news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi Strategi Mengembangkan Potensi Atlet Muda Daerah agar Mampu Bersaing di Level Nasional.
Sumber :
  • Gambar ilustrasi AI

Gaya Hidup Sehat Bukan cuma Milik Atlet Profesional

Aktivitas fisik tidak hanya dapat meningkatkan kesehatan mental maupun pola gaya hidup sehat, tapi juga mencegah dan menangani penyakit tidak menular.
Senin, 3 Agustus 2026 - 21:03 WIB
Editor :

Jakarta, tvOnenws - Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menyebut kalau jalan kaki, bersepeda, olahraga rekreasi yang disesuaikan dengan tingkat keterampilan seseorang merupakan bagian dari aktivitas fisik.

Selain itu, aktivitas fisik tidak hanya dapat meningkatkan kesehatan mental maupun pola gaya hidup sehat, tapi juga mencegah dan menangani penyakit tidak menular seperti jantung, stroke, diabetes, hingga hipertensi.

Saat ini, sport science dan perkembangan teknologi digital seperti perangkat sandang (wearable) telah menjadi penggerak utama (game-changer) yang mengubah cara atlet profesional maupun praktisi kebugaran awam dalam mengoptimalkan gaya hidup sehat.

Sport science merupakan penerapan disiplin ilmu sistematis—meliputi fisiologi, biomekanika, psikologi olahraga, hingga nutrisi—untuk menganalisis dan mendongkrak kemampuan tubuh manusia secara terukur.

Negara maju dengan prestasi olahraga tinggi telah menanamkan investasi besar pada pilar ini sejak pertengahan abad ke-20:

- Amerika Serikat: Mengembangkan sport science sejak 1950-an melalui pendirian American College of Sports Medicine (ACSM), mendominasi ajang internasional seperti Olimpiade lewat riset fisiologi dan biomekanika.

- China: Mengintensifkan pusat penelitian olahraga sejak 1980-an untuk pemantauan fisiologis, nutrisi, dan psikologis, yang membuahkan hasil manis pada keberhasilan Olimpiade Beijing 2008.

- Jerman dan Inggris: Jerman mempelopori penelitian melalui Akademi Olahraga di Leipzig sejak 1960-an, sementara Inggris mendirikan English Institute of Sport pasca-Olimpiade 1996 untuk membangun sistem pembinaan atlet berbasis data.

Bukan itu saja. Wearable technology menduduki posisi puncak tren kebugaran global. Kini, masyarakat tidak cuma berolahraga secara murni berbasis firasat, melainkan sudah mengandalkan data kesehatan personal seperti indikator Heart Rate Variability (HRV), kualitas tidur, dan kapasitas aerobik maksimal VO₂ max.

Menjawab kebutuhan akan pemantauan kesehatan yang presisi namun tetap fleksibel, inovasi terus digulirkan. Salah satunya kehadiran perangkat seperti Cirqa, sebuah smart band tanpa layar.

Desain ini dibuat agar pengguna—baik pelari, pejalan kaki, maupun pesepeda—fokus menikmati aktivitas fisik tanpa gangguan layar yang terus menyala.

Perangkat teknologi digital tersebut dibekali berbagai fitur pendukung performa dan kesehatan menyeluruh:

Analisis Latihan Presisi

Menyediakan metrik evaluasi seperti Training Readiness (kesiapan tubuh sebelum latihan), VO₂ max, HRV, serta Training Status guna menilai efektivitas program latihan secara objektif.

Fitur Kesehatan Spesifik

Dilengkapi daya tahan baterai hingga 10 hari dan sensor suhu kulit saat tidur untuk memprediksi siklus menstruasi dan estimasi ovulasi pada wanita secara akurat.

Data ini bahkan terintegrasi dengan aplikasi kontrasepsi Natural Cycles yang tersertifikasi FDA/BPOM AS.

Konektivitas dan Keamanan

Terhubung dengan GPS smartphone untuk akurasi rute dan jarak, serta dilengkapi fitur LiveTrack demi keamanan pengguna agar lokasi dapat dipantau keluarga secara real-time.

Manfaat sport science dan teknologi digital kian kuat ketika data biomatrik dari perangkat keras berpadu dengan sistem analisis pelatihan tingkat tinggi. Seperti yang dilakukan Garmin dengan mengakuisisi platform pelatihan TrainingPeaks dan TrainHeroic.

Integrasi antara perangkat pemantau kesehatan dengan platform digital ini jadi jembatan utama yang memudahkan interaksi antara pelatih dan atlet. Hasilnya adalah program latihan yang kian personal, terstruktur, dan berbasis data ilmiah murni—baik untuk meningkatkan daya tahan (endurance), kekuatan (strength), maupun performa.

Sinergi keduanya kini tidak hanya milik atlet profesional dunia. Setiap individu—seperti praktisi kebugaran awam hingga pegiat jalan kaki harian—punya akses langsung ke metode pelatihan berbasis sains (science-based training) untuk meningkatkan gaya hidup sehat secara maksimal.

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

00:56
19:40
01:51
01:46
01:56
05:54

Viral