- ANTARA/Sucia L.
Viral Warga Kalimantan Gelar Shalat Istisqa di Tengah Karhutla, Ini Makna dan Tata Caranya
Artinya:
Nabi Muhammad SAW keluar rumah pada suatu hari untuk memohon diturunkan hujan, lalu beliau shalat dua rakaat bersama kami tanpa azan dan iqamat. Kemudian beliau berdiri untuk khutbah dan memanjatkan doa kepada Allah SWT. Setelah itu beliau mengalihkan wajahnya menghadap kiblat sambil mengangkat kedua tangan, serta membalikkan selendangnya dari pundak kanan ke pundak kiri dan sebaliknya. (HR Imam Ahmad).
- tim tvOne/Berkat
Kapan Shalat Istisqa Dilaksanakan?
Shalat Istisqa dilaksanakan pada siang hari. Berdasarkan hadis yang diriwayatkan dari Aisyah r.a., Rasulullah SAW melaksanakannya setelah matahari mulai terbit.
خرج رسول الله صلى الله عليه وسلم حين بدا حاجب الشمس
Waktu tersebut kurang lebih seperti waktu dimulainya pelaksanaan shalat Idul Fitri atau Idul Adha.
Para ulama berpendapat bahwa shalat Istisqa dapat dilakukan hingga sore hari, selama tidak bertepatan dengan waktu-waktu yang dilarang untuk melaksanakan shalat. Di antaranya ketika matahari tepat berada di atas kepala dan ketika matahari mulai terbenam.
Tata Cara Shalat Istisqa
Secara umum, tata cara shalat Istisqa dilakukan sebanyak dua rakaat secara berjamaah. Berikut tahapan pelaksanaannya:
1. Berkumpul di tanah lapang
Imam dan jamaah berkumpul di tempat terbuka untuk melaksanakan shalat secara berjamaah.
2. Tanpa azan dan iqamat
Shalat Istisqa tidak didahului dengan azan maupun iqamat. Jamaah kemudian berniat melaksanakan shalat Istisqa.
Niat yang dapat dibaca:
أصلي سنة الاستسقاء ركعتين مستقبل القبلة اماما/ماموما لله تعالى
Artinya: "Saya berniat shalat sunnah Istisqa dua rakaat menghadap kiblat sebagai imam/makmum karena Allah Ta'ala."
3. Takbir pada rakaat pertama dan kedua
Setelah takbiratul ihram, imam melakukan takbir sebanyak tujuh kali pada rakaat pertama. Pada rakaat kedua, takbir dilakukan sebanyak lima kali.
4. Membaca Al-Fatihah dan surah
Pada masing-masing rakaat, imam membaca Surah Al-Fatihah yang dilanjutkan dengan surah lainnya. Bacaan dilakukan dengan suara yang dapat didengar oleh jamaah.
Setelah itu, rangkaian shalat dilanjutkan dengan rukuk, iktidal, sujud, duduk di antara dua sujud, hingga berdiri untuk rakaat berikutnya.