news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi Shalat.
Sumber :
  • Ilustrasi AI Gemini

Sempat Terpikir Soal Utang Ketika Sedang Shalat, Apakah Shalatnya Diterima? Begini Hukumnya dalam Islam

Tak dipungkiri manusia kerap terdistraksi oleh urusan dunia, seperti teringat masalah utang di tengah shalat. Lantas bagaimana hukum shalat saat terpikir utang?
Selasa, 11 Agustus 2026 - 23:18 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Allah SWT mewajibkan umat Islam untuk selalu beribadah kepada-Nya, termasuk menjalankan shalat fardhu lima waktu.

Lebih dari sekadar kewajiban, shalat merupakan wadah komunikasi yang sangat mulia antara seorang hamba dengan Sang Pencipta.

Meski membutuhkan ketulusan dan fokus penuh untuk mencapai khusyuk, tak dipungkiri manusia kerap terdistraksi oleh urusan dunia, seperti teringat masalah utang di tengah shalat.

Lantas, bagaimana sebenarnya status hukum shalat yang dikerjakan saat pikiran terbagi oleh hal-hal tersebut? Apakah ibadahnya tetap sah?

Melansir unggahan akun Instagram @belajar.alim, ada beragam keutamaan besar yang bisa diperoleh seseorang ketika menunaikan shalat.

KH Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha) menjelaskan bahwa setiap kali seorang hamba beribadah dan mendirikan shalat, tindakan itu secara langsung membuat setan merasa sangat kesal.

“Manusia itu sukses bikin jengkel setan, karena zaman ini kok masih ada orang sujud, zaman ini kok masih ada orang sedekah, zaman ini kok masih ada orang baca Al Quran itu setan sudah kalah,” ungkap Gus Baha pada unggahan Instagram @belajar.alim.

“Dan kita harus yakin itu semua kehendak Allah,” sambungnya.

Gus Baha
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube Universitas Gadjah Mada

Dalam praktiknya, manusia kerap mengalami gangguan konsentrasi saat shalat, seperti terus terbayang persoalan utang yang membelit.

Gus Baha menganalogikan persoalan kekhusyukan ini melalui kisah saat beliau memberi makan kepada Rukhin.

Walau hidangan yang diberikan tanpa lauk-pauk yang lengkap, Rukhin tetap menikmati makanan tersebut dengan penuh rasa syukur.

“Jadi misalnya saya ketemu rukhin dan saya beri nasi, tapi nasinya tidak ada tempenya tapi rukhin makan dengan asik padahal itu jauh dari sempurna gak ada lauk pauknya. Tidak 4 sehat 5 sempurna, tapi dia makan dengan senang, tentu membuat saya senang,” jelas Gus Baha.

Prinsip tersebut relevan dengan ibadah shalat. Beliau mengakui bahwa gangguan pikiran terkait uang atau masalah pribadi sering kali muncul di tengah shalat, sekalipun hal itu bukan kondisi yang ideal.

“Sama kita dikasih shalat, bentuknya shalat yang dikasih Allah SWT ya sudah kayak gini. Pasti ingat utang, ingat duit, shalatnya tidak begitu benar tapi itu dari Allah SWT,” ujarnya.

“Padahal diluar kita masih ada orang yang sama sekali tidak shalat. Ya sudah disyukuri saja shalat kita tersebut,” lanjut Gus Baha.

Kendati demikian, Gus Baha menilai seseorang yang mengalami hal itu tetap patut bersyukur dan tidak perlu berkecil hati hanya karena belum bisa beribadah secara sempurna.

“Itu lebih baik daripada kamu memaksakan sempurna. Sebab memaksakan sempurna kemudian setelah shalat kamu mengeluh tidak sempat baca doa,” tutur pendakwah asal Rembang ini.

“Kalau kamu memaksakan sempurna, akhirnya ibadah dianggap problem. Ibadah dianggap musykilah sesuatu yang menjengkelkan. Sesuatu yang tidak mengenakkan akhirnya kamu mensifati ibadah itu problem, ini cita-citanya setan,” tandasnya. 

(kmr)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:19
01:38
01:32
04:35
04:23
06:18

Viral