- instagram JPEVolley
Irina Voronkova Jadi Pemain Termahal Proliga 2026? Segini Perbandingannya dengan Pemain Lokal
tvOnenews.com - Kehadiran Irina Voronkova di Jakarta Pertamina Enduro pada Final Four Proliga 2026 langsung memicu rasa penasaran publik, bukan hanya soal performanya, tetapi juga nilai kontraknya.
Wajar saja, pemain asal Rusia itu datang dengan status bintang dunia dan langsung memimpin daftar top skor di pekan pertama.
Namun, berbeda dengan sepak bola, dunia voli, khususnya kompetisi Proliga tidak memiliki transparansi penuh terkait nilai kontrak pemain.
Baik klub maupun federasi jarang mengungkap angka resmi, termasuk dalam kasus Voronkova yang hingga kini tidak memiliki data gaji yang dipublikasikan secara terbuka.
Lantas berapa gaji atau nilai transfer Irina Voronkova di Jakarta Pertamina Enduro pada Final Four Proliga 2026?
Tidak Ada Angka Resmi, PBVSI Justru Atur Sistem Gaji
Federasi PBVSI sebenarnya sudah memiliki pedoman terkait struktur gaji pemain. Dalam beberapa laporan media, PBVSI membagi kategori gaji atlet berdasarkan level pengalaman.
* Pemula: Rp3–8 juta per bulan
* Level nasional (PON/SEA Games): Rp8–12 juta
* Level internasional: Rp12–20 juta
* Bintang timnas/top player: bisa mencapai Rp75–125 juta per bulan
Bahkan dalam praktiknya, pemain elite bisa mengantongi lebih dari Rp1 miliar per musim jika dihitung dengan bonus dan durasi kompetisi.
Namun penting dicatat, angka tersebut lebih banyak berlaku untuk pemain lokal. Untuk pemain asing, skemanya jauh berbeda.
- instagram JPEVolley
Gaji Pemain Asing: Bisa Tembus Miliaran
PBVSI tidak merinci angka pasti untuk pemain asing, tetapi berbagai laporan menyebut bahwa nilai kontrak mereka jauh lebih tinggi dibanding pemain lokal.
Dalam satu musim Proliga, pemain asing berpengalaman disebut bisa menerima sekitar Rp3–4 miliar.
Angka ini sejalan dengan kritik yang sempat muncul dari tokoh nasional yang menilai gaji pemain asing terlalu tinggi dan menciptakan kesenjangan di dalam liga.
Dengan status Voronkova sebagai:
* eks pemain Olimpiade
* juara Liga China
* top skor Proliga 2024 (275 poin)
Maka secara logika pasar, ia hampir pasti masuk kategori pemain asing premium dengan nilai kontrak di level atas.
Salary Cap PBVSI: Upaya Menekan Ketimpangan
Menariknya, PBVSI mulai merespons ketimpangan tersebut dengan merancang sistem salary cap. Aturan ini akan membatasi total pengeluaran gaji pemain dalam satu tim, baik lokal maupun asing.
"Kita sudah membuat aturan yaitu salary cap ini akan kita terapkan pada tahun 2027. Tentu salary cap-nya kita akan lebih rendahkan gitu, ya tidak mematikan untuk honor atlet baik itu nasional maupun internasional, tapi kita coba supaya kelompok-kelompok yang menengah ini bisa ikut," kata Ketua Umum PBVSI Imam Sudjarwo.
Kebijakan ini rencananya mulai diterapkan penuh pada 2026–2027 untuk menjaga keseimbangan kompetisi dan mencegah dominasi tim dengan kekuatan finansial besar.
Posisi Voronkova dalam Peta Gaji Proliga
Jika mengacu pada data dan regulasi yang ada, maka posisi Voronkova bisa dipetakan sebagai berikut:
* Tidak ada angka resmi yang diumumkan
* Masuk kategori pemain asing elite
* Berpotensi berada di kisaran Rp1–4 miliar per musim (short contract)
* Kemungkinan mendapat kontrak premium karena direkrut khusus untuk Final Four
Hal ini juga diperkuat oleh pola Proliga, di mana durasi kompetisi yang singkat (±3–4 bulan) membuat klub berani menggelontorkan dana besar untuk pemain instan yang bisa langsung memberi dampak.
Kesenjangan Nyata: Lokal vs Asing
Perbandingan ini menunjukkan gap yang cukup jelas:
* Pemain lokal top: ±Rp75–125 juta/bulan
* Pemain asing: bisa miliaran per musim
Perbedaan ini menjadi salah satu alasan utama lahirnya wacana salary cap. PBVSI ingin memastikan kompetisi tetap kompetitif tanpa membuat klub kecil tertinggal secara finansial.
Meski belum ada angka resmi terkait gaji Irina Voronkova, berbagai data menunjukkan bahwa ia berada di level tertinggi dalam struktur gaji pemain Proliga.
Dengan kisaran pemain asing yang bisa mencapai miliaran rupiah per musim, kehadirannya di Jakarta Pertamina Enduro jelas bukan investasi kecil.
Di sisi lain, regulasi PBVSI melalui salary cap menjadi langkah penting untuk menjaga keseimbangan antara pemain lokal dan asing.
Jika diterapkan secara konsisten, kebijakan ini bisa menjadi titik balik profesionalisme Proliga di masa depan. (udn)