- Ilustrasi AI/ChatGPT
9 Tips Memilih Sandal untuk Umrah agar Nyaman Dipakai Berjalan Jauh
tvOnenews.com - Memilih sandal untuk ibadah umrah tidak boleh dilakukan sembarangan.
Selain nyaman digunakan, alas kaki yang tepat dapat membantu jemaah menjalani berbagai aktivitas selama berada di Tanah Suci, mulai dari berjalan menuju masjid, beraktivitas di sekitar penginapan, hingga mengunjungi sejumlah tempat selama perjalanan ibadah.
Selama umrah, jemaah berpotensi menghabiskan banyak waktu untuk berjalan kaki. Jika sandal yang digunakan terlalu keras, licin, atau tidak sesuai dengan bentuk kaki, rasa tidak nyaman bisa muncul dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
Karena itu, penting untuk memilih sandal yang ringan, memiliki pijakan stabil, dan tidak mudah menyebabkan lecet.
Jemaah juga perlu memperhatikan bahan, ukuran, serta model sandal agar sesuai dengan kebutuhan selama berada di Makkah dan Madinah.
Lantas, bagaimana cara memilih sandal yang tepat untuk umrah? Berikut sejumlah tips yang bisa dijadikan panduan sebelum berangkat ke Tanah Suci.
- Antara
1. Pilih Sandal yang Nyaman untuk Berjalan Jauh
Kenyamanan menjadi hal utama yang perlu diperhatikan ketika memilih sandal untuk umrah. Sebaiknya, pilih sandal yang memiliki bantalan cukup nyaman dan mampu menopang telapak kaki dengan baik.
Hindari sandal dengan alas terlalu tipis atau keras jika akan digunakan untuk berjalan dalam waktu lama.
Sandal yang kurang nyaman dapat membuat kaki cepat pegal, terutama ketika digunakan untuk menempuh jarak yang cukup jauh.
Setiap orang memiliki bentuk kaki dan kebutuhan yang berbeda. Oleh sebab itu, cobalah sandal secara langsung dan gunakan untuk berjalan beberapa menit sebelum memutuskan membelinya.
Sebaiknya, bawa sandal yang sudah biasa digunakan sehari-hari. Jika ingin membeli sandal baru, lakukan jauh-jauh hari sebelum keberangkatan agar bisa dicoba terlebih dahulu dan kaki terbiasa dengan bentuk serta bahannya.
2. Perhatikan Ukuran Sandal
Ukuran sandal juga berpengaruh terhadap kenyamanan selama beribadah. Sandal yang terlalu sempit dapat menekan kaki, sedangkan ukuran yang terlalu besar berisiko membuat kaki bergeser ketika melangkah.
Pastikan seluruh telapak kaki tertopang dengan baik dan jari-jari tidak melewati bagian depan sandal. Berikan ruang yang cukup agar kaki tetap nyaman ketika digunakan berjalan.
Jika memungkinkan, cobalah sandal pada waktu sore hari ketika kaki mungkin sedikit membesar setelah beraktivitas.
Cara ini dapat membantu memastikan sandal tidak terasa terlalu sempit saat digunakan dalam waktu lama.
3. Pilih Sol yang Tidak Licin
Kondisi permukaan lantai dapat berbeda-beda, sehingga sandal dengan daya cengkeram yang baik patut menjadi pertimbangan.
Periksa bagian bawah sandal dan pilih sol yang memiliki pola atau tekstur untuk membantu pijakan lebih stabil.
Jangan hanya melihat ketebalan sol atau tampilan luarnya. Sandal dengan sol tebal belum tentu memiliki daya cengkeram yang baik.
Pastikan juga bahan sol tidak terasa terlalu licin ketika digunakan. Dengan pijakan yang lebih stabil, jemaah dapat merasa lebih percaya diri saat berjalan, meskipun tetap perlu berhati-hati ketika melewati permukaan yang basah.
4. Utamakan Bahan yang Ringan
Sandal berbobot ringan lebih praktis untuk dibawa selama perjalanan umrah. Selain tidak memakan banyak ruang di dalam tas, sandal yang ringan juga dapat menjadi pilihan untuk mendukung mobilitas jemaah.
