- Antara
Ini Alasan Umrah Disebut Haji Kecil, Sebelum Ibadah Jangan Lupa Baca Niatnya
Jakarta, tvOnenews.com - Haji dan umrah dipahami sebagai ibadah yang dilakukan umat Muslim di Makkah. Penyebutan umrah pun muncul di tengah masyarakat sebagai "haji kecil".
Bagi kaum Muslimin, umrah bukan hanya perjalanan fisik ke Tanah Suci, tetapi juga sebuah perjalanan spiritual untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Mari kita bahas lebih dalam tentang keutamaan umrah, perbedaannya dengan haji, serta mengapa disebut haji kecil. Simak di bawah ini.
Secara bahasa, haji dan umrah bermakna berkunjung. Istilahnya, umrah adalah ibadah yang dilakukan dengan cara ihram, tawaf, sa’i antara Shafa dan Marwah, serta diakhiri dengan tahalul (memotong rambut).
- ANTARA
Hal itu sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Al-Baqarah: 196:
وَاَتِمُّوا الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ لِلّٰهِ ۗ فَاِنْ اُحْصِرْتُمْ فَمَا اسْتَيْسَرَ مِنَ الْهَدْيِ ۚ وَلَا تَحْلِقُوْا رُءُوْسَكُمْ حَتّٰى يَبْلُغَ الْهَدْيُ مَحِلَّهٗ ۗ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَّرِيْضًا اَوْ بِهٖٓ اَذًى مِّن *رَّأْسِهٖ فَفِدْيَةٌ مِّن *صِيَامٍ اَوْ صَدَقَةٍ اَوْ نُسُكٍ ۚ فَاِذَآ اَمِنْتُمْ ۗ فَمَنْ تَمَتَّعَ بِالْعُمْرَةِ اِلَى الْحَجِّ فَمَا اسْتَيْسَرَ مِنَ الْهَدْيِ ۚ فَمَنْ لَّم *يَجِدْ فَصِيَامُ ثَلٰثَةِ اَيَّامٍ فِى الْحَجِّ وَسَبْعَةٍ اِذَا رَجَعْتُمْ ۗ تِلْكَ عَشَرَةٌ كَامِلَةٌ ۗ ذٰلِكَ لِمَنْ لَّم *يَكُنْ اَهْلُهٗ حَاضِرِى الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِ ١٩٦
Artinya:
"Sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah. Akan tetapi, jika kamu terkepung (oleh musuh), (sembelihlah) hadyu yang mudah didapat dan jangan mencukur (rambut) kepalamu sebelum hadyu sampai di tempat penyembelihannya. Jika ada di antara kamu yang sakit atau ada gangguan di kepala (lalu dia bercukur), dia wajib berfidyah, yaitu berpuasa, bersedekah, atau berkurban. Apabila kamu dalam keadaan aman, siapa yang mengerjakan umrah sebelum haji (tamatu’), dia (wajib menyembelih) hadyu yang mudah didapat. Akan tetapi, jika tidak mendapatkannya, dia (wajib) berpuasa tiga hari dalam (masa) haji dan tujuh (hari) setelah kamu kembali. Itulah sepuluh hari yang sempurna. Ketentuan itu berlaku bagi orang yang keluarganya tidak menetap di sekitar Masjidilharam. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Mahakeras hukuman-Nya."
Lalu, mengapa umrah sering disebut haji kecil?
Alasan umrah disebut haji kecil, karena tata cara pelaksanaannya mirip dengan ibadah haji, meskipun rukun dan syaratnya lebih sederhana.
Tiga Alasan Ibadah Umrah Disebut Haji Kecil (Al-Hajj Al-Ashghar)
• Pertama, dalam ibadah umrah, penampilannya sama halnya dengan ibadah haji. Sama-sama dimulai dengan ihram, tawaf, sa’i, dan tahalul.
• Kedua, waktunya fleksibel. Berbeda dengan haji yang hanya dilaksanakan di bulan Zulhijah, umrah bisa dilakukan kapan saja sepanjang tahun.
• Ketiga, waktu ibadah umrah lebih singkat dibandingkan haji. Umrah bisa selesai dalam beberapa jam, sedangkan haji membutuhkan waktu beberapa hari.
Namun sebelum berangkat ibadah umrah, jangan lupa membaca niat ihram umrah:
نَوَيْتُ الْعُمْرَةَ وَأَحْرَمْتُ بِهَا لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitul ‘umrata wa aḥramtu biha lillāhi Ta’ālā.
Artinya: “Aku niat melaksanakan umrah dan berihram karena Allah Ta’ala.”
Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda, “Haji itu adalah wukuf di Arafah” (HR. Tirmidzi). Umrah tidak memiliki kewajiban ini, sehingga lebih sederhana dalam pelaksanaannya.
Persiapan Utama Sebelum Berangkat Umrah
Ternyata, sebelum seseorang berangkat umrah maupun haji, dianjurkan untuk mengikuti manasik umrah.
Pasalnya, manasik umrah adalah pembelajaran mengenai tata cara dan ketentuan pelaksanaan ibadah umrah, mulai dari ihram, niat dan mikat, tawaf, sa’i, hingga tahalul.
Selain itu, manasik juga membahas rukun, wajib, sunah, larangan ihram, doa, zikir, serta adab selama berada di Tanah Suci. Dengan memahami manasik, jemaah tidak hanya mengetahui apa yang harus dilakukan, tetapi juga lebih memahami tahapan ibadah yang sedang dijalankan. (klw)