news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Duel “Formalitas” Jakarta Popsivo Polwan vs Jakarta Electric PLN yang Berubah Jadi Ajang Pembuktian.
Sumber :
  • instagram Jakarta Popsivo Polwan dan Jakarta Electric PLN

Duel “Formalitas” Jakarta Popsivo Polwan vs Jakarta Electric PLN yang Berubah Jadi Ajang Pembuktian

Jakarta Popsivo Polwan tampil lebih stabil secara mental dan taktis. Mereka mampu bangkit usai kehilangan set pertama. Sementara Jakarta Electric PLN saat berada
Minggu, 19 April 2026 - 22:08 WIB
Reporter:
Editor :

Tekanan berbalik arah, terutama saat servis tajam Popsivo sulit diantisipasi. Set ketiga menjadi bukti dominasi tersebut. Konsistensi Pena dan Smarzek di lini depan membawa Popsivo unggul 25-19. 

Secara statistik, Popsivo unggul dalam efisiensi serangan dan memanfaatkan error lawan, faktor yang kerap menentukan di level kompetitif seperti Final Four.

Kesalahan Fatal Electric PLN Jadi Pembeda

Set keempat sempat berjalan seimbang hingga skor 9-9. Electric bahkan unggul 13-11 dan terlihat berpeluang memaksakan rubber set. Namun, momentum kembali lepas akibat kesalahan sendiri yang beruntun.

Popsivo memanfaatkan celah tersebut dengan sangat efektif. Mereka melesat hingga 19-15 dan tak lagi terkejar.

Final Score :
Jakarta Electric PLN 1 Vs 3 Jakarta Popsivo Polwan
(25-21 | 25-27 | 19-25 | 18-25)

Upaya Ersandrina Devega memperkecil selisih angka tak cukup untuk membendung laju lawan. Popsivo akhirnya menutup set 25-18 dan memastikan kemenangan 3-1.

Pelatih Popsivo, Darko Dobriskov, menegaskan bahwa mentalitas menjadi kunci kebangkitan timnya.

“Intinya kami menanamkan kepercayaan kepada para pemain dan berhasil memenangkan pertandingan ini,” ujarnya usai laga.

Sementara itu, asisten pelatih Electric PLN, Anantachai Yoonprathom, menyebut laga ini sebagai bagian penting dari persiapan menghadapi perebutan posisi ketiga di Yogyakarta. 

Pernyataan ini menegaskan bahwa meski disebut formalitas, pertandingan tetap memiliki nilai strategis.

Sinyal Kekuatan Menuju Grand Final Proliga 2026

Jika dibandingkan, Popsivo tampil lebih stabil secara mental dan taktis. Mereka mampu bangkit setelah kehilangan set pertama, sesuatu yang tidak berhasil dilakukan Electric PLN saat berada di bawah tekanan.

Fakta menariknya, Popsivo mencatat kemenangan dengan pola yang konsisten: kalah di set awal, lalu bangkit di tiga set berikutnya. Ini menunjukkan daya tahan mental yang bisa menjadi senjata utama di fase akhir kompetisi.

Sebaliknya, Electric PLN masih menghadapi persoalan klasik: inkonsistensi dan error di momen krusial. 

Jika tidak segera diperbaiki, hal ini bisa menjadi batu sandungan besar, terutama saat tekanan di grand final Proliga 2026 jauh lebih tinggi.

Pada akhirnya, laga ini membuktikan satu hal: tidak ada pertandingan yang benar-benar “formalitas” di level Final Four. 

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:49
01:11
00:57
01:39
01:00
01:34

Viral