news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ketua Umum PSSI Erick Thohir.
Sumber :
  • PSSI

Menpora Erick Thohir Buka Peluang Naturalisasi Atlet Cabor Selain Sepak Bola

Erick Thohir menyebut pemerintah membuka peluang naturalisasi bagi atlet dari seluruh cabang olahraga demi meningkatkan prestasi Indonesia di level internasional.
Kamis, 18 Juni 2026 - 00:23 WIB
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Erick Thohir menyebut peluang naturalisasi atlet cabang olahraga selain sepak bola terbuka lebar. 

Erick Thohir menyebut pemerintah membuka peluang naturalisasi bagi atlet dari seluruh cabor demi meningkatkan prestasi Indonesia di level internasional.

Pernyataan tersebut disampaikan Erick Thohir dalam rapat kerja bersama Menteri Hukum dan Komisi XIII DPR RI terkait permohonan pemberian kewarganegaraan Indonesia kepada dua calon pemain Timnas Indonesia, Luke Anthony Vickery dan Mitchell Lee Baker, di Jakarta, Rabu (17/6/2026).

Menurut Erick, fenomena globalisasi olahraga saat ini membuat banyak negara memanfaatkan atlet diaspora sebagai bagian dari strategi memperkuat prestasi nasional. Karena itu, Indonesia juga tidak boleh menutup diri terhadap peluang tersebut.

"Selama warga diaspora memang punya jiwa Merah Putih, baik di sepak bola, renang, maupun cabang-cabang olahraga lainnya, kami membuka diri," kata Erick Thohir.

Ketua Umum PSSI tersebut mencontohkan sejumlah negara yang sukses memaksimalkan potensi atlet keturunan. Jepang, misalnya, memiliki kiper Timnas Jepang Zion Suzuki yang berdarah campuran Jepang-Ghana dan kini tampil di Piala Dunia 2026.

Selain sepak bola, Jepang juga memiliki pebasket NBA Rui Hachimura yang memiliki darah Jepang-Benin, serta petenis dunia Naomi Osaka yang berdarah campuran Jepang-Haiti.

Erick juga menyinggung China yang berhasil memanfaatkan kehadiran atlet ski berdarah China-Amerika Serikat, Eileen Gu, yang mampu mempersembahkan prestasi pada Olimpiade Musim Dingin.

Menurutnya, perpindahan kewarganegaraan atlet bukan hanya terjadi di Indonesia. Sejumlah atlet Indonesia justru pernah dinaturalisasi oleh negara lain dan berhasil mengharumkan nama negara barunya.

Salah satu contohnya adalah legenda bulu tangkis Indonesia, Mia Audina, yang kemudian menjadi warga negara Belanda dan mempersembahkan medali perak Olimpiade Athena 2004 untuk Negeri Kincir Angin.

Selain itu, mantan pebulu tangkis ganda putra Indonesia, Tony Gunawan, juga memilih menjadi warga negara Amerika Serikat dan membela negara tersebut di berbagai ajang internasional.

Erick menjelaskan bahwa kebijakan membuka peluang naturalisasi tidak hanya berlaku untuk sepak bola. Sejumlah cabang olahraga lain sudah lebih dahulu merasakan kontribusi positif dari atlet diaspora.

Ia mencontohkan perenang Masniari Wolf yang sukses menyumbangkan tiga medali emas SEA Games untuk Indonesia pada edisi 2021, 2023, dan 2025.

Indonesia juga memiliki perenang berdarah Indonesia-Jerman, Felix Viktor Iberle, yang turut menyumbangkan medali emas bagi Merah Putih. Sementara di cabang skateboard, terdapat talenta muda berusia 14 tahun, Ni Wayan Malana Fairbrother, yang memiliki darah Indonesia, Inggris, dan Australia.

Meski demikian, Erick menegaskan bahwa kebijakan naturalisasi tidak boleh membuat pembinaan usia dini di dalam negeri diabaikan.

"Potensi-potensi seperti inilah yang menjadi alasan kami membuka diri terhadap naturalisasi, tanpa cabang-cabang olahraga melupakan pembangunan dari tingkat akar rumput (grassroots)," ujar Erick. (ant/hfp)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:39
01:36
06:55
02:07
01:07
01:11

Viral