- Instagram-Perbasi
David Singleton Bidik Jepang, Timnas Basket Indonesia Pasang Target Menang di Laga Pembuka Asian Games 2026
Jakarta, tvOnenews.com - Timnas Basket Indonesia langsung menghadapi tantangan berat pada pertandingan pertama Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dengan bertemu tuan rumah Jepang.
Pelatih Timnas Basket Indonesia, David Singleton menegaskan kemenangan pada laga pembuka menjadi target utama skuad Merah Putih untuk membuka peluang melangkah lebih jauh di turnamen tersebut.
Timnas Basket Indonesia dijadwalkan menghadapi Jepang pada 10 September 2026 di Aichi International Arena, Nagoya. Setelah itu, Indonesia akan menghadapi Korea Selatan pada 11 September dan Arab Saudi pada 13 September dalam persaingan Grup A.
"Target kami adalah memenangkan pertandingan pertama. Itulah target kami. Kami ingin keluar, memenangkan pertandingan pertama, mengawali turnamen dengan catatan 1-0, kemudian melihat sejauh mana kami bisa melangkah dari sana," kata David Singleton, Minggu (6/9/2026).
Target tersebut menjadi penting karena Indonesia berada di grup yang dihuni tiga lawan tangguh, yakni Jepang, Korea Selatan, dan Arab Saudi. Dengan format kompetisi yang hanya meloloskan dua tim teratas serta dua peringkat ketiga terbaik ke perempat final, setiap kemenangan sejak fase grup memiliki arti besar.
Singleton menilai persiapan Indonesia berjalan cukup baik setelah tim menyelesaikan agenda FIBA Asia Cup 2029 Pre-Qualifiers Round 1 di Malaysia. Indonesia memang berhasil melaju ke Ronde 2, tetapi hasil dari turnamen tersebut tetap menjadi bahan evaluasi sebelum menghadapi persaingan di Asian Games.
"Persiapan berjalan dengan baik. Setelah kembali dari Malaysia, kami semua merasa sedikit kecewa dengan hasil yang kami dapatkan. Kami tentu ingin memberikan representasi yang lebih baik untuk negara," ujar Singleton.
Menghadapi Asian Games 2026, Singleton juga mendapatkan tambahan sejumlah pemain yang diharapkan mampu mengangkat kualitas permainan Indonesia. Lester Prosper, Abraham "Bram" Grahita, Vincent Kosasih, Andakara Prastawa, dan Derrick Michael menjadi lima nama yang disebut memberikan energi serta pengalaman baru bagi skuad.
"Kali ini ada beberapa pemain baru yang bergabung, yaitu Lester, Bram, Vincent, Prastawa, dan Derrick. Jadi, ada lima pemain baru yang masuk ke dalam tim. Saya pikir ini memberi kami kesempatan besar untuk tampil lebih baik," kata Singleton.
Kehadiran Derrick Michael menjadi salah satu tambahan penting bagi Indonesia setelah pemain tersebut mendapatkan izin dari klub Jepangnya, Saga Ballooners, untuk tampil di Asian Games. Di sisi lain, Indonesia harus kehilangan Marques Bolden karena klubnya, Levanga Hokkaido, tidak melepas sang pemain untuk turnamen tersebut.
"Ini situasi yang sulit. Kami tentu ingin memiliki Marques. Dia pemain yang sangat bagus dan sudah memberikan banyak hal untuk negara ini. Sangat disayangkan kami tidak bisa mewujudkannya kali ini," ujar Singleton.
Meski kehilangan Bolden, Singleton meminta para pemain tidak kehilangan kepercayaan diri. Ia menilai Indonesia tetap mempunyai kualitas untuk bersaing, terlebih skuad saat ini telah memiliki pengalaman menghadapi lawan-lawan kuat di level internasional.
"Namun, meskipun kami tidak diperkuat dia, kami akan terus berjuang dan terus percaya. Kami percaya dengan kelompok pemain ini. Kami memiliki banyak pemain bagus dan sudah melakukan beberapa hal positif, bahkan ketika bermain tanpa Bolden," kata David Singleton.
"Sekarang saya merasa kami sudah memiliki pengalaman dan pemahaman yang lebih baik. Kami lebih siap untuk menghadapi turnamen ini dan bersaing di level tinggi untuk Indonesia melawan tim-tim yang sangat tangguh," ujar pelatih Pelita Jaya Jakarta ini.
Skuad Merah Putih bahkan menjadi delegasi pertama kontingen Merah Putih yang dijadwalkan berangkat ke Jepang pada 7 September.
Pertandingan Timnas Basket Indonesia dimulai lebih awal, yakni 10 September, atau sembilan hari sebelum upacara pembukaan Asian Games Aichi-Nagoya 2026 pada 19 September.
"Tugas saya adalah menjaga agar tim ini tetap percaya kepada diri mereka sendiri dan tampil dengan penuh kepercayaan diri. Saya yakin mereka akan melakukan itu," ujar David Singleton.
"Kami percaya dengan tambahan pemain yang kami miliki, kami bisa berada di level dan lingkungan kompetisi tersebut. Tetapi target kami adalah memenangkan pertandingan pertama," kata pelatih asal Amerika Serikat ini.