- Instagram - Rivan Nurmulki
Deretan 'Dosa Besar' PBVSI Menurut Para Pemain Timnas Voli Indonesia, Rivan Nurmulki sampai Emosi
2. Turnamen Internasional Minim
Salah satu kritik keras Rivan terhadap pengurus PBVSI adalah jarangnya Timnas voli Indonesia berpartisipasi di turnamen internasional.
Menurut Rivan, salah satu akar permasalahannya adalah Indonesia tidak memiliki ranking dunia.
Kondisi ini karena Indonesia jarang sekali mengikuti turnamen internasional untuk menambah poin dalam ranking Federasi Bola Voli Internasional (FIVB).
Kekesalan Rivan semakin membuncah karena PBVSI berasalan tidak punya uang untuk mengirim tim.
"Setiap kompetisi alasan tidak ada dana. Gimana mau berkembang anak bangsa," respons Rivan.
"Negara lain banyak mengandalkan sponsor untuk kemajuan olahraga. Nah kalo gak bisa dapat sponsor gak usah jadi pengurus," lanjut Rivan.
Kendati demikian, Rivan melihat bahwa PBVSI mulai berbenah untuk memperbaiki hal tersebut.
"Sekarang alhamdulillah sering ikut event, tetapi baru-baru ini saja. Mungkin karena panas dengar cocotnya netizen," ujar Rivan seraya emot tertawa.
3. Pembinaan Pemain Muda
Negara maju dalam cabang olahraga apapun akan menempatkan pembinaan sebagai prioritas agar bisa meraih prestasi.
Faktor ini yang tidak dilihat oleh eks libero Timnas voli putri Indonesia, Berllian Marsheilla.
Pada tahun 2018, atlet voli yang kerap disapa Sheila ini menilai, Indonesia tertinggal dari negara lain dalam hal pembinaan.
Dia membandingkan dengan Thailand yang sukses menjadi raja Asia Tenggara berkat pembinaan pemain muda.
"Jangan mau kalah dengan sistemnya Thailand. Ketika pemain mereka lagi bagus, langsung dikontrak selama beberapa tahun untuk fokus di timnas. Misalnya, pemain dikontrak 5 tahun. Mereka selalu tryout atau ikut kejuaraan di luar negeri," kata Sheila kepada wartawan beberapa waktu lalu.
Klarifikasi PBVSI
Wakil Ketua Bidang Binpres PP PBVSI, Loudry Maspaitella mengungkapkan bahwa kritik Rivan soal Indonesia jarang ikut turnamen internasional memang benar.
Namun, kritikan tersebut lebih tepat disampaikan pada tahun 2022 karena setelah SEA Games Vietnam, voli Indonesia memang vakum mengikuti turnamen internasional.
"Akan tetapi, di tahun ini kan hampir semua event internasional yang resmi seperti AVC Challenge, Kejuaraan Asia di Iran, SEA Games juga kita ikut," katanya.