news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Pemain Tim Bola Voli Pantai Indonesia, Imam Ahmad Faisal, di Asian Games 2026.
Sumber :
  • Tangkapan Layar Instagram/@indonesiabeachvolleyball

Gagal Susul Bintang/Sofyan, Imam/Fairuz Tersingkir dari Voli Pantai Asian Games 2026

Perjuangan Imam Ahmad Faisal/Fairuz Bayhaqly di voli pantai putra Asian Games 2026 harus terhenti pada babak 16 besar. Mereka gagal mengikuti jejak wakil Indonesia lainnya, Bintang Akbar/Sofyan Rachman Efendi yang berhasil melaju ke babak perempat final.
Selasa, 29 September 2026 - 19:07 WIB
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Perjuangan Imam Ahmad Faisal/Fairuz Bayhaqly di voli pantai putra Asian Games 2026 harus terhenti pada babak 16 besar. Mereka gagal mengikuti jejak wakil Indonesia lainnya, Bintang Akbar/Sofyan Rachman Efendi yang berhasil melaju ke babak perempat final.

Imam/Fairuz yang sebelumnya berstatus sebagai runner-up Pool E dipaksa menelan kekalahan dari pasangan China Wu Jiaxin/Zhou Chaowei dengan skor 13-21, 11-21, Selasa (29/9/2026).

Imam/Fairuz sebenarnya berhasil melewati fase grup dan mendapatkan tiket ke babak gugur. Namun, mereka kesulitan menghadapi permainan pasangan China yang memiliki pengalaman lebih banyak di ajang internasional.

Pertandingan berlangsung dalam dua set, tetapi Imam/Fairuz tidak mampu menemukan momentum untuk memberikan perlawanan yang lebih ketat. Setelah tertinggal 13-21 pada set pertama, pasangan Indonesia kembali kesulitan dan menyerah 11-21 pada set kedua.

Kekalahan tersebut sekaligus menutup perjalanan Imam/Fairuz di Asian Games 2026. Mereka gagal mengikuti jejak rekan senegaranya, Bintang/Sofyan, yang berhasil mengamankan tiket ke perempat final.

Pelatih timnas voli pantai Indonesia Koko Prasetyo mengakui performa Imam/Fairuz dalam pertandingan tersebut belum maksimal. Meski tersingkir, Koko menilai duel melawan pasangan China menjadi pengalaman berharga bagi kedua pemain Indonesia.

“Anak-anak hasil belum maksimal. Namun, hari ini anak-anak dapat pelajaran berharga dari tim China yang mereka adalah pemain 2018 AG yang sudah kaya pengalaman,” kata Koko.

Koko menyebut pengalaman pasangan China menjadi salah satu faktor yang membuat Imam/Fairuz kesulitan mengembangkan permainan. Wu Jiaxin/Zhou Chaowei disebut sebagai pemain yang telah tampil di Asian Games 2018 sehingga memiliki jam terbang lebih tinggi.

Selain pengalaman lawan, tekanan pertandingan juga membuat Imam/Fairuz tidak dapat memperlihatkan kemampuan terbaik mereka. Alhasil terlihat dari perolehan angka yang membuat pasangan Indonesia tertinggal pada kedua set.

“Mereka dalam keadaan tertekan, makanya belum bisa mampu mengeluarkan kemampuan terbaiknya,” ujar Koko.

Meski harus mengakhiri perjuangan di babak 16 besar, Koko berharap pengalaman menghadapi pasangan China dapat menjadi bahan evaluasi bagi Imam/Fairuz. Pelatih Indonesia tersebut ingin pengalaman di Asian Games 2026 menjadi bekal untuk meningkatkan performa pada kompetisi berikutnya.

“Pembelajaran yang baik buat next competition,” tambahnya.

(nad)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:34
20:26
11:49
04:30
01:21
04:42

Viral