- Muhammadiyah Semarang
Sebentar Lagi Masuk Tahun Baru Islam, Buya Yahya Jelaskan Keistimewaan Dahsyat Amalan Puasa di Bulan Muharram
Jakarta, tvOnenews.com - Ulama kharismatik KH Yahya Zainul Ma'arif alias Buya Yahya membahas tema seputar bulan Muharram. Hal ini mengingat sebentar lagi memasuki Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.
Dalam ceramahnya, Buya Yahya berbicara tentang amalan puasa di bulan Muharram. Hal ini mengingat bulan tersebut sebagai salah satu bulan haram yang dimuliakan oleh Allah SWT.
Menurut Buya Yahya, pembahasan mengenai keistimewaan bulan haram dan amalan di dalamnya sangat penting. Di zaman sekarang, banyak yang tidak memahami kelebihan dari empat bulan mulia.
"Mohon maaf mungkin anak-anak sekolah SMA ditanya suruh sebut bulan haram belibet. Ternyata bukan anaknya saja, ibunya juga enggak tahu, ini repot," ujar Buya Yahya dilansir tvOnenews.com dari Al-Bahjah TV, Rabu (10/6/2026).
Buya Yahya menegaskan, bulan haram sangat banyak berkaitan dengan syariat agama Islam. Di dalamnya terdapat berbagai pahala dari amalan puasa dan sebagainya.
Pengasuh LPD Al-Bahjah, Cirebon itu menekankan agar budaya yang telah dipertahankan para ulama salaf tidak boleh luntur. Ia menginginkan hal ini tetap kokoh sebagai budaya lokal.
Keistimewaan Amalan Puasa di Bulan Muharram
- YouTube
Buya Yahya pun kembali mengingatkan betapa istimewanya puasa yang dianjurkan di bulan Muharram. Ia menegaskan, sebaik-baiknya puasa setelah bulan Ramadhan adalah puasa di bulan Muharram.
Merujuk dari Rumaysho, hadis riwayat dari Abu Hurairah RA menjelaskan tentang keutamaan puasa di bulan Muharram, Rasulullah SAW bersabda:
أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ
Artinya: "Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, Muharram. Sementara shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam." (HR. Muslim Nomor 1163)
Melalui tafsir hadis ini, Buya Yahya mengatakan, bulan Muharram sebagai bulan baik. Di bulan ini, umat Muslim sangat dianjurkan untuk berpuasa.
Ia menuturkan salah satu puasa dianjurkan di bulan Muharram adalah puasa Asyura. Ia menerangkan bahwa, hari Asyura terletak pada tanggal 10 Muharram.
Kata dia, keistimewaan puasa Asyura dapat menghapus dosa seseorang setahun yang lalu. Hal ini telah didasari hadis riwayat shahih dari Rasulullah SAW.
Dalam hadis riwayat Imam Muslim, Nabi Muhammad SAW bersabda:
"Puasa hari Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. Dan puasa hari Asyura dapat menghapus dosa setahun yang lalu." (HR. Muslim)
Ia kemudian mengambil penjelasan hadis riwayat lain mengenai keutamaan puasa Asyura. Nabi Muhammad SAW menjadi salah satu teladan memberikan contoh untuk mengajak umat Muslim berpuasa di hari Asyura.
"Setiap puasa, Nabi menjalankan puasa, tapi untuk Asyura ini, Nabi mengerjakannya karena ada keutamaan yang khusus di dalamnya dibandingkan hari-hari lainnya," bebernya.
Lanjut Buya Yahya, Rasulullah SAW sangat memperhatikan hari Asyura. Maka dari itu, ia tidak mau melewatkan hari baik tersebut.
"Selain bulan Ramadhan, hari yang sangat diutamakan Nabi itu Asyura sehingga beliau mengerjakan puasa Asyura. Artinya, ada keutamaan di dalamnya," katanya.
Ia membeberkan anjuran yang harus dikerjakan saat berpuasa Asyura. Dalam sebuah hadis riwayat, Rasulullah SAW mengajak umatnya meluaskan hingga memperbanyak sikap dermawan kepada keluarga hingga kerabatnya.
"Kalau dia dermawan kepada keluarga dan kerabatnya, maka Allah akan memberi rezeki kepadanya di tahun itu," lanjutnya.
Ia tak membantah hadis riwayat mengenai anjuran tersebut sangat lemah. Akan tetapi, para ulama sepakat hal ini sangat ditekankan karena mengandung kedermawanan dan sedekah.
"Para ulama lebih cenderung mengambil bahwa hari itu untuk bersenang-senang, hari bergembira dengan saudara dan kerabat," tukasnya.
(hap)