- Tangkapan layar IBL
Meski Sudah Gunakan Wasit Asing, Sejumlah Momen di Babak Semifinal IBL 2026 Masih jadi Sorotan
tvOnenews.com - IBL 2026 kini sudah mulai memasuki babak semifinal dimana empat tim akan bersaing memperebutkan dua tempat di partai puncak.
Empat tim yang berhasil melaju ke babak semifinal adalah Pelita Jaya Jakarta, Dewa United, Satria Muda Bandung dan Bogor Hornbills.
Keempat tim yang berlaga di semifinal itu pun akan menyajikan persaingan sengit dan kualitas permainan yang tinggi.
- Tangkapan layar IBL
Maka dari itu, IBL menunjuk wasit asing untuk memimpin laga di babak semifinal kali ini.
Meski sudah dipimpin wasit asing, sejumlah keputusan yang terjadi di babak semifinal IBL 2026 masih menjadi sorotan penggemar.
Salah satunya muncul dari Basketball Enthusiast, Ilham Patria yang menyoroti kualitas perwasitan di babak semifinal IBL 2026 ini.
Ia menilai ada sejumlah keputusan wasit pada babak semifinal IBL 2026 yang menimbulkan pertanyaan di kalangan pecinta basket Indonesia.
Diantaranya, seperti pada game 1 Pelita Jaya Jakarta vs Dewa United Banten pada possession terakhir pertandingan, terjadi kontak antara Troy Gillenwater dan Perrin Buford sebelum terciptanya poin penentu kemenangan.
Menurutnya, banyak pihak menilai terdapat dorongan yang berpotensi dikategorikan sebagai offensive foul, namun pelanggaran tersebut tidak ditiup.
Selain itu, pada game kedua laga yang sama, Pelatih Kepala Dewa United, Agustin Julbe Bosch, menerima technical foul pada babak pertama.
Keputusan tersebut memunculkan perdebatan karena dinilai diberikan tanpa adanya tahapan warning yang jelas sebelumnya.
Kemudian, pada laga semifinal lainnya antara Satria Muda Bandung vs Bogor Hornbills, pelatih kepala Bogor Hornbills yakni Cesar Camara Perez, menerima technical foul yang
memunculkan tanda tanya.
Lalu, pada pertandingan yang sama insiden yang melibatkan Daniel Wenas dan Shandy Ibrahim juga menjadi sorotan.
Ilham menilai kejadian itu menimbulkan pertanyaan terkait apakah Daniel Wenas telah memberikan ruang pendaratan yang aman bagi Shandy Ibrahim saat melakukan tembakan.
Baginya, kejadian-kejadian itu bukan soal tim mana yang diuntungkan tapi soal konsistensi penerapan aturan dan pengambilan keputusan di IBL.
"Kalau IBL mau terus naik level sequence-sequence kayak gini gak bisa terus dianggap hal kecil karena sekarang makin ngerti game dan makin notice detail dan makin sadar satu decision bisa mengubah arah pertandingan," ujar Ilham Patria