news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Atlet modern pentathlon, Caroline Bangun saat beraksi di Asian Games 2026..
Sumber :
  • NOC Indonesia

Asian Games 2026: Caroline Bangun Tembus Final, Indonesia Masih Punya Asa di Modern Pentathlon

Atlet modern pentathlon, Caroline Bangun berhasil menjaga peluang Indonesia di Asian Games 2026. Pasalnya ia tampil menjadi wakil terbaik Merah Putih setelah menempati peringkat kedelapan babak semifinal Grup A, sedangkan Nurfa Qalbi harus puas berada di posisi ke-12.
Kamis, 17 September 2026 - 13:45 WIB
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Atlet modern pentathlon, Caroline Bangun berhasil menjaga peluang Indonesia di Asian Games 2026. Pasalnya ia tampil menjadi wakil terbaik Merah Putih setelah menempati peringkat kedelapan babak semifinal Grup A, sedangkan Nurfa Qalbi harus puas berada di posisi ke-12.

Sejumlah atlet putri modern pentathlon berlaga di laga lanjutan di Anjo Sports Centre, Aichi, Jepang pada Kamis (17/9/2026). Berbeda dari edisi sebelumnya, para atlet tidak lagi menjalani nomor berkuda, melainkan obstacle run, dan harus menyelesaikan empat rangkaian pertandingan dalam waktu sekitar 90 menit.

Empat nomor yang dipertandingkan terdiri dari anggar, obstacle run, renang, serta laser run. Meski demikian, Caroline mampu tampil dengan baik.

"Saya sangat senang karena ini pertama kalinya saya bertanding dengan format baru. Walaupun terasa sangat asing, Saya bangga dengan diri saya bisa menyelesaikan seluruh rangkaian pertandingan hari ini," kata Caroline Bangun usai laga.

Caroline juga mengakui bahwa perubahan nomor dan tempo pertandingan membuat para peserta harus bergerak cepat. Ia juga mengungkapkan salah satu tantangannya ialah pergantian perlengkapan dari satu nomor ke nomor berikutnya, apalagi bagi atlet yang belum terbiasa dengan format baru tersebut.

"Cukup mengejutkan karena kami harus bergerak cepat dan terburu-buru ganti baju untuk memasuki babak selanjutnya," sambung Caroline.

Perjalanan Caroline dan Nurfa di babak anggar belum berjalan sesuai harapan. Caroline dihentikan atlet Kazakhstan, Petrova, pada babak 16 besar, sementara Nurfa harus mengakui keunggulan S. Seoung dari Korea Selatan.

Caroline kemudian mampu bangkit ketika memasuki obstacle run. Ia mencatatkan hasil impresif dengan menempati peringkat keempat, sedangkan Nurfa menyelesaikan nomor tersebut di posisi ke-10.

Penampilan Caroline kembali mencuri perhatian pada nomor renang. Atlet Indonesia itu berhasil menempati peringkat kedua dari seluruh peserta semifinal Grup A, sementara Nurfa berada di posisi kelima.

Namun, persaingan ketat dan kondisi cuaca panas Aichi membuat nomor laser run menjadi ujian berat bagi keduanya. Caroline finis di peringkat kesembilan, sedangkan Nurfa menutup nomor terakhir tersebut di posisi ke-14.

Dari 17 atlet yang tampil pada semifinal Grup A, Caroline mengumpulkan 1.351 poin dan menempati peringkat kedelapan. Nurfa berada di urutan ke-12 dengan total 1.170 poin.

Hasil tersebut membuat Caroline masih optimistis bisa menembus babak final. Ia menyadari masih ada sejumlah aspek yang perlu diperbaiki, terutama kekuatan mental dan kemampuan berlari.

"Saya ingin meningkatkan mental dan kemampuan lari. Saya agak lemah di nomor lari, tetapi untuk nomor kuat saya seperti obstacle run dan renang, saya usahakan bisa masuk lima besar," kata Caroline.

Caroline juga menyebut persaingan di modern pentathlon Asian Games 2026 sangat ketat. Menurutnya, atlet China, Korea Selatan, dan Jepang menjadi lawan yang perlu mendapat perhatian khusus dalam perebutan posisi teratas.

"Persaingan di sini sangat kuat, terutama dari China, Korea Selatan, dan Jepang yang menjadi kompetitor terberat. Namun, harapan saya tentu saja bisa meraih juara," pungkasnya.

(nad)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

09:06
02:22
01:53
06:32
02:30
02:51

Viral