- Nofri Affandi
CULTRA 2026 Dihuni Pelari Elite Dunia, Persaingan di Cameron Highlands Diprediksi Kian Sengit
Nama lain yang menjadi perhatian adalah Kristjan Chapman. Atlet berusia 27 tahun itu mencetak sejarah pada CULTRA 2025 setelah memecahkan rekor lomba kategori 100 kilometer dengan waktu 13 jam 14 menit. Ia juga menjuarai MUT by UTMB 2025 kategori 100 kilometer.
Meski berstatus pemegang rekor lintasan, pada CULTRA 2026 Chapman memilih turun di kategori 60 kilometer.
“Tahun ini saya kembali ke Cultra dan hanya ikut kategori 60 Km,” ujarnya.
Malaysia juga menurunkan Oswald Maikol. Atlet berusia 28 tahun tersebut merupakan juara CULTRA 2025 kategori 60 kilometer sekaligus pemenang TMBT 2024 kategori 109 kilometer.
Sementara itu, Indonesia juga diperkuat Taofik Hidayat yang memiliki rekam jejak sebagai juara Semarang Mountain Race 2026 kategori 82 kilometer, Bandung Ultra 2025 kategori 70 kilometer, serta Dieng Trail Run 2025 nomor 100 kilometer.
Di sektor putri, Ritzy Amor menjadi salah satu pelari yang patut diperhitungkan. Ia datang dengan modal sebagai juara kategori putri UTSG 2026 nomor 80 kilometer serta berhasil naik podium pada The 9 Dragons Hong Kong dan Merapoh Rainforest Trail Run 2026.
Malaysia juga mengandalkan Halimatun Saadiah Bt Mat Nor yang tampil impresif setelah menjuarai Merapoh Rainforest Trail 2026 kategori 55 kilometer, The Magnificent Batangsi Ultra 2026 kategori 75 kilometer, serta Bontang International Ultratrail 2025 kategori 60 kilometer.
Sementara itu, Thailand mengirimkan Benjama Sophon. Pelari berusia 41 tahun tersebut berhasil meraih posisi kedua Amazean Jungle Thailand by UTMB 2026 kategori 100 kilometer dan menjadi juara Sintok Trail Experience 2026 kategori 60 kilometer.
Keikutsertaan para pelari elite dari berbagai negara semakin menegaskan posisi CULTRA Presented by ASICS sebagai ajang trail run internasional yang semakin diperhitungkan. Selain menjadi arena perebutan prestasi, kompetisi ini juga menjadi wadah pertemuan atlet-atlet terbaik dunia dengan pelari potensial dari Asia Tenggara.
Dengan karakter lintasan di Cameron Highlands yang memiliki perubahan elevasi ekstrem serta cuaca yang dinamis, para peserta dituntut tidak hanya mengandalkan kecepatan, tetapi juga strategi, daya tahan fisik, dan kemampuan beradaptasi. Kondisi tersebut diperkirakan akan menghadirkan persaingan yang semakin ketat sekaligus membuka peluang lahirnya catatan waktu baru pada penyelenggaraan CULTRA Presented by ASICS 2026.