- Istimewa
Meninggal Saat Balapan, Polisi Ungkap Penyebab Tewasnya Pembalap Cub Prix Malaysia
Jakarta, tvOnenews.com - Dunia balap motor Malaysia berduka setelah pembalap muda Farres Putra Mohd Fadhill meninggal dunia usai mengalami kecelakaan dalam ajang Malaysian Cub Prix.
Pembalap CKJ Racing berusia 18 tahun itu mengalami kecelakaan saat mengikuti final CP150 putaran kelima di Litar Permotoran Gong Badak, Terengganu, Sabtu (29/8/2026).
Kecelakaan terjadi pada lap pembuka perlombaan dan melibatkan tiga sepeda motor yang saling bergesekan. Farres sempat mendapat pertolongan medis di lintasan sebelum dilarikan menggunakan ambulans ke Unit Gawat Darurat Hospital Sultanah Nur Zahirah (HSNZ).
Dilansir dari laman Harian Metro, Kepala Kepolisian Kuala Terengganu, ACP Azli Mohd Noor, mengatakan hasil pemeriksaan forensik telah mengungkap penyebab kematian Farres. Autopsi dilakukan di Departemen Forensik HSNZ pada Sabtu malam mulai pukul 22.00 hingga 23.55 waktu setempat.
“Korban yang berasal dari Selangor mengalami kecelakaan saat perlombaan Kejuaraan Akhir CP150 putaran kelima Kejuaraan Malaysian Cub Prix di Litar Permotoran Gong Badak,” kata Azli dikutip Minggu (30/8/2026).
Ia menjelaskan kecelakaan tersebut melibatkan tiga motor yang bergesekan satu sama lain sebelum Farres mendapat penanganan medis.
“Kecelakaan melibatkan tiga buah sepeda motor yang bergesekan satu sama lain. Korban dibawa ke Unit Gawat Darurat HSNZ dengan ambulans dan dinyatakan meninggal dunia oleh petugas medis,” ujarnya.
Kepergian Farres juga meninggalkan duka mendalam bagi rekan dekatnya, Adi Putra Anahar. Pembalap berusia 17 tahun itu mengaku sedang menyaksikan siaran langsung balapan melalui telepon seluler ketika tayangan mendadak terhenti.
“Semalam saya memanfaatkan kesempatan untuk menonton siaran langsung perlombaan di dalam mobil, karena sesi perlombaan saya sudah selesai. Namun, saya heran karena tiba-tiba siaran tersebut dihentikan,” kata Adi.
Tak lama kemudian, Adi menerima kabar mengenai kecelakaan Farres dan langsung menuju rumah sakit.
“Saya sadar risiko dalam olahraga motor, tetapi tidak menyangka akan kehilangan dia dalam sekejap,” ujarnya.