- KOVO
Resmi! KOVO Cup 2026 Gunakan Aturan Baru, Ini Penjelasannya
Jakarta, tvOnenews.com - Federasi Bola Voli Korea Selatan (KOVO) resmi mengumumkan sejumlah regulasi baru yang akan mulai diberlakukan di turnamen pramusim KOVO Cup 2026. Sejumlah aturan pun berubah, termasuk soal pelanggaran dalam pertandingan.
Melansir dari Monsterzym di Naver Sports, perubahan regulasi di ajang 2026 Yeosu·NH NongHyup Cup atau KOVO Cup 2026 menyesuaikan standar aturan standar Federasi Bola Voli Internasional (FIVB).
KOVO Cup 2026 sendiri berlangsung di Jinnam Gymnasium, Yeosu, pada 11-25 Oktober 2026, dengan sektor putri akan digelar lebih dulu pada 11-18 Oktober dan putra pada 19-25 Oktober mendatang.
Sejumlah perubahan yang diterapkan di KOVO Cup 2026 beberapa di antaranya seperti Catch Ball hingga perubahan sisi lapangan. Berikut penjelasan singkatnya:
1. Bola Menyentuh Garis Tetap IN
Salah satu perubahan regulasi ialah penentuan bola IN atau OUT, yang selama ini biasa disaksikan melalui video challenge pertandingan.
Namun saat KOVO Cup 2026, bola akan dinyatakan masuk jika pada bagian mana pun selama proses bersentuhan dengan lantai bola masih menyentuh garis, bukan lagi berdasarkan kondisi tekanan maksimum bola terhadap permukaan lapangan seperti aturan sebelumnya.
Artinya, bola yang hanya menyentuh garis secara tipis tetap dapat dinyatakan IN, meskipun posisi akhirnya membuat garis terlihat berada di luar bidang kontak bola. Perubahan ini membuat proses video challenge menjadi salah satu hal yang patut diperhatikan penggemar karena standar yang digunakan wasit berbeda dari musim sebelumnya.
2. Net Touch Tak Lagi Otomatis Pelanggaran
Aturan net touch juga terjadi perubahan dan tidak lagi hanya melihat apakah pemain menyentuh net atau tidak. Pelanggaran akan diberikan jika sentuhan tersebut berkaitan langsung dengan gerakan bermain, seperti lompatan, pukulan atau percobaan pukulan, pendaratan, hingga persiapan melakukan gerakan berikutnya.
Sehingga sentuhan net tidak otomatis membuat sebuah reli dihentikan. Wasit harus melihat apakah sentuhan tersebut memang berkaitan dengan gerakan bermain pemain sebelum menentukan adanya pelanggaran.
3. Posisi Penerima Servis Berubah
Lalu posisi tim penerima servis atau positional fault. Jika sebelumnya posisi pemain penerima dinilai ketika server melakukan toss bola, aturan baru menggunakan awal gerakan servis sebagai acuan, termasuk ketika server mulai melakukan langkah atau menggerakkan tangan dan kaki.
Penyesuaian ini memberikan pemain penerima ruang untuk bergerak setelah gerakan servis dimulai. Tim penerima tetap harus berada dalam urutan rotasi yang benar ketika wasit meniup peluit, tetapi pemain dapat mulai bergerak setelah aksi servis berlangsung.
4. Catch Ball Diperketat
KOVO juga memperketat penerapan aturan catch ball, terutama terhadap tindakan yang membuat bola seperti ditahan atau diarahkan secara tidak sah. Menangkap bola dengan telapak tangan, mengubah lintasan bola, atau mendorong bola akan diperiksa lebih ketat dengan mengacu pada pedoman FIVB.
Aturan tersebut menjadi perhatian karena cara pemain memainkan bola dalam situasi tertentu dapat menentukan apakah sebuah kontak masih dianggap sah atau sudah masuk kategori pelanggaran.
5. Pergantian Sisi Lapangan Berubah
Perubahan lainnya berkaitan dengan pergantian sisi lapangan, khususnya ketika pertandingan berlangsung hingga lima set. Setelah set kedua berakhir, kedua tim akan bertukar sisi, sedangkan pada set kelima dilakukan coin toss dan pergantian sisi kembali dilakukan ketika salah satu tim mencapai delapan poin.
(nad)