- KOVO
Bukan Megawati Hangestri?! Hyundai Hillstate Ternyata Lebih Dulu Kejar Vanja Bukilic, Ini Alasan Akhirnya Pilih Megatron
tvOnenews.com - Hyundai Hillstate ternyata sempat abaikan Megawati Hangestri dan bidik sahabatnya, Vanja Bukilic. Ini alasannya.
Nama Megawati Hangestri Pertiwi kini menjadi pusat perhatian menjelang bergulirnya Liga Voli Korea musim 2026/2027.
Opposite andalan Indonesia itu resmi bergabung dengan Hyundai Hillstate dan diproyeksikan menjadi mesin poin baru klub raksasa Korea Selatan tersebut. Namun di balik transfer yang kini disambut antusias publik voli Asia, ternyata ada cerita menarik yang baru terungkap.
Sebelum akhirnya menjatuhkan pilihan kepada Megawati, Hyundai Hillstate rupanya sempat memiliki target lain. Klub juara Liga Voli Korea itu awalnya lebih memprioritaskan perekrutan outside hitter asal Serbia, Vanja Bukilic.
Nama Bukilic dianggap cocok untuk melengkapi kebutuhan tim yang tengah membangun ulang komposisi pemain asing demi mempertahankan dominasi di V-League.
Situasi berubah cepat ketika Vanja Bukilic memilih bergabung dengan Red Sparks, klub yang justru pernah dibela Megawati selama dua musim terakhir.
Keputusan itu membuat Hyundai Hillstate harus bergerak mencari opsi baru. Di tengah pencarian tersebut, nama Megawati kembali masuk radar dan akhirnya menjadi pilihan utama setelah melalui proses pemantauan yang cukup panjang.
Pelatih Hyundai Hillstate, Kang Sung-hyung, mengakui timnya memang membutuhkan sosok outside hitter untuk menopang Megawati yang dikenal sebagai opposite murni.
Karena itu, komposisi pemain asing menjadi sangat penting untuk menjaga keseimbangan kekuatan tim musim depan.
- KOVO
Vanja Bukilic Gagal Direkrut, Hillstate Putar Haluan?
Dilansir media Korea Sports Hangkook pada Rabu (28/5/2026), Hyundai Hillstate sebenarnya telah menyiapkan beberapa kandidat sebelum akhirnya mengunci transfer Megawati.
Vanja Bukilic menjadi incaran utama karena dinilai memiliki karakter permainan agresif yang sesuai dengan kebutuhan tim.
Namun rencana itu buyar setelah Bukilic menerima tawaran Red Sparks. Klub asal Daejeon tersebut memang sedang mencari pengganti sepadan usai ditinggal Megawati.
Kehadiran Bukilic pun diproyeksikan menjadi bagian penting dalam proyek baru Red Sparks menghadapi musim kompetisi mendatang.
Tak hanya Bukilic, Hillstate ternyata juga sempat membidik satu pemain asing lain. Sayangnya, target tersebut memilih mundur dari draft V-League dan melanjutkan karier di Liga Voli Turki.
“Hyundai Hillstate sebenarnya memiliki satu pemain incaran utama, tetapi pemain tersebut akhirnya memilih kontrak di Liga Voli Turki,” tulis laporan Sports Hangkook.
Meski identitas pemain itu tidak diumumkan secara resmi, nama Ivana Vanjak sempat dikaitkan dengan rumor tersebut.
Pevoli asal Serbia itu kini diketahui bergabung bersama Manisa BBSK di Sultanlar Ligi musim 2026/2027 setelah sebelumnya tampil di Indonesia bersama Jakarta Pertamina Enduro pada Proliga 2023/2024.
Setelah gagal mendapatkan dua target utama, Hyundai Hillstate akhirnya mengalihkan fokus kepada pemain muda asal Amerika Serikat, Jordan Wilson. Outside hitter berusia 23 tahun itu diproyeksikan menjadi tandem Megawati di lini serang.
Jordan Wilson dijadwalkan tiba di Korea Selatan pada Agustus mendatang untuk menjalani persiapan pramusim bersama Hillstate.
Kang Sung-hyung Ungkap Kekhawatiran soal Kondisi Fisik Megawati
Di balik keputusan merekrut Megawati, Hyundai Hillstate ternyata sempat menyimpan kekhawatiran mengenai kondisi fisik sang pemain.
Pelatih Kang Sung-hyung bahkan mengaku melakukan pemantauan langsung untuk memastikan kualitas Megawati masih berada di level terbaik.
“Saya banyak memikirkannya. Jadi saya pergi ke lokasi untuk menontonnya secara langsung. Saya menonton pertandingan, dan memperhatikan bahwa lompatannya kurang,” ujar Kang Sung-hyung.
Penurunan daya lompat Megawati sempat menjadi perhatian serius tim pelatih. Namun setelah dilakukan evaluasi lebih mendalam, kondisi tersebut dinilai bukan disebabkan cedera berat, melainkan faktor kebugaran dan peningkatan berat badan.
Hyundai Hillstate kemudian membawa Megawati ke Korea Selatan untuk menjalani pemeriksaan medis menyeluruh, termasuk pemindaian MRI pada kedua lututnya.
“Ini adalah cerita yang belum dipublikasikan, tetapi datang ke Korea selama tiga malam dan empat hari untuk menjalani pemindaian MRI pada kedua lututnya,” kata Kang Sung-hyung.
Hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi lutut Megawati masih dalam batas aman. Sang pelatih menegaskan masalah kronis yang dimiliki Megawati merupakan hal umum bagi atlet voli profesional dan tidak cukup serius untuk mengganggu performanya sepanjang musim.
“Dia tidak perlu meninggalkan pertandingan di tengah jalan karena nyeri lutut seperti pemain asing kami musim lalu,” lanjutnya.
Kini fokus utama Hyundai Hillstate adalah membantu Megawati mengembalikan kondisi fisik terbaiknya sebelum kompetisi dimulai pada akhir Oktober mendatang.
Kang Sung-hyung optimistis kemampuan lompatan dan agresivitas Megawati akan kembali maksimal jika berat badannya sudah ideal seperti saat membela Red Sparks.
“Jika dia melakukan itu, kemampuan melompatnya akan muncul, dan dia akan mampu tampil maksimal. Ini karena dia adalah pemain yang sudah terbukti di V-League,” tegas Kang Sung-hyung.
Keputusan Megawati untuk absen sementara dari agenda tim nasional Indonesia pun dianggap menjadi keuntungan tersendiri.
Ia kini memiliki waktu lebih panjang untuk fokus menjalani pemulihan fisik dan adaptasi bersama Hyundai Hillstate demi menghadapi musim baru Liga Voli Korea yang diprediksi berlangsung semakin ketat. (udn)