news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Pembukaan Ajang 3rd GBK Fun Swimming Competition 2026.
Sumber :
  • tvOnenews/Ilham Giovani Pratama

Peserta Tembus 1.900 Orang, 3rd GBK Fun Swimming Competition 2026 Jadi Ajang Pembibitan Atlet Renang Indonesia

Antusiasme masyarakat terhadap olahraga renang tunjukkan tren positif. Hal itu terlihat dari penyelenggaraan 3rd GBK Fun Swimming Competition 2026 yang meriah.
Sabtu, 1 Agustus 2026 - 12:35 WIB
Editor :

‎Jakarta, tvOnenews.com - Antusiasme masyarakat terhadap olahraga renang kembali menunjukkan tren positif. Hal itu terlihat dari penyelenggaraan 3rd GBK Fun Swimming Competition 2026 yang sukses menarik hampir 1.900 peserta dari berbagai kelompok usia.

‎Ajang yang digelar Pusat Pengelolaan Kompleks Gelora Bung Karno (PPKGBK) dengan dukungan PB Akuatik Indonesia tersebut resmi dimulai pada Sabtu (1/8/2026). Kompetisi ini akan berlangsung selama dua hari di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno, Jakarta.

‎Penyelenggaraan tahun ini menjadi edisi ketiga sejak pertama kali digelar. Dibandingkan tahun sebelumnya, jumlah peserta mengalami lonjakan yang sangat signifikan.

‎Ribuan peserta yang ambil bagian berasal dari berbagai daerah. Mereka hadir untuk mengikuti kompetisi sekaligus merasakan atmosfer salah satu fasilitas renang terbaik yang dimiliki Indonesia.

‎Pada 3rd GBK Fun Swimming Competition 2026, panitia membagi perlombaan ke dalam dua kategori utama. Kategori tersebut meliputi kelompok anak-anak dan kategori master.

‎Untuk kelompok anak-anak, perlombaan diikuti peserta dengan rentang usia mulai lima hingga 15 tahun. Sementara kategori master diperuntukkan bagi peserta berusia 20 hingga 64 tahun.

‎Direktur Utama PPKGBK, Rakhmadi Afif Kusumo, mengungkapkan bahwa peningkatan jumlah peserta menjadi bukti semakin besarnya minat masyarakat terhadap ajang tersebut. Menurutnya, capaian itu jauh melampaui penyelenggaraan tahun sebelumnya.

‎Rakhmadi menjelaskan, pada edisi 2025 jumlah peserta hanya berada di kisaran 1.100 hingga 1.200 orang. Kini, angka tersebut melonjak menjadi sekitar 1.900 peserta atau meningkat lebih dari 50 persen.

‎*"Pelaksanaan tahun ini lebih meriah karena tahun lalu itu 1.100 sampai 1.200 peserta, tahun ini mencapai 1.900 peserta. Jadi antusiasmenya sangat tinggi, terutama dari para orang tua, sementara anak-anak juga sangat bersemangat,"* ujar Rakhmadi, Sabtu (1/8/2026).

‎*"Tadi kami juga sudah membagikan hadiah untuk juara 1, 2, dan 3 nomor freestyle putra maupun freestyle putri. Jadi kami sangat senang antusiasmenya meningkat, apalagi ini sudah menjadi penyelenggaraan tahun ketiga di GBK,"* tambahnya.

‎Peningkatan jumlah peserta juga mendapat apresiasi dari Ketua Harian PB Akuatik Indonesia, Harlin E. Rahardjo. Ia menilai kehadiran kompetisi seperti ini memiliki peran penting dalam mencetak bibit-bibit atlet renang Indonesia.

‎Menurut Harlin, pembinaan atlet tidak bisa dilakukan secara instan. Karena itu, kompetisi yang menyasar anak-anak sejak usia dini menjadi fondasi penting bagi masa depan olahraga renang nasional.

‎*"Pertama-tama saya sangat mengapresiasi event ini yang sudah berlangsung tiga kali. Luar biasa, pesertanya mencapai 1.900 orang,"* kata Harlin.

‎*"Dan ini sangat penting karena memang menjadi cikal bakal pembibitan atlet sejak usia lima hingga 14 tahun,"* sambungnya.

‎Tak hanya itu, penyelenggaraan 3rd GBK Fun Swimming Competition juga sejalan dengan kampanye "Ayo Berenang" yang selama ini terus digaungkan PB Akuatik Indonesia. Melalui gerakan tersebut, masyarakat diharapkan semakin akrab dengan olahraga renang sejak usia dini.

‎Tak hanya berorientasi pada prestasi, kegiatan seperti ini juga diharapkan mampu meningkatkan budaya olahraga di tengah masyarakat. Dengan semakin banyak anak yang gemar berenang, peluang lahirnya atlet-atlet berprestasi pun dinilai semakin besar.

‎Pandangan serupa disampaikan Deputi Bidang Pengembangan Industri Olahraga Kemenpora, Teuku Arlan Perkasa Lukman. Ia menilai kompetisi tersebut bukan hanya menjadi wadah pencarian talenta, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap industri olahraga nasional.

‎Menurut Arlan, setiap peserta yang hadir umumnya didampingi anggota keluarga. Situasi itu secara langsung ikut menggerakkan aktivitas ekonomi di sekitar lokasi penyelenggaraan.

‎*"Jadi kami melihat bahwa ini bukan hanya soal talent pooling, tetapi juga berkaitan dengan industri olahraga. Hal ini sangat terasa karena anak-anak tentu tidak mungkin datang sendirian, pasti didampingi orang tua,"* ucap Arlan.

‎*"Belum lagi ada yang datang bersama kakek atau neneknya. Di situlah terjadi perputaran ekonomi. Kami melihat olahraga sekarang bukan lagi hanya menjadi cost center, melainkan sudah menjadi revenue center bagi keberlangsungan dan keberlanjutan olahraga,"* tutupnya.

‎(igp)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:30
01:23
06:42
38:14
05:34
02:18

Viral