- Istimewa
Hasil Road to Future 2026: Cherryl, Hendy, dan Felix Raih Podium Coding
Jakarta, tvOnenews.com - Tiga murid berhasil menempati posisi juara dalam kompetisi coding pada ajang Road to Future Creator Fest 2026 di Carstensz Mall, Kabupaten Tangerang, Banten, 25-26 Juli 2026. Mereka bersaing dengan puluhan peserta lain dalam kategori pemrograman yang diikuti sekitar 75 orang dari total 200 peserta lintas sekolah.
Ketiga prestasi tersebut diraih oleh Cherryl Valisha Leola yang menjadi juara pertama kelompok usia 10–12 tahun. Sementara itu, Hendy Wijaya dan Felix Adriel Halomoan Sihotang masing-masing menempati peringkat kedua dan ketiga pada kelompok usia 13–16 tahun.
Dalam perlombaan yang digelar pada 25 Juli 2026 itu, Cherryl, 11 tahun, mengembangkan permainan berjudul Cyber Tower Escape the AI Core menggunakan Roblox Studio. Ia mengikuti kompetisi setelah menjalani pembelajaran coding selama lebih dari satu tahun.
Adapun Hendy, 15 tahun, membawa proyek PingPong Game yang dibuat melalui aplikasi Construct 3. Selain mengikuti kategori coding, ia juga berpartisipasi dalam perlombaan robotika. Hendy telah mendalami bidang tersebut selama dua tahun.
Proyek serupa juga dipilih Felix, 13 tahun, yang meraih posisi ketiga lewat permainan *PingPong Game* menggunakan Construct 3. Ia telah mengikuti pembelajaran coding selama satu tahun sebelum tampil dalam kompetisi tersebut.
Penilaian dalam perlombaan disesuaikan dengan kelompok usia peserta. Pada kategori 10–12 tahun, juri memperhatikan alur permainan, rintangan, kreativitas, kesesuaian tema, serta kemampuan menyelesaikan tugas sesuai waktu yang ditentukan.
Sementara itu, peserta berusia 13–16 tahun dinilai berdasarkan logika pemrograman, fungsi dan interaktivitas karya, kreativitas dalam merancang tantangan, kesesuaian tema, serta ketepatan waktu pengerjaan.
Sebelum bertanding, para peserta mempersiapkan proyek masing-masing dengan pendampingan pengajar. Cherryl mengaku harus mencari berbagai referensi untuk menyelesaikan karyanya, terutama menjelang hari perlombaan.
“Pas prosesnya itu sebenarnya agak susah, jadi harus banyak cari-cari inspirasi dari malam sebelumnya lomba itu,” ujar Cherryl.
Ia mengaku terkejut sekaligus senang ketika namanya diumumkan sebagai pemenang. Hasil tersebut berada di luar perkiraannya sebelum mengikuti kompetisi.
“Perasaannya sih jujur campur aduk, bingung sekaligus senang juga karena nggak expect bisa menang,” katanya.
Pendampingan selama proses belajar turut menjadi bagian dari persiapan ketiga murid tersebut. Pengajar mereka, Bimo Danang Febryanto, membantu peserta mengembangkan kemampuan sebelum menghadapi kompetisi.