- Facebook SAVA
Media Korea Singgung Megawati Hangestri, Sebut Megatron Jadi Sosok Penting di Liga Voli Korea
Jakarta, tvOnenews.com - Media Korea Selatan kembali menyinggung nama Megawati Hangestri. Pevoli berjuluk Megatron itu disebut bisa menjadi sosok pembawa gelar juara di Liga Voli Korea.
Meski tak lagi bermain di Liga Voli Korea, namun nama Megawati Hangestri terus menjadi sorotan di Negeri Gingseng tersebut. Hal ini tak lepas dari penampilan apiknya serta efek besar yang ia berikan di ajang V-League.
Megawati Hangestri tercatat sempat membela Red Sparks selama dua musim di Liga Voli Korea 2023-2024 dan 2024-2025. Selama periode tersebut, pemain yang berposisi sebagai opposite itu memberikan dampak besar.
Saat debut, Mega mampu membawa Red Sparks tembus ke babak playoff untuk pertama kalinya dalam tujuh musim. Lalu pada tahun keduanya, ia juga mampu membawa anak asuh Ko Hee-jin itu tembus ke babak final, meski akhirnya menjadi runner-up setelah kalah dari Pink Spiders dengan agregat 2-3 di musim 2024-2025.
Mega juga sempat berada di peringkat ketujuh dengan 736 poin pada musim pertamanya, kemudian ada di peringkat ketiga dengan 802 poin di musim keduanya dalam top skor musim 2024-2025. Selain itu, Megatron menduduki peringkat pertama dalam hal serangan keseluruhan dengan rate 48,06 persen.
Selain itu, Megawati Hangestri sukses membawa popularitas untuk Liga Voli Korea. Tak hanya karena dirinya menjadi pemain berhijab pertama, namun juga karena kemampuan impresifnya.
Namun pevoli asal Jember itu memutuskan untuk cabut dari Red Sparks alias tak melanjutkan kariernya di musim 2025-2026, karena memilih pulang kampung ke Indonesia.
Kepergian Megawati pun memberikan efek besar untuk Red Sparks, yang kini terseok-seok dan menjadi juru kunci di klasemen sementara. Kemudian selain karena Kim Yeon-koung yang pensiun, hengkangnya Mega juga cukup memberikan efek besar pada popularitas Liga Voli Korea Selatan yang menurun.
- KOVO
Hal ini pun membuat nama Megawati Hangestri masih menjadi sorotan, termasuk oleh sejumlah media Korea Selatan.
Yonhap News bahkan menyebutkan bahwa Megawati bisa menjadi sosok pembawa berkah untuk siapapun tim bisa membawanya kembali ke Korea Selatan. Sebab Megatron dianggap bisa menjadi kunci dalam memperebutkan gelar juara.
"Merekrut Megawati Hangestri bisa menempatkan tim dalam posisi untuk bersaing memperebutkan gelar juara di V-League." tulis Yonhap News.
Megawati Hangestri memang disebutkan berpeluang besar kembali bermain di Liga Voli Korea 2026-2027 mendatang. Apalagi Korea Volleyball Federation (KOVO) menerapkan sistem agen bebas pada musim depan.
Artinya tim-tim akan lebih leluasa dalam memilih pemain asing tanpa harus terikat dengan sistem seleksi di pramusim. Namun KOVO masih menerapkan batas gaji untuk pemain asing.
Yakni untuk pemain kuota Asia akan menerima gaji pada tahun pertama sebesar 120 ribu dolar AS (sekitar Rp2 miliar) dan 150 ribu dolar AS (sekitar Rp2,5 miliar) pada tahun kedua.
Meski masih terus dikaitkan akan kembali ke Red Sparks, namun hingga saat ini belum ada kejelasan resmi tentang nasib masa depan Megawati Hangestri, apakah dirinya akan kembali bermain di Liga Voli Korea atau tidak.
Saat ini Megawati Hangestri masih berjuang bersama tim Jakarta Pertamina Enduro di Proliga 2026, yang masih bergulir hingga April mendatang.
(nad)