- Istimewa
Muncul Dugaan Hubungan Sesama Jenis di Kasus Mutilasi di Depok, Ingatkan Nasihat Buya Yahya soal Ajakan Insaf
Jakarta,tvOnenews.com- Pendakwah Indonesia, Buya Yahya pernah menyampaikan sebuah nasihat soal ajakan insaf. Pesan itu diperuntukkaan pada seluruh pelaku kelainan seksual (LGBT).
Seperti saat ini, ada kasus mutilasi di Depok. Muncul dugaan adanya hubungan sesama jenis (Gay).
Keduanya antara pelaku dan korban, bisa saling kenal lewat media sosial (Medsos). Menurut pengakuan pelaku kalau ia mencari teman mengobrol saja.
Pelaku dan korban, sepakat bertemu di kontrakan Saepul di kawasan Cipayung, Kota Depok, pada 23 Juli 2026. Pelaku mengaku bertemu, karena ingin memiliki teman.
Dalam pemeriksaan, Saepul mengklaim terjadi perselisihan. Dalam pengakuannya si korban melakukan yanh tidak mengenakan, hingga dirinya harus bereaksi mengambil pisau untuk melawan.
"hubungan antara pelaku dengan korban, itu hanya sebatas kenal sama kenal, tidak lebih,” kata Kepala Tim Khusus 2 Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Ipda Breggy Yesaya Imanuel Sutijono, dalam viva.co.id, Sabtu (8/8).
Namun dalam temuan fakta baru oleh tim penyelidikan, ditemukan dalam Handphone tersangka komunitas Gay, atau yang dikenal hubungan sesama jenis.
"Update hasil pemeriksaan dengan saksi-saksi dan pengecekan HP (telepon genggam) milik tersangka, bahwa tersangka tergabung dalam grup (komunitas gay)," kata Dimitri saat dikonfirmasi di Jakarta, dikutip dari Antara, Sabtu (8/8).
Mengajak untuk Berubah
Dengan begitu mengingatkan kita pada nasihat Buya Yahya untuk mengajak seseorang yang "tersesat". Mereka yang masuk dalam kelompok LGBT.
Dalam ceramahnya, dikutip dari YouTube Al Bahjah Tv,. Buya Yahya mengatakan awal rasa itu tercipta dari kelainan yang dialami terus dituruti.
Dengan begitu, Buya menyarankan agar tetap menyayangi mereka yang mengalami kelainan tersebut.
Suka sesama jenis lesbian atau gay termasuk LGBT ialah perilaku dosa besar dalam agama Islam dilarang. Ia pun mengajak agar pelakunya bisa insaf.
"Mereka yang suka sesama jenis itu sayangilah mereka, bagaimana menyayangi mereka yang sudah memiliki mental yang rusak?," kata Buya Yahya.
"Caranya menyayangi mereka dalam menegakkan undang-undang tidak benar, dan bila dibuka secara terus-menerus akan menular makanya penjahat yang paling besar dalam hal ini adalah pelaku-pelakunya ini yang memperkenalkan," jelasnya.
Sebagaimana dalam islam, LGBT diatur dalam Alquran surat Asy-Syu’ara ayat 165–166 dijelaskan bahwa perilaku homoseksual termasuk perbuatan yang melampaui batas.
Sebab, Allah telah menciptakan perempuan sebagai pasangan bagi laki-laki sesuai dengan fitrah yang ditetapkan-Nya. Begitu pula sebaliknya menyangkut perilaku lesbian. Allah SWT berfirman:
اَتَأْتُوْنَ الذُّكْرَانَ مِنَ الْعٰلَمِيْنَ. وَتَذَرُوْنَ مَا خَلَقَ لَكُمْ رَبُّكُمْ مِّنْ اَزْوَاجِكُمْ بَلْ اَنْتُمْ قَوْمٌ عَادُوْنَ
Artinya: “Mengapa kamu mendatangi jenis laki-laki di antara manusia (berbuat homoseks)? Sementara itu, kamu tinggalkan (perempuan) yang diciptakan Tuhan untuk menjadi istri-istrimu? Kamu (memang) kaum yang melampaui batas.” (QS. Asy-Syu’ara: 165-166)
Maka dari itu, Buya mengajak agar para orang tua bisa mengajarkan anak sejak dini soal larangan dalam agama Islam, ataupun hal-hal yang bisa membuat Allah SWT murka.
"Jadi Tolong diberikan penjelasan terkait fitrah ataupun peran orang tua untuk kepada anak-anaknya. Orang itu (pelaku/yang menjerumuskan) penyakit yang menular dan Allah SWT bakal murka dan terkutuk itu, diperkenalkan mereka akan mencoba-coba dan mengalami kelainan, dan menular karena suhunya akan mencari tau apa pasangan sesama jenis," pesan Buya Yahya untuk orang tua. (klw)
waallahualam