- tvOnenews/Ilham Giovani Pratama
Realisasi Pembentukan Asosiasi Polo Air Indonesia, PB Akuatik ingin Berguru ke PSSI
Jakarta, tvOnenews.com - PB Akuatik Indonesia melalui Wakil Ketua Umum 2, Sarman Simanjorang, mengaku ingin belajar ke PSSI. Hal ini diutarakan setelah adanya keinginan untuk merealisasikan pembentukan Asosiasi Polo Air Indonesia.
Pembentukan asosiasi tersendiri bagi polo air merupakan isu yang telah lama dikaji bagi PB Akuatik Indonesia. Bahkan, hal tersebut telah dibahas dalam Musyawarah Nasional (Munas) dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2026.
Demi memantapkan hal tersebut, digelarlah forum diskusi pembentukan Asosiasi Polo Air Indonesia. Acara itu sendiri telah bergulir pada Jumat (1/5/2026) pagi WIB di Ruang Serba Guna Stadion Akuatik GBK, Senayan, Jakarta.
- tvOnenews/Ilham Giovani Pratama
Hasil forum diskusi itu diketahui bahwa pembentukan asosiasi tersendiri juga bisa lebih berfokus dalam pembinaan mengingat prestasi yang telah diraih Polo Air Indonesia.
Polo Air Indonesia tercatat telah meraih sejumlah prestasi, seperti medali emas di SEA Games Filipina 2019 hingga mendulang perak dan perunggu di SEA Games Thailand 2025.
Meski Polo Air Indonesia nantinya akan membentuk asosiasi tersendiri, namun mereka masih akan dalam naungan PB Akuatik.
Pembentukan Asosiasi Polo Air Indonesia seperti halnya yang terjadi terhadap Federasi Futsal Indonesia (FFI) yang berada di bawah lingkup PSSI.
Berdasarkan hal tersebut, Sarman mengatakan bahwa PB Akuatik Indonesia akan belajar ke PSSI terkait berbagai hal, salah satunya aspek organisasi.
Sarman menjelaskan tujuan melakukan studi langsung ke PSSI supaya nantinya tidak ada tumpang tindih dalam Asosiasi Polo Air Indonesia mengingat masih berada di bawah naungan PB Akuatik.
"Setelah acara ini tentu kami akan melakukan kajian untuk menyusun berbagai aspek organisasinya. Dan kami juga nanti juga akan melakukan studi tiru lah ya, studi tiru ke PSSI karena PSSI juga kan punya futsal dalam hal ini," ujar Sarman.
"Jadi kita ingin belajar juga bagaimana tingkat koordinasinya, kemudian juga kebijakannya supaya nanti juga tidak tumpang tindih gitu kan, karena keberadaan Asosiasi Polo Air ini kan nanti akan tetap di bawahnya Akuatik Indonesia," tambahnya.
- tvOnenews/Ilham Giovani Pratama
Lebih lanjut, hasil dari pembelajaran itu nantinya bisa menjadi sebuah cerminan bagi Asosiasi Polo Air Indonesia terkait tata cara pemilihan ketua umum.
Sarman pun menyebut bahwa mekanisme pemilihan calon ketua umum bakal didiskusikan lebih lanjut bersama para pengurus hingga anggota PB Akuatik.
"Nah, kita ingin nanti tidak ada tumpang tindih dalam hal ini, nah sehingga nantinya juga kita akan membuat kajiannya bagaimana strukturnya, bagaimana tingkat organisasi sampai tingkat provinsi misalnya," kata Sarman.
"Itu akan kita bikin kajian termasuk tadi ada masukan-masukan juga bagaimana kira-kira pemilihan ketua umumnya? Apakah nanti akan ada Munas sendiri, kongres sendiri, apakah ditunjuk? Nah, itu nanti akan kita buat dalam kajian itu," sambungnya.
Sarman pun menyebut jika Asosiasi Polo Air Indonesia ditargetkan bisa terealisasikan paling cepat pada Juni 2026 mendatang. Menurutnya, ada sejumlah hal yang harus dikaji terlebih dahulu sebelum difinalisasi.
"Nah, itu nanti akan kita buat dalam kajian itu sehingga kita harapkan nanti dalam waktu tidak terlalu lama lah ya," kata Sarman.
"Mudah-mudahan kalau bisa target kita bulan Juni misalnya, tahun ini polo air ini sudah terbentuk asosiasi ini, itu menjadi harapan kami gitu," tutupnya.
(igp)