- Facebook/Red Sparks
Ini Langkah yang akan Diambil oleh Red Sparks Usai Terjadinya Kasus Pelecehan Seksual Staf Pelatih pada Pemain
tvOnenews.com - Liga Voli Korea saat ini tengah diguncang kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan salah satu pelatih kepada pemain.
Belakangan diketahui jika dugaan kasus pelecehan seksual itu terjadi dalam tubuh tim Red Sparks.
Kasus tersebut menjadi perhatian besar publik Korea Selatan karena menyangkut keamanan dan perlindungan atlet di lingkungan klub profesional.
- KOVO
Melansir dari laman My Daily, diketahui jika insiden itu disebut terjadi saat makan malam tim pada jeda All-Star Januari lalu.
Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan ke Pusat Etika Olahraga hingga memicu proses penyelidikan resmi yang masih berlangsung.
Menyusul laporan tersebut, pelatih yang diduga terlibat diketahui meninggalkan tim setelah kembali dari Seleksi dan Draft Pemain Asing 2026 di Praha, Republik Ceko.
Dalam waktu hampir bersamaan, pelatih tersebut juga mengundurkan diri dari tugasnya bersama Red Sparks.
Kasus ini membuat Red Sparks kini menghadapi tantangan besar di luar persiapan menyambut Liga Voli Korea musim 2026/2027.
Selain mengikuti proses investigasi, Red Sparks juga harus segera memulihkan kondisi internal tim agar persiapan tidak terganggu. Mereka harus bisa memastikan seluruh pemain dapat kembali fokus menjalani program latihan menjelang bergulirnya kompetisi baru.
Selain itu, hasil investigasi yang dilakukan Pusat Etika Olahraga nantinya bisa saja memaksa Red Sparks untuk melakukan perubahan di dalam struktur kepelatihan.
- Red Sparks
Pasalnya, jika ditemukan pelanggaran sesuai hasil penyelidikan, bukan tidak mungkin klub akan melakukan perombakan total jajaran staf pelatih.
"Saat ini kami dengan setia bekerja sama dengan investigasi yang sedang berlangsung oleh Pusat Etika Olahraga." tulis Red Sparks dalam pernyataan resminya.
"Berdasarkan hasil investigasi, klub akan menerapkan langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan peraturan dan prosedur yang relevan." lanjutnya.
Red Sparks turut menegaskan komitmennya memperkuat perlindungan terhadap seluruh pemain.
"Kami akan memprioritaskan perlindungan para pemain dan semakin memperkuat sistem pendidikan dan manajemen pencegahan kami." tutup Red Sparks.
(akg)