- Ilustrasi AI Gemini
Di Tengah Hujan Disertai Angin Kencang Melanda Aceh, Perbanyak Doa saat Hujan Agar Membawa Rezeki
tvOnenews.com - Ketika tiba-tiba diguyur oleh hujan deras di sejumlah wilayah, seperti halnya cuaca ekstrem yang mengakibatkan Aceh diterjang hujan deras hingga angin kencang belakangan ini.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan dini cuaca di wilayah Aceh akan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, disertai dengan kilat atau petir serta angin kencang pada Sabtu (29/8/2026).
Kondisi ini membuat sebagian besar masyarakat sering kali diliputi rasa kekhawatiran akan potensi bencana seperti banjir, angin kencang, dan tanah longsor.
Namun, di sudut pandang seorang muslim, turunnya hujan bukanlah sekadar fenomena alam atau ancaman cuaca semata, melainkan wujud kasih sayang dan rahmat nyata dari Allah SWT.
Dalam Al-Qur’an, hujan dijelaskan sebagai sumber kehidupan utama bagi bumi beserta seluruh makhluk di atasnya.
Melalui tumpahan air hujan, tanah yang gersang kembali subur, tumbuh-tumbuhan berkembang, dan rezeki melimpah mengalir bagi manusia.
Oleh sebab itu, ketimbang hanya memandangnya sebagai ancaman yang menakutkan, hujan adalah nikmat besar yang sepatutnya kita syukuri.
Bahkan saat cuaca buruk melanda, doa yang dipanjatkan ketika hujan turun memiliki kedalaman makna sebagai permohonan agar hujan membawa keberkahan dan kesuburan, bukan musibah.
Terlebih lagi, momen turunnya hujan dikenal sebagai salah satu waktu paling mustajab untuk berdoa.
Dalam sebuah hadis dijelaskan bahwa doa seorang hamba pada waktu ini sangat berpeluang untuk dikabulkan.
Sebab itulah, ketika fenomena hujan mengguyur, umat Islam sangat dianjurkan untuk memperbanyak doa dan zikir.
Rasulullah SAW pun mengajarkan umatnya untuk senantiasa mengingat Allah SWT melalui doa ketika hujan turun, sebagai bentuk rasa syukur sekaligus pengakuan atas keagungan-Nya. Beliau biasa membaca doa berikut:
- Ilustrasi AI
Doa Ketika Turun Hujan
Doa Allahumma Shoyyiban Nafi'an merupakan doa yang dibaca oleh Rasulullah SAW setiap hujan turun.
اللَّهُمَّ صَيِّباً نافِعاً
“Allahumma Shoyyiban Nafi'an”
Artinya: "Ya Allah, turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat."
Kemudian bisa dilanjutkan dengan membaca doa berikut,
اللَّهُمّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا ,اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ
“Allāhumma hawālainā wa lā 'alainā. Allāhumma 'alal ākāmi wal jibāli, waz zhirābi, wa buthūnil awdiyati, wa manābitis syajari.”
Artinya: "Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami (memberkahi), bukan di atas kami (memudaratkan). Ya Allah, turunkanlah hujan ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit, perut lembah, dan tempat tumbuh pohon."
Saat hujan reda, umat Islam dapat melanjutkan dengan membaca doa ini.
مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللَّهِ وَرَحْمَتِهِ
Arab latin: Muthirna bi fadhlillahi wa rohmatihi
Artinya: "Kita mendapat hujan hanya karena karunia dan rahmat Allah."
(kmr)