- Instagram.com/@gscaltexkixx
Kronologi Kasus Ahn Hye-jin Terungkap: Setter GS Caltex Berkendara dalam Keadaan Mabuk Hingga Tabrak Pembatas Jalan
Jakarta, tvOnenews.com - Menilik kronologi kasus berkendara dalam keadaan mabuk yang melibatkan mantan setter GS Caltex, Ahn Hye-jin.
Sebelumnya volimania dibuat geger dengan kabar bahwa Ahn Hye-jin tersandung kasus hukum karena mengemudi dalam keadaan mabuk (Driving Under Influence atau DUI) pada 17 April 2026 lalu.
DUI adalah kondisi mengemudi kendaraan di bawah pengaruh alkohol atau obat-obatan yang mempengaruhi kesadaran atau kemampuan pengemudi. Aturan di Korea Selatan ialah batas legal kadar alkohol dalam darah (Blood Alcohol Concentration atau BAC) adalah 0,03 persen sampai 0,08 persen.
Federasi Bola Voli Korea (KOVO) kemudian menggelar rapat komite disiplin untuk membahas kasus DUI yang melibatkan Ahn Hye-jin, dan dihadiri oleh sang pemain serta pengacaranya pada Senin (27/4/2026) pagi WIB.
Melansir dari Yonhap News, kuasa hukum Ahn Hye-jin menjelaskan kronologinya secara singkat. Yakni sang pemain awalnya menghadiri pertemuan makan bersama kenalan dari tengah malam hingga pukul 06.30 pagi waktu setempat.
Kemudian Hye-jin mengonsumsi alkohol dari sekitar tengah malam hingga pukul 03.30 dini hari. Setelah itu, selama tiga jam ia hanya mengonsumsi minuman non-alkohol, lalu sempat beristirahat di dalam mobil sebelum kembali berkendara.
Kemudian saat berkendara, ia menggaruk kakinya dan tak sengaja menekan tombol 'Cruise control', yakni fitur otomotif yang memungkinkan mobil mempertahankan kecepatan konstan secara otomatis tanpa perlu menginjak pedal gas.
Saat itu mantan andalan GS Caltex tersebut berada di area jalur menuju gerbang tol. Namun mobilnya gagal mengenali jalur sehingga menabrak pembatas jalan.
“Saat mengemudi, Ahn Hye-jin tak sengaja menekan mode cruise control untuk menggaruk kaki, saat berada di area penggabungan jalur menuju gerbang tol, kemudian kendaraan gagal mengenali jalur sehingga menabrak pembatas jalan." kata kuasa hukumnya.
"Setelah itu, dia menghubungi perusahaan asuransi, dan petugas pengelola jalan melaporkan kejadian tersebut kepada polisi sehingga dilakukan tes alkohol di lokasi.” jelasnya.
Lebih lanjut pengacaranya mengatakan bahwa setelah menjalani tes alkohol, hasilnya adalah kadar alkohol dalam darah sebesar 0,032 persen, yang termasuk dalam kategori penangguhan izin mengemudi.