- NOC Indonesia
Atlet Lompat Jangkit Indonesia Maria Londa Mulai Pikirkan Pensiun Usai Asian Games 2026
Jakarta, tvOnenews.com - Atlet atletik Indonesia, Maria Natalia Londa mulai memikirkan untuk pensiun usai tampil di Asian Games 2026. Namun ia mengaku masih membutuhkan waktu untuk memastikan apakah akan melanjutkan karier atau benar-benar mengakhiri perjalanan di dunia atletik.
Maria Londa menempati posisi kelima nomor lompat jangkit putri dengan catatan terbaik 13,50 meter di Asian Games 2026. Hasil tersebut sekaligus menjadi season best Maria pada 2026, meski belum mampu meraih medali di Asian Games.
Usai tampil di Asian Games 2026, Maria Londa pun mengaku belum bisa memberikan jawaban tegas terkait apakah pada edisi kali ini akan menjadi Asian Games terakhir dalam kariernya.
“Itu menjadi banyak pertanyaan orang. Lagi mengokohkan hati,” kata Maria Londa.
Keputusan tersebut tidak mudah bagi Maria karena atletik telah menjadi bagian besar dalam hidupnya selama lebih dari dua dekade. Ia bahkan sempat mencoba meninggalkan dunia atletik, tetapi menyadari dirinya belum sepenuhnya siap untuk berpisah.
“26 tahun di atletik, kemarin saya mencoba untuk keluar dari atletik. Ternyata memang hati saya yang belum siap. Semoga saat ini bisa siap. Tapi saya belum tahu nanti kalau memang rezekinya ke depan bisa berlanjut-berlanjut. Kalau memang hatinya sudah mantap untuk istirahat, saya istirahat,” tambahnya.
Peluang tampil di SEA Games tahun depan pun belum ditutup sepenuhnya oleh Maria. Saat ditanya mengenai kemungkinan tersebut, ia justru melempar candaan kepada pelatihnya,
Terlepas dari keputusan yang akan diambil, Maria menilai regenerasi atlet lompat jauh dan lompat jangkit Indonesia sebenarnya cukup menjanjikan. Ia berharap para atlet muda mendapatkan lebih banyak kesempatan bertanding di level internasional agar perkembangan mereka tidak terhambat.
“Anak-anak muda Indonesia menjadi atlet Indonesia itu bukan hanya secara salary saja, tapi satu kebanggaan. Membawa bendera Indonesia di tiang tertinggi itu adalah harga yang tidak pernah bisa dibeli,” jelasnya lagi.
(nad)