Beberapa sandal menggunakan bahan EVA yang dikenal ringan dan lentur. Namun, kualitas bantalan, bentuk sandal, dan daya cengkeram sol tetap perlu diperiksa sebelum membeli.
Pilih bahan yang terasa nyaman ketika bersentuhan langsung dengan kulit. Hindari sandal dengan bagian yang terlalu keras karena dapat menimbulkan gesekan, terutama jika digunakan untuk berjalan cukup lama.
5. Hindari Sandal yang Mudah Menyebabkan Lecet
Lecet pada kaki bisa menjadi masalah yang mengganggu kenyamanan selama perjalanan ibadah. Karena itu, pastikan sandal tidak memiliki tali atau bagian tepi yang terlalu keras dan bergesekan dengan kulit.
Bagi pengguna sandal jepit, perhatikan bagian tali yang berada di antara jari kaki. Sementara itu, pengguna sandal bertali perlu memastikan pengikatnya tidak terlalu ketat.
Sebaiknya, jangan langsung menggunakan sandal baru untuk aktivitas berjalan jauh. Cobalah terlebih dahulu di rumah dan gunakan secara bertahap agar kaki terbiasa dengan bentuk serta bahan sandal tersebut.
6. Sesuaikan Model dengan Kebutuhan
Ada beragam model sandal yang dapat dipilih untuk umrah, seperti sandal jepit, sandal gunung, sandal slide, dan sandal sport. Setiap model memiliki kelebihan masing-masing.
Sandal jepit relatif praktis dan mudah dilepas, sedangkan sandal bertali dapat membantu menjaga posisi alas kaki agar lebih stabil. Sandal dengan bantalan dan penyangga lengkungan kaki juga bisa menjadi pilihan bagi jemaah yang mengutamakan kenyamanan saat berjalan jauh.
Pilih model berdasarkan kebutuhan dan kondisi kaki, bukan hanya karena mengikuti tren. Sandal yang nyaman bagi orang lain belum tentu cocok digunakan oleh setiap jemaah.
7. Perhatikan Ketentuan Sandal saat Ihram
Selain mempertimbangkan kenyamanan, jemaah juga perlu memahami ketentuan alas kaki selama ihram. Hal ini terutama perlu diperhatikan oleh jemaah laki-laki karena terdapat aturan khusus mengenai alas kaki yang digunakan saat ihram.
Jangan menganggap semua sandal otomatis sesuai dengan ketentuan tersebut. Sebelum membeli, jemaah sebaiknya berkonsultasi dengan pembimbing umrah atau mengikuti panduan manasik dari penyelenggara perjalanan.
Dengan begitu, sandal yang dipilih tidak hanya nyaman untuk digunakan, tetapi juga sesuai dengan tuntunan ibadah yang dijalankan.
8. Pilih Sandal yang Mudah Dikenali
Di tengah banyaknya jemaah yang beraktivitas di area masjid, sandal dengan model atau warna serupa dapat tertukar. Oleh karena itu, pilih sandal yang mudah dikenali atau gunakan penanda khusus pada sandal.
Jemaah bisa memanfaatkan kantong sandal dengan warna mencolok atau memberi tanda sederhana pada alas kaki. Simpan sandal di tempat yang diperbolehkan dan ikuti aturan penyimpanan alas kaki di area masjid.
Langkah sederhana ini dapat membantu mengurangi risiko sandal tertukar atau sulit ditemukan setelah beribadah.
9. Jangan Lupa Membawa Kantong Sandal
Kantong sandal menjadi salah satu perlengkapan yang sebaiknya dibawa saat umrah. Ketika memasuki masjid, jemaah perlu melepas alas kaki sebelum masuk ke area yang telah ditentukan.
Agar lebih praktis, sandal bisa dimasukkan ke dalam kantong khusus, kemudian dibawa di dalam tas atau ditenteng saat beribadah, sesuai aturan yang berlaku di area masjid. Cara ini dapat memudahkan jemaah menemukan sandal saat hendak keluar.
Mengingat area Masjidil Haram dan Masjid Nabawi sangat luas, membawa sandal sendiri bisa menjadi pilihan praktis dibandingkan menyimpannya di tempat penitipan yang sulit ditemukan kembali. Pastikan sandal disimpan dengan rapi dan tidak mengganggu kenyamanan jemaah lain selama beribadah.
(gwn)