- Ilustrasi AI/ChatGPT
Rupiah Melemah dan Harga Naik, Bagaimana Sikap Seorang Muslim? Ustaz Khalid Basalamah Beri Nasihat Menenangkan
tvOnenews.com - Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat belakangan menjadi perhatian masyarakat.
Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran karena berpotensi memengaruhi harga berbagai kebutuhan pokok dan barang impor di pasaran.
Pada 10 Juni 2026, rupiah tercatat berada di kisaran Rp17.905 per dolar AS setelah sebelumnya sempat menyentuh level Rp18.141 per dolar AS sehari sebelumnya.
Penguatan terjadi setelah Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,50 persen.
Meski demikian, tekanan terhadap nilai tukar rupiah tetap menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat.
Banyak yang khawatir kenaikan biaya impor akan berdampak pada harga barang yang semakin mahal dan daya beli yang menurun.
- YouTube/khalidbasalamah
Di tengah situasi tersebut, Ustaz Khalid Basalamah mengingatkan umat Islam agar tidak larut dalam kecemasan berlebihan.
Menurutnya, seorang muslim harus tetap meyakini bahwa rezeki berasal dari Allah SWT, bukan semata-mata ditentukan oleh kondisi ekonomi.
"Kenaikan harga dan melemahnya nilai rupiah memang bisa membuat banyak orang khawatir. Namun seorang muslim meyakini bahwa rezeki tidak ditentukan oleh kondisi ekonomi semata, melainkan oleh Allah Ar-Razzaq, Dzat Yang Maha Memberi Rezeki," tulis Ustaz Khalid Basalamah melalui akun media sosial resminya.
Ia juga mengingatkan agar umat Islam tidak hanya fokus memantau pergerakan harga dan kondisi pasar, tetapi juga memperbaiki hubungan dengan Allah SWT.
Menurutnya, dalam situasi ekonomi yang sulit, keberkahan rezeki sering kali jauh lebih penting dibanding sekadar bertambahnya jumlah penghasilan.
- pixabay
Nasihat tersebut sejalan dengan sebuah peristiwa yang terjadi pada masa Rasulullah SAW.
Ketika harga-harga barang mengalami kenaikan, para sahabat meminta Nabi Muhammad SAW untuk menetapkan harga di pasar.
Namun Rasulullah SAW memberikan jawaban yang penuh hikmah.
إِنَّ اللهَ هُوَ الْمُسَعِّرُ الْقَابِضُ الْبَاسِطُ الرَّازِقُ وَإِنِّيْ َلأَرْجُوْ أَنْ أَلْقَى رَبِّيْ وَلَيْسَ أَحَدٌ مِنْكمْ يَطْلُبُنِى بِمَظْلَمَةٍ مِنْ دَمٍ وَلاَ مَالٍ
"Sesungguhnya Allah-lah yang menetapkan harga, yang menahan dan melepas serta yang memberi rizki, dan aku berharap dapat berjumpa dengan Rabb-ku dalam keadaan tidak seorang pun di antara kalian yang menuntutku lantaran kezhaliman (yang aku lakukan) pada jiwa dan harta (kalian)." (HR At-Tirmidzi: 1314, Abu Dawud: 3451, dan Ibnu Majah dari Anas radhiyallahu 'anhu).
Hadis tersebut mengajarkan bahwa naik dan turunnya harga tetap berada dalam ketentuan Allah SWT.
Karena itu, tekanan ekonomi tidak boleh menjadi alasan bagi seseorang untuk mencari penghasilan melalui cara-cara yang dilarang agama.
Seorang muslim dianjurkan untuk tetap bertakwa dan menjemput rezeki dengan jalan yang halal, sembari meyakini bahwa Allah telah menetapkan rezeki setiap hamba-Nya.
Allah SWT berfirman:
"Siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya dan menganugerahkan kepadanya rezeki dari arah yang tidak dia duga." (QS Ath-Thalaq [65]: 2-3).
Ustaz Khalid Basalamah pun mengajak umat Islam untuk memperbanyak istighfar, sedekah, dan doa di tengah kondisi ekonomi yang penuh tantangan.
Selain itu, tetap bekerja keras, hidup sederhana, serta bertawakal kepada Allah menjadi kunci agar hati tetap tenang.
Sebab pada akhirnya, ketenteraman hidup tidak selalu ditentukan oleh banyaknya harta yang dimiliki, melainkan oleh keberkahan yang Allah SWT berikan dalam setiap rezeki yang diterima. (gwn)