news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Atlet panjat tebing Indonesia saat beraksi di Asian Beach Games 2026..
Sumber :
  • NOC Indonesia/Naif Muhammad Al’as

Bangga! Tim Panjat Tebing Indonesia Raih Medali di World Climbing Series Chongqing 2026

Kabar membanggakan datang dari cabor panjat tebing Indonesia. Dua atlet speed relay, Raji'ah Sallsabillah dan Kadek Adi Asih berhasil meraih medali di World Climbing Series Chongqing 2026 di China, Minggu (20/9/2026).
Senin, 21 September 2026 - 09:00 WIB
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Kabar membanggakan datang dari cabor panjat tebing Indonesia. Dua atlet speed relay, Raji'ah Sallsabillah dan Kadek Adi Asih berhasil meraih medali di World Climbing Series Chongqing 2026 di China, Minggu (20/9/2026).

Raji'ah Sallsabillah dan Kadek Adi Asih sukses membawa pulang medali perak dari nomor speed relay putri di World Climbing Series Chongqing 2026. Hasil ini juga menjadi salah satu pelipur lara.

Pasalnya sebelumnya Raji'ah dan Kadek mampu menembus partai final sebelum akhirnya harus mengakui kecepatan pasangan tuan rumah, Fan Jingyue dan Zhang Shaoqin. World Climbing mencatat pasangan China menjadi satu-satunya tim putri yang mampu menembus waktu di bawah 13 detik pada nomor tersebut.

Indonesia sebenarnya sempat memberikan perlawanan ketat dalam perebutan medali emas, namun Raji'ah yang tampil sebagai pemanjat kedua kehilangan momentum setelah terpeleset. Alhasil pasangan Merah Putih harus puas finis dengan catatan waktu 15,30 detik.

Kadek membukukan waktu 6,70 detik, sedangkan Raji'ah mencatat 8,60 detik pada penampilannya sehingga waktu gabungan Indonesia mencapai 15,30 detik. Di sisi lain, Fan membukukan 6,43 detik dan Zhang 6,54 detik untuk membawa China meraih emas dengan total waktu 12,97 detik.

Meski gagal membawa pulang emas, Raji'ah tetap mensyukuri pencapaian tersebut dan menilai konsistensi menjadi faktor penting dalam keberhasilan mereka mencapai podium. Atlet yang akrab disapa Billah itu juga menegaskan kesiapannya untuk tampil bersama siapa pun dalam nomor speed relay selama mampu memberikan penampilan maksimal.

"Kunci keberhasilan kami adalah konsistensi, berusaha memberikan yang terbaik dalam setiap pemanjatan karena tidak ada hal yang tidak mungkin," kata Raji'ah, dikutip dari Antara.

Kadek turut menilai hasil tersebut tidak terlepas dari kedisiplinannya menjalani program latihan yang diberikan tim pelatih. Namun, ia menyadari masih terdapat sejumlah aspek yang harus dibenahi, terutama kemampuan menjaga fokus ketika berada di atas lintasan.

"Kalau saya, yang harus ditingkatkan lagi mungkin fokus saat pemanjatan agar pikiran saya tidak ke mana-mana saat memanjat, serta harus lebih konsisten lagi dalam latihan," tambah dia.

Medali perunggu nomor speed relay putri menjadi milik Italia melalui Giulia Randi dan Beatrice Colli setelah mengalahkan pasangan Prancis, Louise Fontaine dan Capucine Viglione. Duo Italia bahkan mencatat waktu 13,08 detik sekaligus memperbaiki rekor Eropa nomor tersebut sebesar satu perseratus detik.

Sementara itu, Indonesia juga menurunkan Antasyafi Robby Al Hilmi dan Raharjati Nursamsa pada nomor speed relay putra. Perjalanan mereka terhenti di perempat final, sedangkan emas akhirnya menjadi milik pasangan Ukraina Hryhorii Ilchyshyn dan Yaroslav Tkach.

Hasil di Chongqing menambah catatan positif Indonesia dalam rangkaian World Climbing Series di China. Sebelumnya, Raji'ah bersama Raharjati Nursamsa berhasil meraih emas nomor mixed speed relay pada World Climbing Series Guiyang 2026 yang berlangsung sepekan sebelumnya.

Setelah Chongqing, rangkaian World Climbing Series 2026 akan berlanjut ke Amerika Serikat melalui seri Salt Lake City pada 16-18 Oktober, sebelum ditutup di Santiago, Chile, pada 23-25 Oktober.

(ant/nad)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:08
11:48
08:42
06:02
02:15
01:38

Viral