- Ilustrasi AI/ChatGPT
Asal Usul Tahun Baru Islam 1 Muharram, Buya Yahya Ungkap Sejarah Penetapan Kalender Hijriah
tvOnenews.com - Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah pada tahun 2026 menjadi momentum penting bagi umat Muslim untuk mengenang perjalanan sejarah Islam.
Bukan sekadar pergantian tahun dalam kalender Hijriah, peringatan ini juga menyimpan kisah menarik tentang bagaimana penanggalan Islam pertama kali ditetapkan.
Banyak orang mengira kalender Hijriah sudah digunakan sejak masa Rasulullah SAW.
Namun, menurut penjelasan Buya Yahya, penetapan tahun Hijriah justru dilakukan beberapa tahun setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW, tepatnya pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab.
Buya Yahya menjelaskan bahwa pada masa itu umat Islam masih menggunakan sistem penanggalan yang sama dengan masyarakat non-Muslim.
Kondisi tersebut membuat Sayyidina Umar bin Khattab merasa perlu menghadirkan identitas tersendiri bagi umat Islam.
- Pixabay/openclipart-vectors
Menurut Buya Yahya, Umar bin Khattab menginginkan agar umat Islam memiliki penanggalan yang berbeda dan khas.
Karena itu, beliau mengumpulkan para sahabat untuk bermusyawarah menentukan sistem tahun dan kalender yang dapat menjadi ciri khas umat Islam.
"Tujuannya membuat penanggalan baru, hari baru dan tahun baru itu untuk berbeda dengan orang-orang yang belum Islam," jelas Buya Yahya.
Dalam musyawarah tersebut, para sahabat mengemukakan berbagai usulan mengenai bulan yang layak dijadikan awal tahun.
Ada yang mengusulkan bulan Rabiul Awal karena berkaitan dengan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Sebagian lainnya mengusulkan Ramadhan atau Syawal.
Perdebatan dan diskusi berlangsung hingga akhirnya para sahabat mencapai kesepakatan.
Mereka menetapkan bulan Muharram sebagai awal tahun dalam kalender Islam.
- Ilustrasi Kementerian Agama/dok kemenag
Buya Yahya menerangkan bahwa keputusan tersebut memiliki sejumlah pertimbangan yang kuat. Salah satunya berkaitan dengan musim haji.
Pada saat itu, banyak kaum Muslim berkumpul di Makkah untuk menunaikan ibadah haji. Setelah rangkaian ibadah selesai, mereka kembali ke daerah masing-masing pada bulan Muharram.
Kondisi tersebut dianggap sangat strategis untuk menyebarkan informasi mengenai penetapan kalender baru kepada seluruh umat Islam.
Buya Yahya menjelaskan bahwa para jemaah haji dapat menjadi penyampai kabar kepada masyarakat di berbagai wilayah tanpa memerlukan sosialisasi yang panjang.
Dengan cara itu, berita tentang dimulainya tahun Hijriah pada bulan Muharram dapat tersebar luas dengan cepat ke berbagai penjuru dunia Islam.
"Dijadikan Muharram sebagai tahun baru agar mereka yang pulang dari haji membawa berita penetapan tahun baru ini kepada masyarakat di kampung halaman masing-masing," terang Buya Yahya.
Sejak saat itulah kalender Hijriah mulai digunakan dan terus bertahan hingga sekarang.
Penanggalan tersebut menjadi salah satu identitas penting umat Islam di seluruh dunia.
Lebih dari sekadar sistem perhitungan waktu, Buya Yahya menegaskan bahwa penetapan tahun Hijriah mengandung pesan agar umat Islam memiliki jati diri yang kuat serta tidak mudah mengikuti kebiasaan yang tidak memiliki keterkaitan dengan nilai-nilai Islam.
Karena itulah, setiap datangnya 1 Muharram, umat Muslim tidak hanya memperingati pergantian tahun, tetapi juga mengingat semangat para sahabat dalam menjaga identitas dan kemuliaan Islam melalui lahirnya kalender Hijriah yang digunakan hingga hari ini. (gwn)