- Red Sparks
Pernyataan Resmi dari Red Sparks Tanggapi Kasus Pelecehan Seksual Staf Pelatih kepada Salah Satu Pemain Mereka
tvOnenews.com - Red Sparks akhirnya menyampaikan pernyataan resmi terkait dugaan pelecehan seksual yang melibatkan salah satu staf pelatih kepada pemain tim yang mengguncang Liga Voli Korea.
Permintaan maaf tersebut dirilis Red Sparks pada 17 Juli setelah kasus itu menjadi perhatian publik Korea Selatan.
Sebelumnya, rumor mengenai kepergian seorang pelatih dan penonaktifan pelatih kepala sempat beredar di komunitas voli sejak Mei lalu. Belakangan, berbagai media Korea mengungkap klub yang dimaksud merupakan Red Sparks.
- Red Sparks
Melalui pernyataan resminya, Red Sparks menyampaikan penyesalan atas insiden yang mencoreng nama klub.
"Kami dengan tulus meminta maaf kepada para penggemar kami," tulis Red Sparks dalam pernyataan resmi.
"Setelah mengetahui masalah tersebut pada bulan Mei, klub segera menerapkan langkah-langkah pemisahan untuk melindungi anggota yang terlibat dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan, seperti melaporkan insiden tersebut ke Pusat Etika Olahraga." lanjutnya.
Red Sparks memastikan proses investigasi yang dilakukan KOVO Pusat Etika Olahraga Korea dan masih berlangsung dan pihak klub memilih bekerja sama sepenuhnya dengan otoritas terkait.
Klub juga menegaskan seluruh keputusan berikutnya akan mengikuti hasil penyelidikan resmi yang sedang dilakukan.
"Saat ini kami dengan setia bekerja sama dengan investigasi yang sedang berlangsung oleh Pusat Etika Olahraga," lanjut pernyataan tersebut.
"Berdasarkan hasil investigasi, klub akan menerapkan langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan peraturan dan prosedur yang relevan." terang Red Sparks.
Selain mendukung proses hukum, Red Sparks berkomitmen memperkuat sistem perlindungan terhadap seluruh pemain.
"Kami akan memprioritaskan perlindungan para pemain dan semakin memperkuat sistem pendidikan dan manajemen pencegahan kami."
Atas kejadian tersebut, Red Sparks menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh pendukung klub.
"Sekali lagi kami menyampaikan permintaan maaf terdalam kami kepada para penggemar, Kami akan memenuhi tanggung jawab kami untuk menjadi tim yang mendapatkan kepercayaan lebih besar lagi." tutup Red Sparks.
Red Sparks juga menjelaskan dugaan perilaku tidak pantas itu terjadi saat makan malam tim pada jeda All Star Januari lalu.
Insiden tersebut kemudian dilaporkan ke Pusat Etika Olahraga hingga memicu penyelidikan resmi.
Pelatih yang diduga terlibat diketahui meninggalkan tim setelah kembali dari Seleksi dan Draft Pemain Asing 2026 di Praha, Republik Ceko.
Pada waktu hampir bersamaan, ia juga mengundurkan diri dari tugasnya bersama tim.
(akg)