- Kolase tvOnenews
Media Korea Speechless Usai Megawati Hangestri 'Marah-marah' di Tiktok, Singgung Sikapnya Selama Main untuk Red Sparks: Dulu Mega...
tvOnenews.com - Sikap Megawati Hangestri yang meledak-ledak kepada netizen dalam siaran langsung TikTok-nya mendapat respons dari media Korea.
Belum lama ini, media Korea merilis video yang sedikit menyinggung kelakuan Megawati Hangestri itu dengan sikapnya selama dua musim di Red Sparks.
Tak ada habisnya kalau membahas Megawati Hangestri. Setelah putuskan tinggalkan Red Sparks, namanya kembali dibicarakan sekembalinya dari Korea.
Kali ini, sikap bahkan etika Megawati Hangestri dalam bermedia sosial yang beberapa kali membuat netizen geleng-geleng kepala.
Bagaimana tidak, awalnya Megawati Hangestri di media sosialnya diduga menyindir laga final four Proliga 2025 antara Jakarta Popsivo Polwan vs Jakarta Pertamina Enduro telah diatur.
Ketika itu, Gresik Petrokimia yang diperkuat Mega bergantung kepada hasil Jakarta Pertamina Enduro apabila ingin lolos ke final Proliga 2025.
Namun cukup disayangkan, Megawati Hangestri yang berharap Gresik Petrokimia ke final justru gagal lantaran Jakarta Pertamina Enduro kalah telak dari Jakarta Popsivo Polwan.
- AVC
Tak lama setelah laga usai, Megawati Hangestri mengunggah video di TikTok-nya dengan caption 'Playing Soap' yang dikatakan merujuk kepada hasil pertandingan tersebut.
Setelah itu, kontroversi kembali dilakukan Megawati Hangestri. Ia dianggap melontarkan kata-kata kurang pantas setelah penampilannya di Gresik Petrokimia dikritik netizen.
Pada momen tersebut, netizen membandingkan performa Megawati Hangestri saat di Red Sparks dengan apa yang dia tampilkan bersama Gresik Petrokimia.
Sontak saja, Megawati Hangestri naik darah hingga emosinya meletup-letup ketika merespons kritikan yang dilakukan oleh netizen di TikTok-nya.
“Kalian pikir deh pakai otak, punya otak nggak kalian? Aku nggak pernah latihan 20 hari, baru latihan sehari, terus disuruh bermain bagus seperti di Korea yang latihan 3 bulan, nggak otak emang kalian,” kata Mega tak kuasa menahan emosi.
“Aku latihan di Proliga cuma satu hari, terus aku disuruh bermain kayak di Korea yang latihan tiga bulan, tiga bulan sama satu hari, bedanya. Kalau pakai otak tuh mikir, jangan ngehujat,“ sambungnya.