- Instagram yollayuliana1515 / Red Sparks
Megatron Gak Mau Ikut Yolla Yuliana ke Jepang? Meski Yolla Dianggap Kalah Jam Terbang dari Megawati Hangestri, Tak Disangka Gajinya di Tokyo Sunbeams Nilainya....
tvOnenews.com - Nasib Megawati Hangestri untuk musim depan di Korea Selatan bersama Red Sparks masih belum jelas. Megawati tak mau ikut jejak Yolla Yuliana ke Jepang?
Perjalanan karier internasional pevoli Indonesia, Megawati Hangestri Pertiwi, telah membuka jalan bagi rekannya, Yolla Yuliana, untuk merambah kancah voli profesional di luar negeri.
Namun, berbeda dengan Megawati yang berkarier di Korea Selatan bersama Daejeon Jung Kwan Jang Red Sparks.
Sementara, Yolla memilih Jepang sebagai destinasi berikutnya dengan bergabung bersama Tokyo Sunbeams.
Perbandingan Gaji Megawati Hangestri dan Yolla Yuliana
Pada musim pertamanya bersama Red Sparks, Megawati menerima bayaran sebesar 100 ribu dolar AS atau sekitar Rp1,5 miliar.
Performa impresifnya membuat klub memperpanjang kontraknya untuk musim kedua dengan kenaikan gaji menjadi 150 ribu dolar AS atau sekitar Rp2,4 miliar.
Sementara itu, Yolla Yuliana menandatangani kontrak satu musim dengan Tokyo Sunbeams, klub yang berkompetisi di kasta kedua Liga Voli Jepang.
Meskipun nominal resmi gajinya belum diumumkan, diperkirakan Yolla menerima sekitar Rp1,5 miliar per musim, sebanding dengan gaji pemain asing lainnya di liga tersebut.
- Instagram-Yolla Yuliana
Perbedaan pilihan negara antara Megawati dan Yolla tidak lepas dari regulasi yang diterapkan oleh federasi voli masing-masing.
Federasi Bola Voli Korea Selatan (KOVO) memiliki aturan yang membatasi pemain asing dari kuota Asia untuk bermain maksimal dua musim berturut-turut di satu tim.
Aturan ini membuat masa depan Megawati di Red Sparks setelah musim 2024/2025 menjadi tidak pasti.
Jika Red Sparks menawarkan perpanjangan kontrak dan Megawati menolak, ia tidak dapat bermain di liga Korea selama dua tahun sesuai aturan KOVO.
Sebaliknya, Liga Voli Jepang tidak memiliki batasan serupa, sehingga Yolla Yuliana memiliki fleksibilitas lebih dalam melanjutkan kariernya di Jepang tanpa terikat oleh aturan durasi kontrak untuk pemain asing.
Perbandingan gaji antara liga Korea Selatan dan Jepang menunjukkan bahwa pemain asing di Korea Selatan, seperti Megawati, dapat menerima gaji yang lebih tinggi dibandingkan dengan pemain asing di liga Jepang kasta kedua.