- tvOnenews.com-Ilham Giovanni
Hector Souto Ungkap Masalah Timnas Futsal Indonesia yang Harus Dibenahi usai Kalah 0-3 dari Brasil di Copa das Nacoes de Futsal 2026
Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, mengungkapkan sejumlah masalah yang harus segera dibenahi setelah skuad Garuda takluk dari Brasil di Copa das Nacoes de Futsal 2026. Salah satu aspek yang menjadi perhatian pelatih asal Spanyol tersebut adalah penerapan strategi power play yang dinilai masih perlu ditingkatkan.
Timnas Futsal Indonesia harus mengakui keunggulan Brasil dengan skor 0-3 pada pertandingan pertama mereka di Copa das Nacoes de Futsal 2026. Meski gagal mencetak gol, skuad Garuda sempat memberikan perlawanan kepada tim tuan rumah yang dikenal sebagai salah satu kekuatan terbesar futsal dunia.
Dalam pertandingan tersebut, Timnas Futsal Indonesia mampu menahan serangan Brasil selama hampir 15 menit pertama. Namun, tim Samba akhirnya berhasil mencetak dua gol pada penghujung babak pertama sebelum menambah satu gol lagi pada paruh kedua pertandingan.
Seusai pertandingan, Hector Souto mengapresiasi perjuangan para pemainnya yang telah berusaha memberikan perlawanan kepada Brasil. Namun, ia mengakui bahwa masih terdapat sejumlah kekurangan dalam permainan Timnas Futsal Indonesia, terutama pada aspek pertahanan dan penyerangan.
Salah satu hal yang mendapat perhatian khusus Souto adalah efektivitas penerapan power play dalam permainan skuad Garuda. Menurutnya, Timnas Futsal Indonesia sebenarnya telah mempersiapkan strategi tersebut, tetapi masih membutuhkan perbaikan agar dapat diterapkan secara lebih maksimal.
"Dalam situasi set piece (bola mati), kami tampil konsisten, baik saat menyerang maupun bertahan. Begitu pula dalam power play, kami telah mempersiapkan diri dengan baik," ujar Souto seusai laga, Jumat (16/10/2026).
"Menurut pendapat saya, kami seharusnya bisa bermain jauh lebih baik daripada yang kami tunjukkan tadi, tetapi kami masih memiliki satu kesempatan lagi," tambahnya.
Power play merupakan salah satu strategi yang kerap digunakan dalam pertandingan futsal untuk meningkatkan kekuatan serangan. Strategi tersebut biasanya diterapkan dengan melibatkan lima pemain dalam fase menyerang, termasuk ketika penjaga gawang digantikan oleh pemain lapangan.
Meski dapat memberikan keunggulan jumlah pemain dalam membangun serangan, penerapan power play juga membutuhkan koordinasi yang baik. Kesalahan dalam mengalirkan bola atau kehilangan penguasaan dapat membuka peluang bagi lawan untuk melancarkan serangan ke gawang yang tidak dijaga kiper.
Hector Souto menilai Timnas Futsal Indonesia masih perlu meningkatkan ketenangan ketika menerapkan strategi tersebut. Ia juga menginginkan para pemain lebih sabar dalam mengalirkan bola agar mampu menciptakan peluang yang lebih matang.
"Turnamen ini menjadi momen yang tepat untuk memperbaiki power play kami agar bisa lebih tenang, lebih banyak mengalirkan bola, dan menciptakan peluang yang lebih matang dalam situasi tersebut," kata Souto.
Selain membenahi power play, Souto turut menyoroti keterlibatan penjaga gawang dalam permainan Timnas Futsal Indonesia. Menurutnya, aspek tersebut merupakan salah satu hal yang terus diupayakan untuk dikembangkan dalam permainan futsal nasional.
Namun, pelatih asal Spanyol itu mengakui bahwa upaya melibatkan penjaga gawang secara lebih aktif sejauh ini belum menunjukkan hasil maksimal. Oleh karena itu, ia menilai Timnas Futsal Indonesia perlu lebih sering melatih dan menerapkan pola permainan tersebut.
"Terakhir, salah satu aspek yang terus kami upayakan untuk ditingkatkan di Indonesia adalah lebih banyak melibatkan penjaga gawang dalam permainan. Sejauh ini, hasilnya belum terlalu maksimal."
Evaluasi tersebut menjadi perhatian penting jelang laga kontra Tanjung Verde di Copa das Nacoes de Futsal 2026. Timnas Futsal Indonesia membutuhkan kemenangan dalam laga tersebut untuk menjaga peluang lolos ke semifinal setelah sebelumnya menelan kekalahan dari Brasil.
Pertandingan penentuan antara Timnas Futsal Indonesia dan Tanjung Verde dijadwalkan berlangsung pada Jumat (16/10/2026) waktu setempat atau Sabtu (17/10/2026) pagi WIB.
(igp)