news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Megatron Gak Mau Ikut Yolla Yuliana ke Jepang Meski Yolla Dianggap Kalah Jam Terbang dari Megawati Hangestri, Tak Disangka Gajinya di Tokyo Sunbeams Nilainya.....
Sumber :
  • Instagram yollayuliana1515 / Red Sparks

Megatron Gak Mau Ikut Yolla Yuliana ke Jepang? Meski Yolla Dianggap Kalah Jam Terbang dari Megawati Hangestri, Tak Disangka Gajinya di Tokyo Sunbeams Nilainya....

Nasibnya belum jelas, Megawati Hangestri gak mau pulang kampung dan main di klub lokal? Ternyata segini gaji Megatron di Jakarta BIN, nilainya lebih tinggi dari Red Sparks?
Kamis, 6 Maret 2025 - 14:50 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Nasib Megawati Hangestri untuk musim depan di Korea Selatan bersama Red Sparks masih belum jelas. Megawati tak mau ikut jejak Yolla Yuliana ke Jepang?

Perjalanan karier internasional pevoli Indonesia, Megawati Hangestri Pertiwi, telah membuka jalan bagi rekannya, Yolla Yuliana, untuk merambah kancah voli profesional di luar negeri. 

Namun, berbeda dengan Megawati yang berkarier di Korea Selatan bersama Daejeon Jung Kwan Jang Red Sparks.

Sementara, Yolla memilih Jepang sebagai destinasi berikutnya dengan bergabung bersama Tokyo Sunbeams.

Perbandingan Gaji Megawati Hangestri dan Yolla Yuliana

Pada musim pertamanya bersama Red Sparks, Megawati menerima bayaran sebesar 100 ribu dolar AS atau sekitar Rp1,5 miliar. 

Performa impresifnya membuat klub memperpanjang kontraknya untuk musim kedua dengan kenaikan gaji menjadi 150 ribu dolar AS atau sekitar Rp2,4 miliar.

Sementara itu, Yolla Yuliana menandatangani kontrak satu musim dengan Tokyo Sunbeams, klub yang berkompetisi di kasta kedua Liga Voli Jepang. 

Meskipun nominal resmi gajinya belum diumumkan, diperkirakan Yolla menerima sekitar Rp1,5 miliar per musim, sebanding dengan gaji pemain asing lainnya di liga tersebut.

Megawati Hangestri bersama Yolla Yuliana
Sumber :
  • Instagram-Yolla Yuliana

 

Perbedaan pilihan negara antara Megawati dan Yolla tidak lepas dari regulasi yang diterapkan oleh federasi voli masing-masing. 

Federasi Bola Voli Korea Selatan (KOVO) memiliki aturan yang membatasi pemain asing dari kuota Asia untuk bermain maksimal dua musim berturut-turut di satu tim. 

Aturan ini membuat masa depan Megawati di Red Sparks setelah musim 2024/2025 menjadi tidak pasti. 

Jika Red Sparks menawarkan perpanjangan kontrak dan Megawati menolak, ia tidak dapat bermain di liga Korea selama dua tahun sesuai aturan KOVO. 

Sebaliknya, Liga Voli Jepang tidak memiliki batasan serupa, sehingga Yolla Yuliana memiliki fleksibilitas lebih dalam melanjutkan kariernya di Jepang tanpa terikat oleh aturan durasi kontrak untuk pemain asing.

Perbandingan gaji antara liga Korea Selatan dan Jepang menunjukkan bahwa pemain asing di Korea Selatan, seperti Megawati, dapat menerima gaji yang lebih tinggi dibandingkan dengan pemain asing di liga Jepang kasta kedua. 

Namun, batasan durasi kontrak di Korea Selatan dapat menjadi pertimbangan bagi pemain dalam memilih destinasi karier internasional mereka.

Keputusan Yolla Yuliana untuk berkarier di Jepang mungkin dipengaruhi oleh fleksibilitas regulasi dan kesempatan untuk mendapatkan pengalaman internasional tanpa terikat oleh batasan durasi kontrak seperti di Korea Selatan. 

Sementara itu, Megawati Hangestri perlu mempertimbangkan opsi kariernya setelah musim kedua bersama Red Sparks.

Apakah akan melanjutkan di Korea Selatan dengan tim lain atau mencari peluang di negara lain, seperti Jepang.

Kedua pevoli ini telah menunjukkan bahwa atlet Indonesia memiliki potensi besar untuk bersaing di kancah internasional. 

Pilihan Megatron dan Yolla untuk berkarier di luar negeri tidak hanya meningkatkan kemampuan individu tetapi juga membawa nama baik Indonesia di dunia voli internasional. (udn)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:13
02:10
01:39
06:50
01:36
07:02

Viral