- Facebook Hyundai Hillstate - Instagram @hdecvolleyballteam
Jauh Sebelum Direkrut, Megawati Hangestri Ternyata Pernah Buat Pelatih Hyundai Hillstate 'Kesal'
Hyundai Hillstate sebenarnya sempat mencoba menekan lewat servis, tetapi Red Sparks tetap mampu mengubah tekanan menjadi poin.
Dalam konteks itu, Megawati menjadi salah satu faktor pembeda karena ia sangat efektif menyelesaikan bola-bola penting ketika pertandingan sedang ketat.
"Saya pikir kami tidak mampu mengerahkan kekuatan kami di akhir karena kami kurang dalam hal itu," lanjutnya.
Kalimat itu bisa dibaca sebagai pengakuan bahwa Hillstate kalah dalam urusan penyelesaian akhir. Mereka mampu bersaing pada awal set, tetapi kehilangan ketajaman saat laga memasuki titik penentuan.
Di sisi lain, Red Sparks justru punya sosok seperti Megawati yang sanggup menjaga kualitas serangan sampai momen paling menentukan.
"Meskipun Moma adalah Moma, tampaknya alasan kekalahan itu adalah karena blocker tengah tidak dapat dimanfaatkan karena penerimaan bola tidak bagus. Kami juga melakukan permainan yang sulit, tetapi hasilnya tidak banyak," sambung Kang.
Saat itu, Hillstate sebenarnya juga memiliki senjata utama yang tak kalah berbahaya, yakni Laetitia Moma Bassoko. Opposite andalan mereka bahkan menorehkan 23 poin, hanya terpaut satu angka dari Megawati.
Namun, penampilan Moma tetap belum cukup untuk membalikkan keadaan. Hillstate kesulitan menjaga kualitas first pass, yang kemudian berimbas pada distribusi bola dan efektivitas serangan.
Dalam situasi seperti itu, Megawati justru tampil lebih efisien dan menjadi pembeda nyata di lapangan.
Kini, situasinya berbalik total. Pemain yang dulu membuat Hyundai Hillstate kesal justru resmi direkrut untuk menjadi tumpuan baru klub tersebut.
Megawati tidak lagi akan menjadi ancaman dari seberang net, melainkan diharapkan menjadi mesin poin utama Hillstate pada musim 2026/2027.
Keputusan Hyundai Hillstate merekrut Megawati jelas bukan tanpa alasan. Dalam dua musim bersama Red Sparks, pevoli kelahiran 1999 itu tampil sangat konsisten sebagai pendulang angka.
Ia membantu Red Sparks lolos ke playoff pada musim 2023/2024, lalu melangkah lebih jauh hingga mencapai final pada 2024/2025.
Reputasinya sebagai opposite yang agresif, kuat dalam serangan, dan berani mengambil tanggung jawab di momen-momen besar membuat namanya sangat diperhitungkan di V-League.