- ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Sukses Gelar Asian Open Water Swimming Championship 2026, Indonesia Disebut Jadi Inspirasi Korea Selatan
Jakarta, tvOnenews.com - Indonesia sukses menggelar 12th Asian Open Water Swimming Championship 2026 di Jimbaran, Bali. Kesuksesan turnamen renang perairan terbuka tersebut mendapat apresiasi dari berbagai negara peserta.
PB Akuatik bahkan tak ragu menyebut keberhasilan tersebut disebut menjadi inspirasi bagi Korea Selatan yang kini berminat menjadi tuan rumah edisi berikutnya.
Ketua Harian PB Akuatik Indonesia, Harlin E Rahardjo, mengungkapkan penyelenggaraan Kejuaraan Asia Renang Perairan Terbuka 2026 di Bali meninggalkan kesan positif bagi delegasi dari berbagai negara, termasuk Korea Selatan.
"Mereka happy dan bahkan ini menjadi inspirasi mereka," kata Harlin E Rahardjo di Jimbaran, Kabupaten Badung, Bali, Minggu (14/6/2026).
Menurut Harlin, Federasi Akuatik Korea Selatan kini akan bersaing dengan tiga kandidat lainnya, yakni Oman, Makau, dan Hong Kong, untuk memperebutkan hak menjadi tuan rumah kejuaraan edisi ke-13 yang dijadwalkan berlangsung pada 2027.
Ketiga negara tersebut selama ini dikenal sebagai langganan penyelenggara kejuaraan renang perairan terbuka tingkat Asia. Karena itu, munculnya Korea Selatan sebagai kandidat baru dinilai menjadi bukti bahwa penyelenggaraan di Indonesia memberikan dampak positif bagi perkembangan olahraga akuatik di kawasan.
"Ini kebanggaan buat kami dan mudah-mudahan kejuaraan open water di Indonesia ini makin sering karena kita punya potensi alam yang luar biasa," ujarnya.
Kejuaraan Asia Renang Perairan Terbuka 2026 di Bali tidak hanya menyuguhkan kompetisi olahraga, tetapi juga menggabungkan konsep sport tourism dengan menghadirkan budaya khas Pulau Dewata yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para peserta mancanegara.
Harlin menilai Bali memiliki banyak keunggulan sebagai tuan rumah karena selain dikenal sebagai destinasi wisata kelas dunia, Pulau Dewata juga didukung infrastruktur yang lengkap, mulai dari akses transportasi, hotel, hingga fasilitas penunjang lainnya.
Meski demikian, PB Akuatik Indonesia berharap daerah lain di Indonesia juga mampu mengembangkan infrastruktur serupa sehingga ajang internasional seperti ini dapat digelar di lebih banyak wilayah.
"Jadi kalau kami membuat kejuaraan tidak bisa hanya lautnya saja, tapi harus ada hotelnya, ada jalannya, ada airport-nya, aksesnya. Itu yang kami akan bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata juga," kata Harlin.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Asia Aquatics, Farid Fatahian, menjelaskan penentuan tuan rumah Asian Open Water Swimming Championship 2027 akan diputuskan melalui kongres utama Asia Aquatics.
Empat negara kandidat akan bersaing dan keputusan akhir nantinya ditentukan melalui mekanisme pemungutan suara atau penunjukan langsung oleh kongres.
"Kemungkinan mereka memilih satu negara karena mereka telah melihat kompetisi di Bali jadi mereka sangat tertarik menjadi tuan rumah," ujar Farid Fatahian.
Bali sendiri menjadi tuan rumah 12th Asian Open Water Swimming Championship 2026 yang tidak hanya mempertandingkan nomor untuk atlet profesional, tetapi juga menghadirkan A. Stream OWS Series yang terbuka bagi perenang pemula, komunitas olahraga, hingga masyarakat umum.
Ajang bergengsi tersebut diikuti sebanyak 78 atlet profesional dari 18 negara Asia yang bersaing di perairan Jimbaran, Kabupaten Badung, Bali. (ant/hfp)