- FIVB
FIVB Cabut Larangan Aktivitas Voli Rusia, Tempati Papan Atas Ranking Dunia Hingga Peluang Lolos Olimpiade Los Angeles
Jakarta, tvOnenews.com - Federasi Bola Voli Internasional (FIVB) resmi mencabut larangan terhadap atlet dan Timnas Voli Rusia.
Keputusan FIVB ini diumumkan setelah organisasi induk dunia, Komite Olimpiade Internasional (IOC) merekomendasikan seluruh federasi olahraga dunia untuk menghapus sisa pembatasan terhadap atlet Rusia.
Dengan dicabutnya larangan ini, Rusia bisa kembali ke kompetisi internasional, termasuk membuka peluang untuk lolos ke Olimpiade Los Angeles.
FIVB menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil sebagai bentuk perlindungan terhadap hak setiap atlet untuk berkompetisi tanpa memandang kewarganegaraan mereka.
"Pendekatan ini mencerminkan komitmen FIVB untuk melindungi hak fundamental atlet dalam mengakses olahraga tanpa memandang kewarganegaraan mereka," tulis FIVB dilansir dari laman NBC Sports, Kamis (9/7/2026).
Meski demikian, FIVB tetap menegaskan sikapnya terhadap konflik yang masih berlangsung di Ukraina.
"FIVB tetap sangat prihatin terhadap perang yang masih berlangsung di Ukraina dan dengan tegas mengutuk segala bentuk kekerasan. Kami terus berharap adanya penyelesaian damai secepat mungkin dan tetap berkomitmen mendukung komunitas bola voli Ukraina melalui program FIVB Volleyball Empowerment," lanjut pernyataan tersebut.
Seiring dengan pengumuman resmi, FIVB turut mengembalikan posisi Rusia di Ranking FIVB. Di mana tim putra berada di peringkat ketiga dunia dan tim putri di peringkat sembilan dunia.
Meski atlet dan tim Rusia telah diizinkan kembali berkompetisi, keputusan mengenai penggunaan bendera, lagu kebangsaan, serta atribut resmi Rusia di turnamen internasional masih belum dipastikan.
FIVB bersama Konfederasi Bola Voli Eropa (CEV) akan menentukan aturan tersebut dalam waktu mendatang.
Tim voli Rusia terakhir kali tampil pada kejuaraan dunia sebelum larangan diberlakukan adalah di Olimpiade Tokyo 2020 yang digelar pada 2021.
Saat itu, seluruh atlet Rusia bertanding di bawah nama Komite Olimpiade Rusia (ROC), bukan membawa identitas negaranya, sebagai konsekuensi dari sanksi kasus doping yang melibatkan negara tersebut.
Tak lama setelah invasi Rusia ke Ukraina pada Februari 2022, FIVB mengikuti langkah banyak federasi olahraga internasional dengan menjatuhkan larangan kepada seluruh atlet dan tim Rusia untuk mengikuti kompetisi internasional.
Kini, seiring dicabutnya sanksi tersebut, FIVB juga mengembalikan posisi Rusia dalam peringkat dunia. Tim nasional voli putra Rusia kembali menempati peringkat ketiga dunia, sementara tim putri berada di posisi kesembilan.
Secara historis, bola voli merupakan salah satu cabang olahraga paling sukses bagi Rusia di Olimpiade. Tim voli putra mereka selalu mampu finis di empat besar dalam setiap edisi Olimpiade sejak 1996 hingga Tokyo 2020. Rusia bahkan berhasil merebut medali emas pada Olimpiade London 2012 serta meraih medali perak di Tokyo.
Sementara itu, tim voli putri Rusia secara konsisten menembus babak perempat final pada empat edisi Olimpiade terakhir, yakni sejak Beijing 2008 hingga Tokyo 2020.
Prestasi Rusia juga terlihat di cabang voli pantai. Pada Olimpiade Tokyo, pasangan Viacheslav Krasilnikov dan Oleg Stoyanovskiy sukses mencetak sejarah dengan meraih medali perak, dua tahun setelah menjadi juara dunia.
FIVB bukan federasi olahraga pertama yang membuka kembali pintu bagi Rusia. Sebelumnya, sejumlah organisasi olahraga internasional seperti World Aquatics, World Gymnastics, United World Wrestling, hingga International Weightlifting Federation telah lebih dahulu mengizinkan atlet Rusia kembali tampil di kompetisi internasional.
Namun, tidak semua cabang olahraga mengikuti langkah tersebut. Hingga saat ini, World Athletics selaku federasi atletik dunia masih mempertahankan larangan terhadap atlet Rusia untuk tampil di kompetisi internasional.