- Istimewa
Kembali Terpilih Menjadi Ketua Umum PB IKASI, Agus Suparmanto Fokus Tingkatkan Prestasi Atlet dan Industri Anggar Indonesia
tvOnenews.com - Pengurus Besar Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (PB IKASI) baru saja melangsungkan Musyawarah Nasional atau Munas pada Sabtu (13/6/2026).
Musyawarah Nasional Pengurus Besar Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (PB IKASI) 2026 berlangsung di Swiss-Belhotel Yogyakarta.
Munas kali ini PB IKASI mengusung tema 'Bersama Membangun Olahraga Anggar Indonesia untuk Melahirkan Atlet Berprestasi dan Mengembangkan Karakter yang Tangkas, Kecerdasan Strategi, serta Sportivitas'.
- Istimewa
Dari Musyawarah Nasional PB IKASI 2026 itu, ditetapkan bahwa Agus Suparmanto kembali dipercaya sebagai Ketua Umum PB IKASI untuk masa bakti 2026-2030.
Atas keputusan itu, Agus Suparmanto pun menegaskan peningkatan prestasi atlet akan menjadi prioritas utama dalam periode kepengurusan yang baru.
Ia menyebut evaluasi program sebelumnya menjadi pijakan untuk menyusun langkah pengembangan anggar Indonesia ke depan.
“Untuk periode ini saya akan meningkatkan prestasi atlet, terutama dalam mengembangkan karakter yang tangkas, berkarakter baik, serta sportif,” ujarnya.
Selain pembinaan atlet, Agus juga ingin memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui peningkatan jumlah dan kompetensi pelatih.
Menurutnya, minat masyarakat terhadap olahraga anggar terus tumbuh, namun masih terkendala keterbatasan tenaga pelatih profesional.
“Banyak yang ingin menjadi atlet anggar. Karena itu, pembinaan pelatih harus ditingkatkan. Dengan bertambahnya pelatih, peminat anggar akan meningkat dan akan muncul atlet-atlet baru yang potensial,” katanya.
- Istimewa
Selain itu, Agus Suparmanto juga menaruh perhatian pada pengembangan industri anggar nasional sebagai bagian dari ekosistem olahraga yang berkelanjutan.
Ia menilai peluang industri anggar cukup besar, mulai dari produksi perlengkapan, pakaian, hingga kebutuhan pertandingan.
“Semakin banyak peminat anggar, maka supply chain peralatan anggar juga akan berkembang. Saat ini masih sulit menemukan perlengkapan anggar di toko olahraga. Ini peluang besar yang harus dikembangkan,” ujarnya.
Di sisi lain, Agus menilai daerah memiliki peran penting dalam mencetak atlet potensial melalui pembinaan yang merata.
“Justru di daerah banyak potensi. Yang diperlukan adalah sosialisasi dan penyebaran keilmuan anggar sehingga atlet-atlet muda mendapatkan kesempatan berkembang,” katanya.
Untuk mengatasi keterbatasan pelatih, PB IKASI juga berencana memperluas kerja sama internasional.
“Pelatih masih kurang. Ke depan akan ada kerja sama dengan luar negeri, termasuk Korea, untuk meningkatkan kapasitas atlet dan pelatih melalui program pelatihan,” ujarnya.
- Istimewa
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PB IKASI, Mohamad Hekal, menilai peningkatan popularitas anggar menjadi langkah penting untuk menarik generasi muda.
Ia berharap berbagai persoalan organisasi yang sempat menghambat perkembangan anggar dapat diselesaikan pada periode kepengurusan baru sehingga fokus pembinaan atlet bisa berjalan dengan optimal.
“Kita perlu meningkatkan awareness dan menggairahkan anggar di kalangan generasi Z. Jika popularitasnya meningkat, industri merchandising akan berkembang dan peminat baru akan bermunculan, yang pada akhirnya melahirkan prestasi-prestasi baru,” ujarnya.
Di sisi lain, Wakil Ketua I PB IKASI M. Nasir juga menyoroti keberhasilan Aceh sebagai contoh pembinaan daerah yang sukses.
Menurut Nasir, saat ini dari 23 kabupaten/kota di Aceh, sebanyak 17 daerah telah memiliki aktivitas pembinaan anggar.
Bahkan pasca-PON, Aceh memiliki gedung khusus anggar yang setiap hari dipenuhi atlet muda untuk berlatih.
“Cita-cita atlet setelah PON adalah SEA Games, Asian Games, dan Olimpiade. Itu yang harus kita buka jalannya bersama,” ujar Nasir.
Nasir berharap kepengurusan baru PB IKASI mampu menyelesaikan berbagai dinamika organisasi sehingga atlet-atlet terbaik hasil pembinaan daerah dapat memperoleh kesempatan tampil di SEA Games, Asian Games, hingga Olimpiade.