- Ilustrasi AI/ChatGPT
Kapan Puasa Tasu’a dan Asyura 1448 H? Simak Jadwal Menurut Kemenag, Muhammadiyah, dan NU
tvOnenews.com - Umat Islam saat ini tengah berada di bulan Muharram 1448 Hijriah, bulan pertama dalam kalender Islam yang memiliki banyak keutamaan.
Salah satu amalan sunnah yang paling dianjurkan pada bulan ini adalah menjalankan puasa Tasu’a dan Asyura yang dilaksanakan pada tanggal 9 dan 10 Muharram.
Namun, pada tahun 1448 H atau 2026 M, jadwal pelaksanaan puasa Tasu’a dan Asyura tidak sama bagi seluruh umat Islam di Indonesia.
Perbedaan penetapan awal bulan Muharram menyebabkan jadwal puasa sunnah tersebut berbeda antara pemerintah bersama Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU).
Meski demikian, perbedaan ini merupakan hal yang lumrah dalam penentuan kalender Hijriah.
Umat Islam dapat menjalankan ibadah sesuai dengan pedoman organisasi atau otoritas yang mereka ikuti.
- Ilustrasi AI/ChatGPT
Jadwal Puasa Tasu’a dan Asyura 1448 H Versi Kemenag dan Muhammadiyah
Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) serta Muhammadiyah menetapkan 1 Muharram 1448 H jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026.
Dengan demikian, jadwal puasa sunnahnya adalah sebagai berikut:
- Puasa Tasu’a (9 Muharram 1448 H): Rabu, 24 Juni 2026
- Puasa Asyura (10 Muharram 1448 H): Kamis, 25 Juni 2026
Jadwal Puasa Tasu’a dan Asyura 1448 H Versi NU
Sementara itu, Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) menetapkan 1 Muharram 1448 H pada Rabu, 17 Juni 2026.
Berdasarkan penetapan tersebut, jadwal puasa Tasu’a dan Asyura menjadi:
- Puasa Tasu’a (9 Muharram 1448 H): Kamis, 25 Juni 2026
- Puasa Asyura (10 Muharram 1448 H): Jumat, 26 Juni 2026
Perbedaan satu hari ini berawal dari perbedaan metode penentuan awal bulan Hijriah.
Karena itu, masyarakat tidak perlu bingung dan dapat menyesuaikan pelaksanaan ibadah dengan ketentuan yang berlaku di lingkungan masing-masing.
- Pixabay/openclipart-vectors
Puasa Asyura termasuk ibadah sunnah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW.
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Imam Muslim disebutkan:
"Puasa pada hari Asyura menghapuskan dosa setahun yang lalu." (HR Muslim)
Selain itu, Rasulullah SAW juga menganjurkan umat Islam untuk berpuasa sehari sebelum atau sesudah Asyura agar berbeda dengan tradisi yang dilakukan kaum Yahudi.
“Puasalah kalian pada hari Asyura dan bedakan dengan kaum Yahudi, puasalah kalian sehari sebelum atau sesudahnya.” (HR Ahmad)
Karena itulah banyak ulama menganjurkan pelaksanaan puasa Tasu’a pada tanggal 9 Muharram sebagai pendamping puasa Asyura.
Bacaan Niat Puasa Tasu’a
Niat puasa Tasu’a dapat dibaca sejak malam hari hingga sebelum terbit fajar.
Latin: Nawaitu shauma ghadin 'an ada'i sunnatit Tasu'a lillâhi ta'âlâ.
Artinya: "Aku berniat puasa sunnah Tasu’a esok hari karena Allah Ta'ala."
Bacaan Niat Puasa Asyura
Sama seperti puasa Tasu’a, niat puasa Asyura juga dapat dibaca pada malam hari sebelum menjalankan ibadah puasa.
Latin: Nawaitu shauma ghadin 'an ada'i sunnatil Asyura lillâhi ta'âlâ.
Artinya: "Aku berniat puasa sunnah Asyura esok hari karena Allah Ta'ala."
Puasa Tasu’a dan Asyura menjadi salah satu amalan istimewa di bulan Muharram yang sayang untuk dilewatkan.
Selain mendatangkan pahala, ibadah ini juga menjadi sarana bagi seorang Muslim untuk meningkatkan ketakwaan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT di awal tahun Hijriah. (gwn)