- Tangkapan layar
Duet Megawati dan Jordan Wilson Mulai Bikin Deg-degan, Hyundai Hillstate Bisa Gemparkan Liga Voli Korea 2026/2027?
tvOnenews.com - Musim baru Liga Voli Korea 2026/2027 belum dimulai, tetapi Hyundai E&C Hillstate sudah memiliki satu kombinasi yang menarik perhatian.
Dua pemain asing dengan karakter permainan berbeda akan berdiri di sisi serangan yang berbeda: Megawati Hangestri Pertiwi sebagai opposite dan Jordan Wilson sebagai outside hitter.
Kombinasi tersebut bukan sekadar upaya menambah daya gedor. Pelatih Kang Sung-hyung memiliki alasan taktis ketika memilih Wilson. Kemampuan outside hitter asal Amerika Serikat itu dalam menerima servis dan membantu pertahanan di lini belakang diharapkan dapat menopang kekuatan serangan Megawati.
Dengan kata lain, Megawati dapat lebih fokus menjalankan perannya sebagai salah satu tumpuan serangan, sementara Wilson tidak hanya dituntut mencetak poin. Ia juga memiliki tanggung jawab penting dalam receive dan pertahanan.
Pembagian fungsi tersebut membuat duet keduanya menarik untuk dinantikan ketika kompetisi resmi dimulai.
Hyundai memang memiliki alasan untuk membangun kombinasi tersebut. Megawati datang setelah dua musim memperkuat Daejeon JungKwanJang Red Sparks, sementara Wilson menjadi wajah baru dalam skuad Suwon. Keduanya kini menjadi bagian dari proyek Hyundai untuk kembali bersaing di papan atas V-League.
Jordan Wilson, Mesin Poin dari NCAA
Jordan Kalani Wilson lahir di Fort Benning, Georgia, pada 19 Desember 2003. Pemain yang memiliki tinggi sekitar 182 sentimeter itu membawa pengalaman kompetitif dari bola voli perguruan tinggi Amerika Serikat sebelum menuju Korea Selatan.
Wilson mengawali perjalanan NCAA bersama University of Southern California pada 2022. Pada musim pertamanya, ia menghasilkan 333 kill dari 116 set dan masuk Pac-12 All-Freshman Team. Setelah itu, ia melanjutkan karier di University of Arizona mulai 2023.
Performa Wilson kemudian berkembang pesat. Pada musim 2025, ia mencatat 499 kill atau rata-rata 4,62 kill per set.
Catatan tersebut menempatkannya sebagai salah satu pemain produktif Arizona dan menjadi bagian dari rekam jejak yang membawanya mendapatkan sejumlah penghargaan.
Ia meraih AVCA All-American Honorable Mention, AVCA All-Pacific Region First Team, serta All-Big 12 First Team pada 2025. Sebelumnya, Wilson juga masuk All-Big 12 First Team dan AVCA All-Pacific Region Honorable Mention pada 2024.
Salah satu penampilan paling mencolok terjadi ketika Arizona menghadapi Kansas pada 2024. Wilson mencetak 37 kill dalam satu pertandingan.
- Instagram @hdecvolleyballteam
Sepanjang kariernya di level perguruan tinggi, ia mengumpulkan lebih dari 1.500 kill. Setelah itu, Grand Rapids Rise memilihnya pada putaran ketiga Major League Volleyball Draft 2025 sebagai pilihan ke-18.
Kini, Wilson menghadapi tantangan berbeda. Untuk pertama kalinya, ia akan menjalani musim profesional di Liga Voli Korea setelah Hyundai Hillstate memilihnya pada urutan kedua draft pemain asing KOVO di Praha.
Wilson dan Megawati, Saling Melengkapi di Dua Sisi Lapangan
Kekuatan utama duet ini justru terletak pada perbedaan peran. Megawati ditempatkan sebagai opposite yang beroperasi dari sisi kanan, sedangkan Wilson bermain sebagai outside hitter dari sisi kiri.
Skema tersebut memungkinkan Hyundai memiliki ancaman serangan dari dua sisi. Ketika blok lawan terlalu fokus mengantisipasi Megawati, Wilson dapat menjadi opsi serangan dari sisi luar. Sebaliknya, receive dan kemampuan bertahan Wilson memberikan fondasi agar permainan Hyundai tidak hanya bergantung pada serangan.
Dalam laga uji coba pramusim, kombinasi tersebut mulai memperlihatkan potensinya. Megawati menjalani debut bersama Hillstate menghadapi Pilsung Wonder Dogs dan membantu tim meraih kemenangan 3-0. Dalam pertandingan tersebut, ia dimainkan sebagai opposite dan terlihat mulai membangun koneksi dengan setter Kim Da-in serta Wilson.
Menariknya, Wilson sendiri sebelumnya mengakui proses adaptasinya di Korea tidak mudah. Ia harus memahami lingkungan baru, sistem permainan, dan pola komunikasi yang berbeda. Kehadiran Megawati menjadi salah satu faktor yang membuat proses tersebut lebih ringan karena keduanya menggunakan penerjemah yang sama dan lebih sering berinteraksi.
Hubungan itu juga berkembang menjadi pertukaran masukan. Wilson mengatakan keduanya saling memberikan saran untuk menyesuaikan diri dengan gaya bermain di Korea.
“Saya memberikan banyak masukan kepadanya, atau dia memberikan banyak masukan kepada saya, yang membantu saya menyesuaikan diri dengan gaya bermain yang diterapkan di sini, di K League atau V League,” papar Wilson.
Bagi Hyundai Hillstate, kombinasi tersebut menawarkan sesuatu yang berbeda: bukan dua pemain yang harus berebut menjadi pusat serangan, melainkan dua pemain dengan tugas yang dapat saling mengisi.
Megawati membawa pengalaman dua musim di V-League dan kekuatan serangan yang sudah teruji. Wilson datang dengan produktivitas tinggi dari NCAA serta kemampuan bermain sebagai outside hitter yang juga memiliki tanggung jawab receive.
Musim 2026/2027 nantinya akan menjadi ujian sebenarnya. Laga pramusim bisa menjadi petunjuk awal, tetapi konsistensi menghadapi pertandingan resmi, kualitas blok lawan, kemampuan receive, serta chemistry dengan setter akan menentukan seberapa berbahaya duet baru Hyundai Hillstate ini.
Jika kombinasi tersebut terus berkembang, bukan tidak mungkin perhatian terhadap Megawati musim ini bukan lagi hanya soal berapa banyak poin yang ia cetak.
Pertanyaan yang lebih menarik adalah seberapa jauh kehadiran Wilson dapat membuat permainan Megawati dan Hyundai Hillstate menjadi lebih sulit dibaca lawan. (udn)