- Ilustrasi AI/ChatGPT
Maulid Nabi Boleh Dirayakan atau Tidak? Begini Penjelasan Tegas Ustaz Adi Hidayat
Sebaliknya, hal-hal yang bertentangan dengan Al-Quran dan tuntunan Rasulullah SAW perlu dihindari.
- Ilustrasi AI/Gemini
Umat Islam Dianjurkan Menghadirkan Kegembiraan
Dalam penjelasannya, Ustaz Adi Hidayat juga mengaitkan sikap terhadap Maulid Nabi dengan kandungan QS Yunus ayat 57-58.
Menurutnya, umat Islam dapat menghadirkan rasa gembira atas karunia dan rahmat Allah SWT.
Ia mencontohkan bagaimana umat terdahulu juga merasakan kegembiraan atas kehadiran para nabi.
"Maka pertama kita mesti gembira. Yang kedua, bagaimana mengekspresikan kegembiraan itu," kata Ustaz Adi Hidayat.
Rasa gembira tersebut, menurutnya, kemudian perlu diwujudkan dengan cara yang tepat dan tidak keluar dari tuntunan agama.
Puasa Senin Menjadi Salah Satu Contoh
Salah satu bentuk ibadah yang disebut Ustaz Adi Hidayat berkaitan dengan kelahiran Rasulullah SAW adalah puasa pada hari Senin.
Hal tersebut merujuk pada hadis ketika Rasulullah SAW ditanya mengenai puasa pada hari Senin. Nabi Muhammad SAW menjelaskan bahwa hari tersebut merupakan hari beliau dilahirkan.
"Ketika Nabi puasa di hari Senin, kata Nabi ini adalah hari aku dilahirkan. Jadi kalau antum memasuki hari kelahiran, boleh mengikuti sunnah Nabi SAW, dengan puasa," ujar Ustaz Adi Hidayat.
Menurut penjelasan tersebut, momentum Maulid Nabi dapat dimanfaatkan untuk memperbanyak amal ibadah, memperbaiki akhlak, serta semakin mengenal sunnah Rasulullah SAW.
Ia juga mengingatkan agar ekspresi kegembiraan tersebut tidak justru menyerupai tradisi yang tidak memiliki kaitan dengan tuntunan Islam.
"Bukan dengan ramai-ramai tiup lilin," katanya.
Maulid Tidak Harus Terbatas pada Satu Hari
Ustaz Adi Hidayat juga menjelaskan bahwa kecintaan kepada Rasulullah SAW seharusnya tidak hanya muncul ketika memasuki bulan Rabiul Awal.
Menurutnya, mengenang dan mempelajari kehidupan Rasulullah dapat dilakukan kapan saja.
"Jadi Maulid itu tidak dibatasi oleh waktu, setiap waktu itu Maulid, setiap waktu itu Maulud," tegasnya.
Ia menambahkan bahwa jika momentum hari kelahiran Rasulullah digunakan untuk memperbanyak kajian, mengenal sunnah, membaca sejarah kehidupan Nabi, serta meningkatkan kecintaan kepada beliau, hal tersebut dapat menjadi kesempatan untuk memperbaiki diri.