk menjadi khalifah. Artinya, kita tidak hanya sebagai khalifah, tetapi juga penjaga di muka bumi.
Dalam dalil Al-Quran melalui Surat Al-Baqarah Ayat 30, Allah SWT berfirman:
وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً
Artinya: "Ingatlah ketika Rabbmu berfirman kepada para malaikat: Sesungguhnya Aku hendak menjadikan khalifah di bumi." (QS. Al-Baqarah, 2:30)
Tafsir ayat ini sudah sangat jelas memberikan penegasan bahwa manusia mendapat amanah. Kita yang di sini wajib mengelola bumi sebagaimana memenuhi tanggung jawab kepada Allah SWT.
Dalam Surat Al-A'raf Ayat 56, konsep menjaga lingkungan dalam agama Islam berkaitan dengan larangan agar kita tidak melakukan fasad (kerusakan), Allah SWT berfirman:
وَلَا تُفْسِدُوْا فِى الْاَرْضِ بَعْدَ اِصْلَاحِهَا وَادْعُوْهُ خَوْفًا وَّطَمَعًاۗ اِنَّ رَحْمَتَ اللّٰهِ قَرِيْبٌ مِّنَ الْمُحْسِنِيْنَ
Artinya: "Janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah diatur dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat dengan orang-orang yang berbuat baik." (QS. Al-A'raf, 7:56)
Melalui tafsir ayat ini, Allah SWT menciptakan bumi dalam keadaan seimbang dan baik. Agama Islam melarang perbuatan manusia merusak keseimbangan tersebut, misalnya seperti penebangan liar, pencemaran hingga eksploitasi berlebihan.
Saudaraku jemaah shalat Jumat yang dikaruniai Allah,
Agama Islam memberikan ajaran prinsip keseimbangan. Dalam kehidupan kita diajarkan untuk memanfaatkan sumber daya alam. Sebagaimana dalam Surat Ar Rahman Ayat 7-8, Allah SWT berfirman:
وَالسَّمَاۤءَ رَفَعَهَا وَوَضَعَ الْمِيْزَانَۙ, اَلَّا تَطْغَوْا فِى الْمِيْزَانِ
Artinya: "Langit telah Dia tinggikan dan Dia telah menciptakan timbangan (keadilan dan keseimbangan) agar kamu tidak melampaui batas dalam timbangan itu." (QS. Ar-Rahman, 55:7-8)
Dalam hadis riwayat Rasulullah SAW, ada banyak ajaran agama Islam yang ditemukan membahas tentang kepedulian terhadap lingkungan, salah satunya seperti dijelaskan Imam Ahmad, Nabi Muhammad SAW bersabda:
إِنْ قَامَتِ السَّاعَةُ وَفِي يَدِ أَحَدِكُمْ فَسِيلَةٌ، فَإِنِ اسْتَطَاعَ أَنْ لَا تَقُومَ حَتَّى يَغْرِسَهَا فَلْيَغْرِسْهَا
Artinya: "Jika terjadi kiamat sementara di tangan salah seorang dari kalian ada benih tanaman, maka jika ia mampu menanamnya sebelum kiamat terjadi, maka tanamlah." (HR. Ahmad)
Maka dari itu, agama Islam sangat memperhatikan lingkungan. Kita diajarkan untuk menanam konsep kebersihan bagian dari iman, Rasulullah SAW bersabda:
الطُّهُورُ شَطْرُ الْإِيمَانِ
Artinya: "Kesucian adalah sebagian dari iman." (HR. Muslim)
Upaya kita dalam menjaga lingkungan harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Hal ini sebagai bentuk kesadaran kita, seperti menanam pohon, mengurangi penggunaan plastik, menjaga kebersihan lingkungan hingga tidak merusak alam.
Semua upaya ini bagian dari tanggung jawab kita sebagaimana menjalankan tugas semestinya menjadi khalifah di bumi.
Khutbah II
Kaum muslimin rahimakumullah,
Demikianlah khutbah pertama disampaikan pada hari ini. Dalam penutup khutbah Jumat ini, khatib menyimpulkan bahwa agama Islam sangat peduli terhadap lingkungan hidup. Sejatinya agama Islam tidak hanya mengajarkan tentang hubungan manusia kepada Allah dan sesama manusia, namun juga menekankan untuk melestarikan alam.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ. وَنَفَعَنِي وَاِيِّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. وَتَقَبَّلَ الله مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَاالسَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
(hap)
Sumber Referensi: Quran Kemenag RI, Yayasan Amal Jariyah Indonesia.