news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Kok Bisa, Megatron Tak Masuk 5 Besar Top Skor, Tapi Pertamina Enduro Sudah ke Final Four Proliga 2026.
Sumber :
  • instagram JPEVolley

Kok Bisa, Megatron Tak Masuk 5 Besar Top Skor, Tapi Pertamina Enduro Sudah ke Final Four Proliga 2026

Absennya Megatron dari papan atas Top Skor individu tak menghalangi kontribusinya dalam mengantar Jakarta Pertamina Enduro melangkah ke final four Proliga 2026
Selasa, 24 Februari 2026 - 20:56 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Tak ada nama Megatron di jajaran lima besar, bahkan ia masih tercecer di luar kelompok 200 poin pada daftar top skor sementara Proliga 2026

Fakta ini cukup mengejutkan, mengingat Megawati Hangestri selama ini identik dengan mesin poin andalan tim.

Per Selasa (24/2), daftar 10 besar pencetak angka terbanyak sektor putri menunjukkan dominasi pemain asing. 

Sementara Megawati baru mengoleksi 173 poin dan terpaut 27 angka dari batas 200 poin, angka yang sudah ditembus empat pemain lain. 

Namun menariknya, absennya Megatron dari papan atas statistik individu tak menghalangi kontribusinya dalam mengantar Jakarta Pertamina Enduro melangkah ke final four.

Bursa Top Skor Dikuasai Legiun Asing

Persaingan menuju babak empat besar berjalan seiring dengan ketatnya perebutan gelar top skor. Hingga pekan ketujuh yang berlangsung di GOR Padepokan Voli Jenderal Pol Kunarto, Bogor, empat nama telah menembus 200 poin.

Puncak daftar dihuni oleh Neriman Ozsoy dari Jakarta Electric PLN Mobile dengan 253 poin. Di bawahnya terdapat Ana Bjelica (Jakarta Livin Mandiri) dengan 233 poin, lalu Annie Mitchem (Gresik Phonska Plus) yang mengoleksi 219 angka.

Posisi keempat ditempati Bethania de la Cruz dari Jakarta Popsivo Polwan dengan 205 poin. Keempatnya merupakan pemain asing yang menjadi tumpuan utama tim masing-masing.

Megawati Hangestri saat main di Proliga 2026 bersama Jakarta Pertamina Enduro
Sumber :
  • Instagram @jpevolley

Sementara itu, satu-satunya pemain lokal yang berhasil menembus 10 besar adalah Megawati. 

Eks opposite hitter Red Sparks itu duduk di peringkat kedelapan dengan 173 poin, di bawah Wilma Salas (191 poin) dan Iana Shcherban (188 poin) yang juga memperkuat Pertamina Enduro.

Data ini menunjukkan bahwa beban produktivitas di banyak tim masih bertumpu pada legiun impor. Namun di sisi lain, Megawati tetap menjadi representasi konsistensi pemain lokal di tengah gempuran nama-nama internasional.

Performa Megatron dan Peran Strategis di Tim

Meski tak memimpin daftar top skor, peran Megawati dalam perjalanan Pertamina Enduro musim ini tak tergantikan. 

Tim asuhan mereka sudah memastikan tiket final four bersama Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia.

Kontribusi Megatron tak melulu soal jumlah poin. Dalam sejumlah laga krusial, ia hadir sebagai pembeda saat tim membutuhkan momentum. 

Rotasi serangan yang lebih merata membuat distribusi angka di Pertamina Enduro terbagi ke beberapa pemain, termasuk dua legiun asing mereka.

Pendekatan kolektif inilah yang membuat Pertamina tetap stabil di papan atas klasemen dengan 24 poin dari delapan kemenangan. 

Artinya, meski Mega tidak selalu mencetak angka tertinggi dalam satu pertandingan, perannya dalam menjaga ritme dan tekanan terhadap lawan tetap signifikan.

Tantangan 200 Poin di Laga Pamungkas

Sorotan kini tertuju pada satu pertanyaan: mampukah Megawati menembus 200 poin sebelum fase reguler berakhir?

Pertamina Enduro hanya menyisakan satu pertandingan, yakni menghadapi Gresik Phonska Plus Indonesia pada 26 Februari pukul 20.30 WIB di Bogor. Untuk menyentuh angka 200, Megawati membutuhkan minimal 27 poin dalam satu laga.

Tantangan ini tidak mudah. Sepanjang Proliga 2026, raihan poin tertinggi Mega dalam satu pertandingan belum menembus 25 angka. Artinya, ia harus mencatatkan performa terbaik musim ini untuk mencapai target tersebut.

Namun terlepas dari apakah ia mampu menyentuh 200 poin atau tidak, satu hal sudah pasti: Megawati telah membawa Pertamina Enduro ke final four. 

Statistik individu boleh saja menempatkannya di urutan kedelapan, tetapi kontribusi terhadap tim jauh lebih besar dari sekadar angka.

Kini publik menanti, apakah Megatron akan meledak di laga terakhir fase reguler dan menembus 200 poin? Atau justru ia menyimpan energi untuk panggung final four awal April nanti?

Yang jelas, Proliga 2026 membuktikan bahwa dominasi tak selalu diukur dari daftar top skor. Kadang, dampak terbesar justru lahir dari konsistensi dan peran strategis dan Megawati Hangestri tetap menjadi bagian penting dari cerita itu. (udn)
 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:30
02:18
02:01
01:20
05:27
04:09

Viral